TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada awal pekan, meskipun aktivitas perdagangan terpantau relatif sepi.
Pada perdagangan Senin (6/7), IHSG naik 0,69 persen ke level 5.916,07. Namun, dengan total volume sekitar 19,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp 9,4 triliun, lebih rendah dari rata-rata harian yang mencapai 41 miliar saham dan Rp 24 triliun.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, penguatan IHSG terjadi di tengah tekanan dari sejumlah sentimen global dan domestik.
"Harga minyak WTI berada di bawah 69 dolar AS per barel, level terendah sejak Februari, seiring kekhawatiran kelebihan pasokan akibat pemulihan distribusi melalui Selat Hormuz, serta rencana peningkatan produksi OPEC+," katanya, kepada Kontan, Senin (6/7).
Selain itu, harga emas juga terkoreksi akibat penguatan dolar AS. Di sisi lain, nilai tukar rupiah kembali melemah 0,23 persen ke level Rp 17.995 per dolar AS.
Secara sektoral, saham consumer non-cyclical mencatatkan penguatan terbesar sebesar 1,26 persen, sementara sektor infrastruktur mengalami koreksi tipis sebesar 0,05 persen.
Dari sisi teknikal, Alrich menilai, IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan. "IHSG ditutup di atas MA5 dan MA10, namun masih di bawah MA20. Histogram MACD positif melebar dan Stochastic RSI menguat di area pivot, sehingga IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000," ucapnya.
Sejalan, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, pergerakan IHSG masih didominasi volume pembelian dan sejalan dengan pergerakan bursa Asia.
"IHSG ditutup menguat 0,69 persen ke 5.916,07 dan masih didominasi volume pembelian, meskipun pergerakan rupiah dan harga komoditas cenderung melemah," bebernya.
Untuk perdagangan Selasa (7/7), Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. "IHSG berpotensi menguat dengan support di 5.899 dan resistance di 5.940," ujarnya.
Sentimen
Dari sisi sentimen, pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia. Selain itu, pergerakan rupiah yang diperkirakan melemah hingga menguji level Rp 18.116 per dolar AS turut menjadi perhatian.
Di sisi lain, harga komoditas seperti emas dan minyak juga dinilai rawan mengalami koreksi, yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG. Herditya pun merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor, antara lain BBRI, MDKA, dan TINS.
Sementara, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menyatakan, IHSG pada pekan ini berpotensi menguji level 5.900-6.000. Ia menyebut, sentimen global yang mulai membaik serta kondisi teknikal yang sudah memasuki area oversold menjadi pendorong utama penguatan tersebut.
“IHSG berpeluang menguji 5.900-6.000 didorong sentimen global membaik dan technical rebound dari oversold,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan investor untuk tetap mencermati kondisi likuiditas pasar. Rata-rata nilai transaksi harian tercatat mengalami penurunan signifikan hingga 36 persen, yang mencerminkan likuiditas yang menipis dan berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.
Wafi mengungkapkan, penguatan yang terjadi saat ini belum dapat dikonfirmasi sebagai awal dari pembalikan tren (trend reversal). Terdapat sejumlah prasyarat yang perlu terpenuhi sebelum IHSG benar-benar berbalik arah.
Ia menyebut, setidaknya ada tiga indikator utama yang perlu diperhatikan, yakni aliran dana asing (foreign inflow) yang konsisten selama 2-3 pekan berturut-turut, stabilitas nilai tukar rupiah di bawah level Rp 17.500 per dolar AS, serta tidak adanya sentimen negatif tambahan terkait MSCI hingga November 2026.
Dari sisi sentimen, Wafi menyampaikan, masih terdapat sejumlah faktor yang berpotensi menjadi pemberat pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Di antaranya tekanan dari isu MSCI, suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih berada di level 5,75 persen sehingga menekan sektor sensitif suku bunga, nilai tukar rupiah yang masih rentan, serta aksi jual bersih oleh investor asing.
“Investor asing masih mencatatkan net sell, ini menjadi satu faktor yang membatasi penguatan IHSG,” imbuhnya. (Kontan/Muhammad Alief Andri)