MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melantik 5 pengurus sekaligus pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar periode 2026-2031, di Rujab Wali Kota Makassar, Jalan Haji I Saleh Daeng Tompo, Makassar, Sulsel, Senin (6/7/2026).
Kelimanya adalah Usman Sofian,Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Akhyar Amnur, dan Yusriani.
Mereka representasi ulama (Usman), profesional (Yusran), dan ormas Islam (Azis, Akhyar, dan Yusriani).
Usman merupakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar sejak 2024 hingga 2025, lalu kini dipercaya menjabat Ketua Baznas Makassar.
Sama seperti Usman, Yusran juga Nahdliyin.
Sementara, Azis kader Muhammadiyah; dan Akhyar dari Wahdah Islamiyah.
Yusriani berlatar belakang Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan alumnus kampus itu untuk program S1.
Sama seperti Yusriani, Usman menyelesaikan S1 hingga S3 di UMI; dan Azis juga menyelesaikan S2-nya di kampus yang sama.
Jika latar belakang mereka dirangkum, 3 dari 5 pengurus Baznas Makassar alumni UMI serta 2 dari 5 merupakan Nahdliyin.
Wali Kota Makassar mengaku, latar belakang pengurus yang beragam menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan pimpinan Baznas ditambah kinerja pengurus periode sebelumnya dinilai sangat baik.
Baca juga: Cari Amil Profesional dan Amanah, 10 Calon Pimpinan BAZNAS Makassar Jalani Verifikasi Faktual
"Tentu untuk menentukan pimpinan Baznas Kota Makassar bukanlah hal yang mudah untuk bisa kita lakukan. Apalagi, kinerja para pengurus Baznas periode sebelumnya bekerja dengan sangat baik dan sangat luar biasa," kata Munafri.
Dia pun menantang mereka menunjukkan kinerja lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.
"Ini sekaligus memberikan tantangan kepada pengurus yang baru dilantik untuk bisa berbuat yang lebih baik, memaksimalkan potensi umat yang dimiliki untuk memastikan Baznas Kota Makassar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan yang ada di Kota Makassar bersama dengan pemerintah," ujarnya.
Dikutip dari situs Baznas, potensi zakat di Kota Makassar diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun per tahun.
Namun, realisasi pengumpulannya oleh Baznas Makassar baru berkisar antara Rp10 miliar hingga Rp11 miliar per tahun dalam 3 tahun terakhir, sehingga masih ada kesenjangan yang besar dan ruang optimalisasi.
Ketua Baznas Kota Makassar periode 2026-2031, Usman Sofian mengatakan, fokus awal kepengurusan baru adalah memperkuat tata kelola pengelolaan zakat melalui penyusunan basis data yang lebih akurat.
Menurutnya, Baznas tidak hanya membutuhkan data mustahik atau penerima manfaat zakat, tetapi juga data potensi muzakki yang memiliki kewajiban menunaikan zakat.
"Yang pertama perlu kita lakukan adalah memahami betul potensi-potensi yang kita miliki. Karena itu kita memerlukan big data, bukan hanya data mustahik, tetapi yang jauh lebih penting adalah data potensi muzakki, termasuk potensi infak dan sedekah umat di Kota Makassar," ujar Usman.
Katanya, data yang akurat akan membuat pendistribusian zakat lebih tepat sasaran sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam pendayagunaan dana umat.
"Kami berlima memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan penghimpunan zakat hingga 25 sampai 30 persen dari capaian yang ada sekarang. Kami ingin memaksimalkan seluruh potensi zakat yang dimiliki Kota Makassar," katanya.
Menurutnya, selama ini kontribusi terbesar penghimpunan zakat masih berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Ke depan, Baznas akan memperluas jangkauan dengan menggandeng pelaku usaha, pengusaha, serta tokoh masyarakat yang memiliki potensi menjadi muzakki.
"Kami ingin membangun kesadaran berzakat di kalangan pengusaha dan masyarakat. Bisa jadi mereka ingin menyalurkan zakatnya, tetapi belum menemukan saluran yang tepat. Itu yang akan kami maksimalkan," ucapnya.
Selain memperluas basis muzakki, Usman juga menyiapkan transformasi digital sebagai strategi meningkatkan penghimpunan zakat.
Menurutnya, layanan zakat harus semakin mudah diakses masyarakat.
Ia berharap berbagai inovasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat sekaligus memperkuat peran Baznas sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar.
Munafri mengatakan, zakat merupakan instrumen strategis dalam pembangunan umat.
Selain bernilai ibadah, zakat juga memiliki fungsi sosial untuk mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan ekonomi, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Munafri berharap kepengurusan baru menghadirkan berbagai pembaruan.
Mulai dari inovasi program, perluasan layanan, penguatan digitalisasi pengelolaan zakat, hingga meningkatkan kepercayaan para muzakki.
Munafri juga mendorong Baznas memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, dunia usaha, lembaga pendidikan, masjid, hingga Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Di hadapan pengurus lembaga pengelola zakat itu, Munafri didampingi Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham dan Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, berpesan agar senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi dalam menjalankan amanah.
Menurutnya, tata kelola yang modern dan responsif akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Baznas.
Profil Pimpinan Baznas Kota Makassar Periode 2026–2031
1. Dr. H. Usman Sofian, S.Pd.I., M.Pd.I
Tempat, tanggal lahir: Bone, 4 Februari 1980
Pendidikan:
Pengalaman organisasi:
Pengalaman kerja:
2. H. Yusran Sofyan, SE., S.Kom., M.Si.
Tempat, tanggal lahir: Makassar, 13 November 1979
Pendidikan:
S1 STIM LPI Makassar (2007)
S1 STMIK Handayani Makassar (2013)
S2 Universitas Bosowa (2016)
Pengalaman kerja:
Pengalaman organisasi:
3. Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag., M.H.
Tempat, tanggal lahir: Ujung Pandang, 14 Desember 1971
Pendidikan:
Pengalaman kerja:
Pengalaman organisasi:
4. Prof. Dr. Yusriani, SKM., M.Kes.
Profesi: Dosen, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI)
Bidang kepakaran:
Pendidikan:
Pengalaman:
5. H. Akhyar Amnur, S.Pd., M.Pd.
Tempat, tanggal lahir: Makassar, 8 Oktober 1982
Pendidikan:
Pengalaman organisasi
Pengalaman usaha: