Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK–Perum Bulog Kantor Cabang Lebak-Pandeglang diklaim telah menyerap gabah hasil panen petani di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.
Ketua Kelompok Tani Desa Malingping Selatan, Solaeman, mengatakan, sebagian besar petani di Kecamatan Malingping memilih menjual hasil panennya kepada Bulog karena dinilai lebih menguntungkan dibandingkan menjual kepada tengkulak.
"Sementara ini penyerapan gabah ke Bulog memang lebih diutamakan dan lebih bagus dibandingkan ke tengkulak," kata Solaeman saat dihubungi Tribunbanten.com melalui sambungan telepon, Selasa (7/7/2026).
Meski demikian, ia menyebut tidak seluruh petani menjual gabahnya ke Bulog. Sebagian masih memilih menjual kepada tengkulak, tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing.
"Kalau semua sih tidak. Ada juga yang menjual ke tengkulak. Tapi untuk kelompok tani memang disarankan menjual ke Bulog," ujarnya.
Baca juga: Meski Gunung Anak Krakatau Siaga, Nelayan Pandeglang Tetap Melaut Demi Menghidupi Keluarga
Menurut Solaeman, Bulog saat ini membeli Gabah Kering Panen (GKP) dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.
"Normalnya Rp6.500 per kilogram untuk GKP. Kalau Gabah Kering Giling (GKG) saya belum tahu," ucapnya.
Ia menilai selisih harga gabah antara Bulog dan tengkulak tidak terlalu jauh karena bergantung pada kualitas gabah yang dijual.
"Kadang-kadang harga Bulog lebih tinggi, kadang-kadang justru tengkulak yang lebih tinggi. Tergantung kualitas gabahnya," katanya.
Solaeman menambahkan, keberadaan Bulog yang menyerap gabah petani cukup membantu, terutama dalam menekan beban biaya pascapanen yang menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha tani.
"Biaya yang paling mahal itu pascapanen. Kalau pupuk sudah dibantu subsidi, tetapi untuk obat-obatan masih non-subsidi. Jadi petani tinggal memilih menjual ke mana yang paling menguntungkan," pungkasnya.