Cristiano Ronaldo menyeka matanya saat peluit akhir berbunyi di Stadion Dallas, Arlington, Texas, pada Senin malam. Ia berdiri menatap tribun, memberikan tepuk tangan terakhir kepada para penggemar dengan mengenakan seragam Piala Dunia untuk terakhir kalinya. Spanyol mengalahkan Portugal 1-0 melalui sundulan Mikel Merino pada masa tambahan waktu untuk melaju ke perempat final. Dengan satu gol itu, kisah Ronaldo di Piala Dunia berakhir. Enam turnamen, 27 penampilan, 11 gol, dan segudang kenangan kini resmi menjadi bagian dari sejarah.
“Saya sedih harus meninggalkan Piala Dunia dengan cara seperti ini,” ujar Ronaldo seusai pertandingan. “Seperti yang saya katakan kemarin, saya sudah memberikan segalanya, dan saya pergi dengan hati yang tenang. Itulah kehidupan seorang pesepak bola. Kita harus terus melangkah ke depan.”
Pada usia 41 tahun, Ronaldo menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia, dan ia menambah tiga gol lagi di turnamen kali ini. Namun, satu trofi yang selalu luput dari genggamannya adalah Piala Dunia — satu-satunya kekosongan dalam koleksi prestasinya yang sudah mencakup lima penghargaan Ballon d’Or, satu gelar Kejuaraan Eropa tahun 2016, dan dua gelar UEFA Nations League bersama Portugal. Capaian terjauhnya di Piala Dunia terjadi pada tahun 2006, ketika ia membantu Portugal mencapai babak semifinal di debut turnamennya.
“Saya sudah memberikan segalanya. Saya telah memenangkan tiga gelar bersama Portugal,” katanya. “Gelar Euro 2016 memiliki nilai yang setara dengan Piala Dunia.”
Ronaldo menegaskan bahwa ini adalah Piala Dunia terakhirnya, meski ia belum secara resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional. Ia mengatakan akan meluangkan waktu untuk berpikir dan bersama keluarganya sebelum mengambil keputusan akhir.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, memberikan penghormatan penuh kepadanya. “Kita sedang membicarakan seorang ikon dalam sepak bola,” ujarnya. “Tidak banyak pemain seperti Cristiano Ronaldo. Kita harus berterima kasih atas apa yang ia berikan di Piala Dunia ini. Ia adalah teladan, bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai manusia di balik sosok olahragawan itu.”
Ronaldo mengakhiri perjalanan Piala Dunia-nya dengan 27 penampilan — jumlah terbanyak kedua setelah Lionel Messi yang mencatatkan 30 — dan 11 gol, yang menempatkannya di posisi kesembilan dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen.
Ia menginginkan Piala Dunia lebih dari apa pun. Sepak bola telah memberinya hampir segalanya, kecuali trofi itu. Pada malam di Texas itu, mimpi yang tak pernah menjadi kenyataan akhirnya berpamitan, dan Ronaldo, dengan mata berkaca-kaca, melangkah menuju terowongan sambil terus memberi tepuk tangan kepada para pendukungnya.