Wanita Nekat Diet Ekstrem Cuma Minum Jus Sayur demi Kurus, Berujung Ginjalnya Rusak
GH News July 06, 2026 09:09 PM
Jakarta -

Mengikuti tren diet sehat di internet tanpa melakukan konsultasi ke ahlinya bisa berujung petaka bagi kesehatan. Hal ini yang dialami seorang ibu rumah tangga berusia 56 tahun dengan berat badan 110 kg di India.

Ia harus dilarikan ke rumah sakit, setelah nekat mengganti makanan utamanya dengan konsumsi jus sayuran pekat. Ini dilakukannya demi menurunkan berat badan dengan cepat.

Alih-alih mendapatkan tubuh langsing yang diimpikan, wanita tersebut justru didiagnosis mengidap gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI), setelah tiga bulan menjalani diet ekstrem tersebut.

Kisah tragis ini bermula saat wanita yang tidak disebutkan namanya tergiur oleh video edukasi diet di televisi dan internet. Demi memangkas berat badannya, ia memutuskan untuk berhenti total mengonsumsi karbohidrat seperti nasi.

Sebagai gantinya, ia hanya mengonsumsi jus sayuran hijau pekat dalam jumlah masif setiap hari, yang terdiri dari campuran labu air, amla (malaka), labu abu, dan daun fenugreek.

Namun, setelah tiga bulan berjalan, tubuhnya mulai menunjukkan sinyal bahaya. Ia mengalami muntah-muntah secara terus-menerus dan pembengkakan parah pada kedua kakinya.

Hasil pemeriksaan darah di klinik setempat menunjukkan adanya lonjakan drastis pada kadar kreatinin serumnya, dari angka normal 1,0 mg/dL meroket hingga 3,0 mg/dL. Kondisi ini menandakan penurunan fungsi ginjal secara drastis.

Ia pun langsung dirujuk ke tim spesialis nefrologi di Manipal Hospital Millers Road.

Untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan ginjal tersebut, tim dokter melakukan tindakan biopsi atau pengambilan sampel jaringan ginjal. Hasil di bawah mikroskop menunjukkan adanya endapan kristal oksalat yang sangat padat di seluruh jaringan ginjalnya.

"Oksalat adalah senyawa alami yang ditemukan dalam sayuran hijau dan aman jika dikonsumsi dalam batas wajar," jelas Dr Kallappa Baligeri, salah satu dokter spesialis nefrologi yang menangani pasien tersebut.

"Namun, karena pasien mengonsumsi jus sayur pekat dalam jumlah sangat besar selama 3 bulan, tubuhnya menyerap senyawa tersebut secara berlebihan hingga mengkristal di dalam ginjal dan memicu peradangan hebat," lanjutnya, dikutip dari Times of India.

Penangan yang Dilakukan

Dr Baligeri menegaskan, beruntung kondisi ini cepat terdeteksi melalui biopsi sebelum terjadi jaringan parut permanen. Jika terlambat sedikit saja, wanita tersebut terancam kehilangan fungsi ginjalnya secara total.

Penanganan yang diberikan dokter terbilang sederhana dan ketat. Pasien diwajibkan menghentikan total diet jus ekstrem tersebut, kembali ke pola makan normal yang seimbang, menjaga hidrasi tubuh dengan baik, dan menjalani program penurunan berat badan yang aman secara medis.

Setelah satu setengah bulan menjalani perawatan dan mengembalikan pola makan sehat, fungsi ginjal pasien berangsur membaik dan kadar kreatinin serumnya berhasil kembali normal ke angka 1,0 mg/dL.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa makanan yang dicap 'sehat' sekalipun bisa menjadi racun mematikan jika dikonsumsi secara berlebihan dan dengan cara yang salah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.