Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) menggencarkan program konsultasi keliling pelayanan pertanahan bagi masyarakat atau disebut Konseling Peta Jakbar.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyebut pada Senin ini ada dua warga Cengkareng yang menerima sertifikat tanah lewat program tersebut.
"Bagi sebagian orang mengurus persoalan pertanahan masih dianggap rumit dan sulit. Tapi, lewat program konseling pertanahan Jakbar, peningkatan hak tanah jadi sertifikat bisa dalam kurun waktu sebulan," kata Iin saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Oleh karena itu, Iin berharap program jemput bola BPN Jakbar yang telah berjalan sejak April terus dilaksanakan dengan baik di delapan wilayah kecamatan di Jakbar.
"Warga Jakbar jadi punya kesempatan mengakses kemudahan pelayanan pertanahan seperti yang sudah dilaksanakan di Kecamatan Cengkareng," katanya.
Sementara itu, Kepala BPN Jakarta Barat, Shinta Purwitasari, mengatakan Program Konseling Peta Jakbar selain melayani peningkatan hak tanah, layanan jemput bola ini juga menyediakan layanan konsultasi berbagai persoalan pertanahan dan penggantian sertifikat tanah yang rusak.
"Kita sudah melaksanakan kegiatan ini di tiga kecamatan dengan lancar. Insya Allah, bulan ini kita bergeser ke Grogol Petamburan," tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga RW 02 Cengkareng Barat, Dicki, mengaku telah mengetahui layanan ini melalui informasi di media sosial.
Ia memilih untuk mengakses program Konseling Peta Jakbar karena mempertimbangkan biaya lebih murah dibandingkan menggunakan jasa notaris.
Pengurusannya pun, kata Dickie, sangat membantu karena tidak berbelit-belit dan mudah. Prosesnya pun juga cepat dan tidak memakan waktu lama.
"Ternyata, biayanya hanya Rp50 ribu saja. Saya sangat berterima kasih dengan adanya layanan mobil keliling ini karena sangat membantu," tambahnya.





