Cara Mengendalikan GERD Menurut Dokter Spesialis, Mulai dari Pola Makan hingga Gaya Hidup
Arie Noer Rachmawati July 06, 2026 10:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease dapat dikendalikan dengan langkah sederhana yang berfokus pada perubahan gaya hidup sehari-hari.

Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada (heartburn), hingga rasa asam di mulut.

Dokter spesialis gastroenterologi, hepatologi, dan endoskopi, Dr. Juanda Leo Hartono, menjelaskan pengendalian GERD tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola hidup sehat.

Dalam tayangan YouTube Tribun Health, dokter spesialis gastroenterologi, hepatologi, & endoskopi Dr. Juanda Leo Hartono menjelaskan pola hidup sehat memiliki peran besar dalam mengurangi kekambuhan GERD.

Baca juga: Nyeri di Dada Pasca Olahraga? Efek Asam Lambung atau Tanda Masalah Jantung?

Batasi Makanan Pemicu GERD

Menurut Dr. Juanda, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperhatikan pola makan.

Penderita GERD disarankan mengurangi konsumsi makanan pedas dan berlemak karena dapat memicu naiknya asam lambung.

Selain itu, konsumsi kopi dan makanan olahan (processed food) juga sebaiknya dibatasi.

"Jadi pertama dari makanan, kalau bisa kurangi makanan pedas, yang berlemak. Kalau boleh kopi misalnya ya, atau processed food (makanan olahan) misalnya." kata Dr. Juanda, dalam tayangan di YouTube Tribun Health, Rabu (1/7/2026), dikutip dari Tribunnews.

Pemilihan makanan yang lebih sehat dapat membantu mengurangi iritasi pada saluran pencernaan sekaligus menekan risiko munculnya gejala.

Baca juga: Apa itu Air Tajin? Ternyata Bisa Mengobati Penyakit Asam Lambung, Simak Penjelasan dr Zaidul Akbar

Rutin Berolahraga

Olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik.

Dr. Juanda menjelaskan aktivitas fisik dapat membantu merangsang pergerakan lambung dan usus, sehingga makanan lebih cepat bergerak ke saluran pencernaan bagian bawah.

Dengan demikian, risiko makanan dan asam lambung naik kembali ke kerongkongan dapat berkurang.

"Kemudian yang penting juga olahraga. Karena dengan olahraga, lambung atau usus kita itu juga bergerak. Jadi dia bisa membantu supaya makanannya agak turun ke bawah," jelasnya.

Jaga Berat Badan Ideal

Obesitas menjadi salah satu faktor yang semakin sering ditemukan pada penderita GERD.

Menurut Dr. Juanda, menurunkan berat badan bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan dapat membantu mengendalikan gejala GERD.

Berat badan yang lebih ideal akan mengurangi tekanan pada rongga perut sehingga peluang asam lambung naik ke kerongkongan menjadi lebih kecil.

"Kemudian juga, sekarang ini yang makin banyak itu sebenarnya obesitas. Jadi kalau misalnya (berat badan) bisa dikurangkan, GERD-nya juga akan lebih terkontrol," ungkap Dr. Juanda.

Hindari Kebiasaan Merokok

Salah satu fakta yang cukup mengejutkan adalah hubungan antara merokok dan GERD.

Dr. Juanda menegaskan merokok merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan atau memperburuk GERD.

Ia mengaku jarang membahas hal tersebut saat praktik di Singapura karena angka perokok di sana relatif rendah.

Namun, di Indonesia, kebiasaan merokok masih cukup tinggi sehingga penting untuk menjadi perhatian masyarakat.

"Nah, satu lagi yang mungkin lebih sering di sini. Kalau di Singapura enggak ada yang merokok, kalau di sini kan lebih banyak ya. Jadi, merokok juga bisa menyebabkan GERD." jelas Dr. Juanda.

Menghentikan kebiasaan merokok tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan paru-paru dan jantung, tetapi juga membantu mengurangi risiko kambuhnya GERD.

Baca juga: Lambung Bocor di Laut, 6 ABK KLM Sejarah Tirta Abadi Diselamatkan Kapal Suplai PHE WMO di Gresik

Atur Waktu Makan Malam

Selain jenis makanan, waktu makan juga tidak kalah penting.

Dr. Juanda menyarankan agar seseorang tidak langsung tidur setelah makan malam.

Idealnya, beri jeda sekitar tiga hingga empat jam antara makan terakhir dan waktu tidur.

Menurutnya, lambung memerlukan waktu sekitar empat jam untuk memindahkan makanan ke saluran pencernaan berikutnya.

Jika seseorang langsung berbaring setelah makan, risiko asam lambung naik ke kerongkongan akan meningkat.

"Kemudian juga, kalau bisa makan malamnya itu agak dijaga. Kalau bisa, tidurnya atau baringnya itu dijarakkan sekitar 3 sampai 4 jam sesudah makan terakhir. Karena perut itu sesudah menerima makanan, dia perlu sekitar 4 jam untuk turun ke bawah," katanya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.