TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jambi baru saja kehilangan seorang tokoh, Kemas Arsyad Somad, mantan Rektor Universitas Jambi dua periode, Senin (6/7/2026) sore.
Kemas Arsyad Somad lahir dari keluarga ulama. Ayahnya, KH Kemas Abdussomad, merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Jambi.
Siapa sebenarnya KH Kemas Abdussomad pendiri NU Jambi?
Dalam Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 03, No. 02, Desember 2019 (online-journal.unja.ac.id), Supian menuliskan perjalanan KH Kemas Abdussomad mendirikan NU Jambi
Berikut petikan Jurnal Ilmu Humaniora yang berjudul: Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jambi dan Perannya Terhadap Tradisi dan Budaya Melayu --History of Nahdlatul Ulama (NU) Jambi Province and Its
Role of Tradition and Malay Culture--.
Perjalanan Pendidik Madrasah Nurul Islam Tanjung Pasir
KH Kemas Abdussomad (1897-1984), seorang ulama kharismatik yang jejak pengabdiannya tak terpisahkan dari sejarah Islam, perjuangan kemerdekaan, dan lahirnya Provinsi Jambi.
KH Kemas Abdussomad merupakan produk sejarah yang hidup di tengah berbagai peristiwa besar bangsa.
Meski berasal dari kalangan sederhana, ia tidak pernah tercerabut dari akar kampung halamannya.
Seumur hidupnya, ia mengabdikan diri sebagai pendidik di Madrasah Nurul Islam Tanjung Pasir, Jambi, sekaligus menjadi panutan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Dalam masa perjuangan kemerdekaan, KH Kemas Abdussomad turut terlibat melalui Lasykar Hizbullah Sabilillah.
Perjuangannya tidak berhenti di sana. Ia juga berada di garda depan memperjuangkan status Provinsi Jambi, serta mendirikan dan membesarkan NU Jambi.
Sejak tahun 1939 hingga akhir hayatnya, ia menjabat sebagai Rais ‘Aam Dewan Syuriah NU Jambi selama kurang lebih 45 tahun.
Aktivitas dakwah menjadi napas hidupnya. Di mana pun berada, KH Kemas Abdussomad senantiasa menyampaikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan ramah dan moderat.
Sikap tanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat yang dipimpinnya menjadi benang merah perjalanan hidupnya sejak masa kecil hingga puncak pengabdian.
Bukan jabatan atau luasnya medan kiprah yang menonjol dari sosok ini, melainkan konsistensi sikapnya.
Ia dikenal lugas dalam menyelesaikan persoalan, tegas dalam melayani kepentingan umum, serta sungguh-sungguh menuntaskan amanah yang dibebankan kepadanya.
Di tengah minimnya penulisan sejarah ulama Jambi, sosok KH Kemas Abdussomad menjadi figur penting yang layak diangkat ke ruang publik.
Hampir separuh perjalanan NU di Jambi tidak bisa dilepaskan dari peran ulama asal Jambi Kota Seberang ini (Kabirakbar, 2016).
Moderat dan Mudah Bergaul
KH Kemas Abdussomad dikenal aktif dalam berbagai unit sosial kemasyarakatan, mulai dari keluarga, organisasi kemasyarakatan, partai politik, pendidikan keagamaan, hingga pemerintahan.
Sikap moderat dan keterbukaannya membuat ia mudah bergaul dengan siapa pun tanpa sekat ideologi.
Ia juga dikenal memiliki sifat wara’, amanah, qana’ah, zuhud, tasamuh, tawadhu’, dan taqwa.
Nilai-nilai inilah yang memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya, khususnya dalam membesarkan NU Jambi.
Dalam perjalanan intelektualnya, KH Kemas Abdussomad pernah berguru ilmu hadis kepada ulama besar yang juga menjadi guru KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan, yakni Syaikh Ahmad Khatib dan Syekh Mahfud al-Tarmasy.
Ia juga menimba ilmu di Ma’had As-Shaulatiyah, Mekkah, lembaga pendidikan yang melahirkan banyak tokoh pergerakan Islam Indonesia.
Belajar di Tanah Arab
Pengalaman belajar di Tanah Arab serta menyaksikan dinamika sejarah Islam, termasuk munculnya gerakan Wahabi, membentuk karakter kepribadiannya yang matang, percaya diri, dan sangat toleran dalam pergaulan antartokoh dan antarulama.
Di sela kesibukannya sebagai mudir madrasah, KH Kemas Abdussomad aktif menjalin komunikasi dan persahabatan dengan tokoh-tokoh pergerakan Jambi dari berbagai latar belakang.
Relasi lintas sektor inilah yang turut memperkuat posisi NU Jambi dalam kehidupan sosial dan politik daerah.
Selain membesarkan jam’iyyah NU, KH Kemas Abdussomad juga memainkan peran penting dalam proses lahirnya Provinsi Jambi.
Dalam berbagai fase perjalanan NU—baik sebagai organisasi keagamaan maupun saat terjun ke politik—ia selalu hadir memberikan kontribusi strategis.
Setiap muktamar NU, pertemuan besar organisasi, hingga kepanitiaan pembentukan Provinsi Jambi, KH Kemas Abdussomad tercatat tidak pernah absen.
Perannya dirasakan signifikan, bukan hanya bagi NU Jambi, tetapi juga bagi sejarah dan pembangunan Provinsi Jambi secara keseluruhan (Wawancara Kemas Arsyad Somad, 2019).
Baca juga: Breaking News Mantan Rektor Universitas Jambi Kemas Arsyad Somad Meninggal Dunia
Baca juga: Kecelakaan di Tebo Jambi - Bus Tabrak 2 Mobil dan Motor yang Parkir