Pemain bintang Newcastle United, Dan Burn, tampil luar biasa di lapangan dan mengungkapkan rasa syukurnya karena terpilih dalam skuad tim nasional Inggris untuk Piala Dunia 2026. Meski jutaan penggemar di seluruh dunia terkesima dengan penampilannya yang memecahkan rekor, banyak yang penasaran dengan alasan mengapa ia hanya memiliki sembilan jari.
Bek Inggris Dan Burn menceritakan kembali insiden traumatis yang membuatnya kehilangan satu jari saat masih kecil, di tengah performanya yang gemilang di Piala Dunia 2026. Burn tidak pernah enggan berbicara tentang kecelakaan tragis yang menimpanya pada usia 13 tahun, meski banyak orang masih terkejut mendengarnya.
Walau sempat menimbulkan komentar negatif terhadap dirinya, Burn selalu jujur dan terbuka mengenai kejadian yang mengubah hidupnya sejak masa kanak-kanak. Baru-baru ini, dalam wawancara bersama Sky Sports, pemain Newcastle United tersebut menceritakan kembali peristiwa itu. Ia berkata, “Saat itu saya sedang jalan dengan beberapa teman dan mencoba pamer di depan sekelompok gadis. Seekor kelinci kabur dan masuk ke pusat komunitas.”
Pemain berusia tinggi ini melanjutkan, “Saya melompati pagar tanpa tahu ada gerbang di sisi lain. Saya memakai cincin pemberian kakek saya, terbuat dari uang shilling lama, cukup kuat. Saat saya melompat, ujung pagar tersangkut di cincin itu, dan ketika saya jatuh, jari saya robek.”
Burn kemudian menjelaskan bagaimana lengannya tiba-tiba mati rasa sebelum ia menyadari parahnya cedera tersebut. Ia berkata, “Saya tidak bisa melihat... saya mengenakan jaket tahan air. Tangan saya mati rasa, saya kira tulang tangan saya patah. Lalu saya buka jaket itu, dan saya sadar ada yang tidak beres.”
Ia menambahkan, “Saya rasa saya tidak akan pernah melupakan malam itu.”
Meskipun mengalami cedera parah, Dan Burn tetap menjalani hidupnya seperti biasa, meski menghadapi berbagai kesulitan setelah kejadian traumatis di usia 13 tahun itu. Ia mengenang masa remajanya saat pergi ke McDonald’s bersama pacarnya dan mengalami kesulitan saat membayar dengan uang tunai.
Burn berkata, “Saya ingat saat pertama kali pergi dengan pacar saya, kami masih menggunakan uang tunai. Jadi kalau ke McDonald’s lewat drive-thru, ketika saya menyerahkan uang dan kembalian diberikan, koinnya sering jatuh di sela-sela jendela mobil karena posisi tangan saya.”
Ia mengaku fitur pembayaran tanpa kontak menjadi penyelamat baginya. “Saya membuka pintu tapi tetap tidak bisa mengambil uang itu, jadi saya biarkan saja dan pergi. Jadi pembayaran tanpa kontak adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya,” ujarnya sambil tertawa.
Sudah puluhan tahun berlalu sejak kejadian itu, dan kini Burn telah beradaptasi sepenuhnya dengan kehidupannya, menjadi salah satu atlet paling elit di dunia. Meski baru debut di usia 32 tahun, ia telah membuktikan kemampuannya di lapangan hijau.
Setelah Inggris mengalahkan Meksiko, Burn berbagi pengalamannya bermain melawan tim tersebut. Ia berkata, “Suasananya luar biasa. Lagu kebangsaan Meksiko begitu keras sampai saya hampir tuli di akhir lagu.”
Meski sempat beredar kabar bahwa para pemain Inggris merasa kurang bugar saat menghadapi Meksiko, Burn menegaskan, “Itu pengalaman yang luar biasa. Menurut saya pertandingan itu memang pantas digelar di stadion ini, sangat seru.”
Menjelang laga perempat final melawan Norwegia di Miami pada hari Sabtu, Burn menyatakan, “Tidak mengherankan jika Norwegia bisa sampai tahap ini. Dari babak kualifikasi, mereka selalu menang, dan mereka punya (Erling) Haaland, salah satu penyerang terbaik di dunia. Ini akan menjadi tantangan besar bagi kami, tapi saya ingin menikmatinya.”
Pertandingan Inggris vs Norwegia diprediksi akan menjadi salah satu laga paling menarik di Piala Dunia FIFA 2026, karena kedua tim merupakan kandidat kuat untuk melaju lebih jauh. Tim Inggris telah memecahkan berbagai rekor dengan performa konsisten, mengalahkan Kroasia, bermain imbang melawan Ghana, serta menundukkan Panama, Kongo, dan Meksiko.
Namun, Norwegia juga tampil mengesankan di turnamen kali ini dengan kemenangan atas Irak, Senegal, Prancis, Brasil, dan Pantai Gading. Jutaan penggemar di seluruh dunia mendukung tim tersebut dan bintang utamanya, Erling Haaland.
Bagi Dan Burn, bermain di Piala Dunia FIFA 2026 adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Ia sering menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pelatih karena telah memberinya kesempatan bergabung dalam skuad. “Saya tidak bisa berhenti tersenyum... Itu momen yang sangat spesial bagi saya, mengetahui keluarga saya menyaksikannya bersama saya,” katanya.
Ia menambahkan, “Bermain di stadion itu sangat luar biasa, dan merayakannya bersama para pendukung membuatnya semakin istimewa. Saya punya banyak pengalaman sebagai pemain, tapi belum pernah di turnamen sebesar ini.”
Burn menutup dengan mengatakan, “Saya hanya berusaha menikmati setiap momen, bekerja keras, dan siap kapan pun tim membutuhkan saya.” Dengan miliaran penonton yang menantikan laga Sabtu ini, pertandingan Inggris melawan Norwegia dipastikan akan menjadi tontonan yang menegangkan di berbagai belahan dunia.