TRIBUNNEWS.COM - "Biarkanlah Piala Dunia ini menjadi yang terakhir bagi saya. Namun saya berharap pertandingan melawan Spanyol bukan menjadi penutupnya," kata Ronaldo.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Spanyol, Selasa (7/7/2026) pukul 02.00 WIB, di Dallas Stadium, Ronaldo menyebut cukup banyak hal.
Salah satunya adalah soal pensiun dari timnas dan sepak bola pada umumnya.
Ia mengakui usianya tak muda lagi, sebagaimana yang pernah terjadi padanya dalam beberapa tahun ke belakang.
Namun ia tak menyesali apa pun dari perjalannya.
CR7 bangga dengan apa yang diraih dan akan diraih di sisa kariernya yang tak akan lama lagi.
Di tengah gonjang-ganjing itu, ia memastikan fokusnya untuk Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 tak akan buyar.
Ia akan memastikan Portugal bisa melaju sejauh mungkin di ajang empat tahunan tersebut.
"Portugal butuh pemimpin yang punya suara vokal di lapangan. Siapa lagi kalau bukan Ronaldo," ujar Gigih, seorang football enthusiast, dalam Podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Cerita dari Piala Dunia: Bahagianya Pemilik Restoran Khas Portugal oleh Cristiano Ronaldo
Kehadiran Ronaldo, mau tidak mau, harus dilihat lebih dari sekadar pemain di atas lapangan.
Ia adalah simbol dan pemersatu skuad Portugal.
Di tengah nama besarnya itu, masih ada impian yang masih sangat sulit diraih.
Menjuarai Piala Dunia menjadi salah satu impian yang ingin diwujudkan CR7.
Ia bakal dipuja seluruh belahan Portugal jika bisa melakukannya.
Bahkan para seniornya seperti Eusebio hingga Luis Figo gagal melakukan misi besar tersebut.
Kini Portugal datang dengan pasukan yang berbeda.
Pemain-pemain matang di klub masing-masing menunggu arahan Ronaldo di atas lapangan.
Hal yang juga disayangkan adalah skenario Portugal tak selalu mulus.
Mereka tak bisa memenangkan pertandingan dengan nyaman selama di Piala Dunia 2026 kali ini.
Bisa dibilang hanya laga melawan Uzbekistan yang menjadi paling mulus dijalani Portugal.
Selebihnya, para pemain harus bekerja keras mendapatkan momentum yang bisa diubah menjadi gol.
"Kalian semua berharap aku tidak akan kembali ke turnamen ini lagi, bukan? Kalian sudah tidak ingin melihatku di sini lagi?" kata Ronaldo dalam konferensi pers tersebut.
"Hari itu akan datang. Cepat atau lambat, hari itu pasti akan tiba."
"Namun, aku akan berbicara terus terang kepada kalian. Apa pun yang terjadi besok, aku akan meninggalkan tempat ini dengan hati yang tenang. Bukan seratus persen, melainkan seribu persen."
"Tahukah kalian mengapa bisa begitu? Karena dalam hidup, dan juga dalam sepak bola, aku telah melakukan segala yang bisa kulakukan. Semangat dan hasratku untuk terus bermain selama bertahun-tahun ini bukanlah karena kebutuhan, seperti yang kalian tahu."
"Syukurlah, kehidupanku berjalan dengan baik. Tapi semua ini soal gairah."
"Aku bermain untuk tim nasional dan klub-klub yang kubela karena aku mencintai sepak bola, mengerti?" paparnya.
Rasa cintanya kepada sepak bola menjadi pendorong utama dirinya terus memacu diri bagi Timnas Portugal di ajang ini.
Ia tak mungkin melakukannya jika tak memiliki rasa cinta yang besar kepada negaranya.
CR7 pastinya ingin memberikan trofi Piala Dunia kepada Portugal.
Namun sebegaimana yang ia tahu, keinginan saja tak akan membuat perubahan.
Ia harus bisa menjadi aktor perubahan itu dengan salah satunya memberikan kontribusi permainan di atas lapangan.
Pertandingan melawan Spanyol bisa menjadi bukti paling besar bagi sang pemain nantinya.
(Tribunnews.com/Guruh)