NEW DELHI: Carlos Queiroz telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim nasional Ghana setelah perjalanan Black Stars di Piala Dunia FIFA 2026 berakhir dengan kekalahan 1-0 dari Kolombia pada babak 32 besar.
Pelatih asal Portugal berusia 73 tahun itu mengumumkan keputusannya melalui unggahan emosional di Instagram pada hari Minggu, menyatakan bahwa ia bangga dengan perjuangan tim meskipun hasil akhirnya mengecewakan.
“Kami tidak dapat mengatakan bahwa kami sepenuhnya puas secara olahraga, tetapi kami dapat dengan bangga menyatakan bahwa kami telah menghormati warna Ghana dan mengembalikan rasa hormat serta kredibilitas Black Stars di panggung sepak bola terbesar dunia.”
Ghana menunjukkan peningkatan di bawah asuhan Queiroz
Queiroz mengambil alih posisi pelatih Ghana pada bulan April setelah Otto Addo dipecat. Saat itu, Black Stars tengah mengalami empat kekalahan beruntun.
Sebelum Piala Dunia, Ghana kalah dari Meksiko dan bermain imbang melawan Wales dalam laga uji coba.
Tim ini memulai kampanye Piala Dunia dengan kemenangan atas Panama di Grup L. Hasil imbang tanpa gol melawan Inggris membantu Ghana melaju ke babak gugur sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik, meskipun kalah dari Kroasia pada pertandingan terakhir fase grup.
Namun, Ghana kesulitan di babak 32 besar melawan Kolombia, hanya mencatat delapan percobaan tembakan tanpa satu pun yang mengarah ke gawang sebelum akhirnya tersingkir dari turnamen.
‘Kamu menang atau kamu belajar’
Menanggapi perjalanan timnya, Queiroz mengatakan bahwa pengalaman ini akan menjadi pelajaran berharga bagi perkembangan skuad.
“Sepak bola, seperti halnya kehidupan, mengajarkan kita satu pelajaran abadi: kamu menang atau kamu belajar. Saya meninggalkan perjalanan ini dengan rasa bangga atas apa yang telah kami capai, namun juga dengan rasa tidak puas yang sehat dari seseorang yang selalu ingin lebih. Mencapai level yang lebih tinggi seharusnya tidak menjadi tujuan akhir — melainkan awal dari ambisi yang lebih besar lagi.”
Seruan untuk dukungan yang lebih baik di luar lapangan
Queiroz juga menekankan pentingnya dukungan yang lebih kuat bagi sepak bola Ghana di luar lapangan untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan.
“Masa depan Black Stars tidak akan dibangun hanya di atas lapangan. Kesuksesan Black Stars harus dimulai dari luar lapangan, dengan menciptakan lingkungan terbaik untuk mempersiapkan, melindungi, dan mengembangkan bakat luar biasa sepak bola Ghana.”
Kontroversi Thomas Partey selama Piala Dunia
Masa kepelatihan Queiroz juga menjadi sorotan karena keputusannya memasukkan Thomas Partey ke dalam skuad Ghana untuk Piala Dunia, sementara sang gelandang masih menunggu proses pengadilan di London atas beberapa tuduhan pemerkosaan.
Partey absen dalam pertandingan pertama Ghana setelah permohonan visanya ke Kanada ditolak, keputusan yang dilaporkan membuat pemerintah Ghana kecewa.
Ia kemudian tampil dalam pertandingan melawan Inggris, Kroasia, dan Kolombia. Dalam laga melawan Inggris di Amerika Serikat, Partey mendapat cemoohan dari penonton yang sebagian besar mendukung Inggris.