Alumni UMI Dominasi Pimpinan Baznas Makassar, 2 dari NU, 2 dari Muhammadiyah dan Wahdah Islamiyah
Edi Sumardi July 07, 2026 10:08 AM

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melantik 5 pengurus sekaligus pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar periode 2026-2031, di Rujab Wali Kota Makassar, Jalan Haji I Saleh Daeng Tompo, Makassar, Sulsel, Senin (6/7/2026).

Kelimanya adalah Usman Sofian,Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Akhyar Amnur, dan Yusriani.

Mereka representasi ulama (Usman), profesional (Yusran), dan ormas Islam (Azis, Akhyar, dan Yusriani). 

Usman merupakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar sejak 2024 hingga 2025, lalu kini dipercaya menjabat Ketua Baznas Makassar.

Sama seperti Usman, Yusran juga Nahdliyin.

Sementara, Azis kader Muhammadiyah; dan Akhyar dari Wahdah Islamiyah.

Yusriani berlatar belakang Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan alumnus kampus itu untuk program S1.

Sama seperti Yusriani, Usman menyelesaikan S1 hingga S3 di UMI; dan Azis juga menyelesaikan S2-nya di kampus yang sama.

Jika latar belakang mereka dirangkum, 3 dari 5 pengurus Baznas Makassar alumni UMI serta 2 dari 5 merupakan Nahdliyin.

Wali Kota Makassar mengaku, latar belakang pengurus yang beragam menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan pimpinan Baznas ditambah kinerja pengurus periode sebelumnya dinilai sangat baik.

Baca juga: Cari Amil Profesional dan Amanah, 10 Calon Pimpinan BAZNAS Makassar Jalani Verifikasi Faktual

"Tentu untuk menentukan pimpinan Baznas Kota Makassar bukanlah hal yang mudah untuk bisa kita lakukan. Apalagi, kinerja para pengurus Baznas periode sebelumnya bekerja dengan sangat baik dan sangat luar biasa," kata Munafri.

Dia pun menantang mereka menunjukkan kinerja lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.

"Ini sekaligus memberikan tantangan kepada pengurus yang baru dilantik untuk bisa berbuat yang lebih baik, memaksimalkan potensi umat yang dimiliki untuk memastikan Baznas Kota Makassar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan yang ada di Kota Makassar bersama dengan pemerintah," ujarnya.

Dikutip dari situs Baznas, potensi zakat di Kota Makassar diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun per tahun.

Namun, realisasi pengumpulannya oleh Baznas Makassar baru berkisar antara Rp10 miliar hingga Rp11 miliar per tahun dalam 3 tahun terakhir, sehingga masih ada kesenjangan yang besar dan ruang optimalisasi.

Ketua Baznas Kota Makassar periode 2026-2031, Usman Sofian mengatakan, fokus awal kepengurusan baru adalah memperkuat tata kelola pengelolaan zakat melalui penyusunan basis data yang lebih akurat.

Menurutnya, Baznas tidak hanya membutuhkan data mustahik atau penerima manfaat zakat, tetapi juga data potensi muzakki yang memiliki kewajiban menunaikan zakat.

"Yang pertama perlu kita lakukan adalah memahami betul potensi-potensi yang kita miliki. Karena itu kita memerlukan big data, bukan hanya data mustahik, tetapi yang jauh lebih penting adalah data potensi muzakki, termasuk potensi infak dan sedekah umat di Kota Makassar," ujar Usman.

Katanya, data yang akurat akan membuat pendistribusian zakat lebih tepat sasaran sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam pendayagunaan dana umat.

"Kami berlima memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan penghimpunan zakat hingga 25 sampai 30 persen dari capaian yang ada sekarang. Kami ingin memaksimalkan seluruh potensi zakat yang dimiliki Kota Makassar," katanya.

Menurutnya, selama ini kontribusi terbesar penghimpunan zakat masih berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN). 

Ke depan, Baznas akan memperluas jangkauan dengan menggandeng pelaku usaha, pengusaha, serta tokoh masyarakat yang memiliki potensi menjadi muzakki.

"Kami ingin membangun kesadaran berzakat di kalangan pengusaha dan masyarakat. Bisa jadi mereka ingin menyalurkan zakatnya, tetapi belum menemukan saluran yang tepat. Itu yang akan kami maksimalkan," ucapnya.

Selain memperluas basis muzakki, Usman juga menyiapkan transformasi digital sebagai strategi meningkatkan penghimpunan zakat. 

Menurutnya, layanan zakat harus semakin mudah diakses masyarakat.

Ia berharap berbagai inovasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat sekaligus memperkuat peran Baznas sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar.

Munafri mengatakan, zakat merupakan instrumen strategis dalam pembangunan umat. 

Selain bernilai ibadah, zakat juga memiliki fungsi sosial untuk mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan ekonomi, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Munafri berharap kepengurusan baru menghadirkan berbagai pembaruan.

Mulai dari inovasi program, perluasan layanan, penguatan digitalisasi pengelolaan zakat, hingga meningkatkan kepercayaan para muzakki.

Munafri juga mendorong Baznas memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, dunia usaha, lembaga pendidikan, masjid, hingga Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Di hadapan pengurus lembaga pengelola zakat itu, Munafri didampingi Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham dan Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, berpesan agar senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi dalam menjalankan amanah. 

Menurutnya, tata kelola yang modern dan responsif akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Baznas.

Profil Pimpinan Baznas Kota Makassar Periode 2026–2031

1. Dr. H. Usman Sofian, S.Pd.I., M.Pd.I

Tempat, tanggal lahir: Bone, 4 Februari 1980

Pendidikan:

  • SD Inpres 12/79 Rappa, Kabupaten Bone (1992)
  • MTs Bulu-Bulu, Kabupaten Bone (1995)
  • MAN 2 Watampone, Kabupaten Bone (1998)
  • S1 Tarbiyah, Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar (2003)
  • S2 Magister Manajemen Pendidikan Islam UMI Makassar (2016)
  • S3 Doktor Manajemen Pendidikan Islam UMI Makassar (2024)

Pengalaman organisasi:

  • Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Makassar (2025–sekarang)
  • Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar (2025–2029)
  • Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kota Makassar (2019–2024)
  • Wakil Sekretaris Pimpinan Daerah DMI Kota Makassar (2022–2027)
  • Dewan Penasehat MUI Kecamatan Mamajang (2023–2028)
  • Ketua I PKC PMII Sulawesi Selatan (2007–2009)

Pengalaman kerja:

  • Tenaga Ahli Fraksi DPRD Kota Makassar (2019–2022)
  • Penyuluh Agama Islam Non-ASN Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan (2019–2024)

 
2. H. Yusran Sofyan, SE., S.Kom., M.Si.

Tempat, tanggal lahir: Makassar, 13 November 1979

Pendidikan:

S1 STIM LPI Makassar (2007)
S1 STMIK Handayani Makassar (2013)
S2 Universitas Bosowa (2016)

Pengalaman kerja:

  • Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan (2014–2019)
  • Dosen Politeknik Nusantara Makassar (2025–sekarang)
  • Tim Pakar DPRD Sulawesi Selatan (2025–sekarang)

Pengalaman organisasi:

  • Pengurus IPM Makassar (1995)
  • Pengurus HIPMI Kota Makassar (2009–2012)
  • Wakil Bendahara Umum BPP HIPKA (2022–2027)
  • Pengabdian Sosial dan Keumatan
  • Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Sulawesi Selatan (2023–2028)
  • Bendahara Umum JATMAN NU Sulawesi Selatan (2020–2025)
  • Ketua Bidang Perekonomian dan LAZIS Jamiyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassary
  • Ketua TPQ Aisyah Yayasan Darul Ahsan
  • Mubalig Lembaga Dakwah Al Ahsan Baji Bicara


 
3. Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag., M.H.

Tempat, tanggal lahir: Ujung Pandang, 14 Desember 1971

Pendidikan:

  • SDN Sangir 1 Ujung Pandang
  • MTs Muallimin Muhammadiyah Cabang Makassar
  • MA Muallimin Muhammadiyah Cabang Makassar
  • S1 IAIN Alauddin Makassar (1999)
  • S2 Universitas Muslim Indonesia (2013)
  • S3 UIN Alauddin Makassar (2024)

Pengalaman kerja:

  • Direktur CV Matahari Inti Perkasa (2000–2014)
  • Guru Bahasa Mandarin Ponpes IMMIM Putra (2013–2018)
  • Direktur I Ponpes Putri Ummul Mukminin (2016–2019)
  • Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar (2013–2015)
  • Kepala SMA Ummul Mukminin (2022–2025)
  • Dosen STAI Al-Furqan Makassar (2013–sekarang)

Pengalaman organisasi:

  • Ketua IPM Cabang Makassar (1991–1993)
  • Ketua Tapak Suci Cabang Makassar (1992–1994)
  • Ketua Pemuda Muhammadiyah Cabang Makassar (1995–1997)
  • Sekretaris Muhammadiyah Cabang Makassar (1995–2000)
  • Ketua IPM/IRM Sulawesi Selatan (1996–1998)
  • Sekretaris APWI Sulawesi Selatan (2000–2002)
  • Ketua Masjid Cheng Hoo Gowa (2017–2019)
  • Ketua PITI Gowa (2018–2020)
  • Ketua PITI Kota Makassar (2025–2030)
  • Wakil Ketua PDM Muhammadiyah Kota Makassar (2022–2027)
  • Sekretaris Umum ICMI Muda Sulawesi Selatan (2024–2029)
     

4. Prof. Dr. Yusriani, SKM., M.Kes.

Profesi: Dosen, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI)

Bidang kepakaran:

  • Promosi kesehatan
  • Komunikasi dan pendidikan kesehatan

Pendidikan:

  • S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI
  • S2 Universitas Hasanuddin
  • S3 Doktor Ilmu Kedokteran Universitas Hasanuddin
  • Dikukuhkan sebagai Guru Besar (2024)

Pengalaman:

  • Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI
  • Akademisi dan peneliti bidang kesehatan masyarakat
  • Aktif dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
  • Pimpinan Baznas Kota Makassar Periode 2026–2031
     

5. H. Akhyar Amnur, S.Pd., M.Pd.

Tempat, tanggal lahir: Makassar, 8 Oktober 1982

Pendidikan:

  • SMP Negeri 24 Makassar (1994–1997)
  • SMK Negeri 1 Makassar (1997–2000)
  • S1 Teknik Elektronika Universitas Negeri Makassar (2000–2005)
  • Pascasarjana Universitas Islam An Nur Lampung (2024–2026)

Pengalaman organisasi

  • Staf Biro Humas DPP Wahdah Islamiyah (2024–sekarang)
  • Wakil Ketua Ikatan Pengusaha Wahdah Islamiyah Indonesia (2019–sekarang)
  • Wakil Bendahara Umum HIPMI Syariah (2025–sekarang)
  • Anggota Koperasi KASSA Kota Makassar (2020–sekarang)
  • Anggota Koperasi Sekunder Ustman Sulawesi Selatan (2022–sekarang)
  • Pengurus Masjid Wahdah Islamiyah Langgau, Kecamatan Tallo (2024–sekarang)
  • Pengurus Masjid Wihdatul Ummah, Kecamatan Panakkukang (2022–sekarang)

Pengalaman usaha:

  • Direktur PT Berkah Salamah Indonesia
  • Komisaris PT Salama Food Internasional
  • Owner Toko Kurma As-Salam.(*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.