Setelah meluncurkan awan panas guguran pada Senin (6/7/2026) malam, Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava pijar pada Selasa (7/7/2026) dini hari.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh BPPTKG, dalam periode pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat ada 11 kali guguran lava pijar ke arah Kali Sat/Putih.
Guguran lava pijar ini meluncur sejauh maksimal 2000 meter dari puncak.
"Teramati 11 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter,"tulis dalam laporan harian yang dirilis di laman magma.esdm.go.id.
Dalam periode yang sama, tercatat 28 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-25 mm dan lama gempa 42.33-196.32 detik.
Kemudian 18 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-43 mm, S-P 0.5-0.7 detik dan lama gempa 13.89-52.99 detik.
Sementara secara visual, puncak gunung terlihat jelas.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 15 meter dari puncak.
Cuaca cerah hingga berawan, angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 13.9-18.4°C. Kelembaban 71-100 persen. Tekanan udara 874.8-918.6 mmHg.
Sampai saat ini Gunung Merapi masih berstatus Level III atau siaga.
BPPTKG merekomendasi sejumlah hal terkait dengan potensi bahaya Gunung Merapi.
Di antaranya :