Renungan Harian Katolik Selasa 7 Juli 2026, "Bawa dan Bagikan Rahmat Serta Berkat-Nya Bagi Sesama"
Eflin Rote July 07, 2026 10:30 AM

Renungan Harian Katolik
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Selasa, 7 Juli 2026
MENJADI KURIR TUHAN: BAWA DAN BAGIKAN RAHMAT SERTA BERKAT-NYA BAGI SESAMA
(Hos. 8:4-7.11-13; Mzm. 115:3-4.5-6.7ab-8.9-10; Mat. 9:32-38)

"Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya." (Mat. 9:37)

Berprofesi sebagai kurir dihindari banyak karena dianggap hina. Penghasilan pun tak seberapa. Banyak omelan, cemoohan bahkan hinaan tak jarang diterima. Jasa besar mereka adalah barang yang kita butuhkan diantar sampai ke rumah dengan aman. 

Dalam misi keselamatan, Tuhan butuh tenaga-tenaga yang siap dengan penuh kebebasan, kerelaan untuk membawa berkat, rahmat Tuhan kepada sesama yang membutuhkannya. 

Para nabi, gembala umat, pengurus awan (penggerak kombas, lingkungan, stasi, DPP dan seksi-seksi terkait) adalah kurir-kurir Tuhan.

Tugas utama kita adalah membawa umat kepada Tuhan untuk mendapat berkat kudus-Nya demi kesejahteraan baik fisik maupun jiwa. Tugas ini sungguh amat hina bagi dunia. Kerja gratis, dihina, dicemooh, diancam bahkan nyawa bisa jadi taruhan. 

Beberapa kurir beriman, dengan suka rela membawa seorang bisu yang kerasukan setan kepada Yesus. Melalui jasa para kurir beriman yang murah hati itu, si bisu mendapat berkat besar Tuhan dalam mukjizat penyembuhan atas dirinya.

Setan diusir dan ia pun mulai berbicara. Peristiwa ini di satu sisi menghadirkan rasa kagum yang biasa, "Hal semacam itu belum pernah dilihat orang Israel."

Di sisi lain lain para Farisi justru mengcemooh Yesus dengan berkata, "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan." Mereka menghina Yesus karena mungkin mereka adalah kurir si iblis yang tidak suka sesamanya disembuhkan.

Penantang dan penyesat utama dalam hidup manusia adalah setan. Ketika berada dalam kuasa iblis, kekuatan manusia hilang, terjerumus dalam ketakberdayaan, seluruh energi terkuras baik fisik maupun spiritualitasnya oleh si setan. Dalam kelemahan dan ketakberdayaan seperti ini, bantuan sesama dibutuhkan supaya  ada pertolongan Tuhan dan kesembuhan total pun bisa diterima. 

Penguasa satu-satunya yang menaklukan kekuatan iblis adalah Anak Allah, Yesus, Sang Mesias. Kerja utama setan mengunci mulut manusia untuk mengakui kuasa Ilahi Tuhan yang berbelas kasih.

Dengan demkian promosi tentang keterpecahan, ketidakteraturan dalam hidup bersama, hidup tercerai-berai tidak digugat. Suara tentang kebenaran, keadilan, perdamaian tidak dihiraukan bahkan dibungkam secara total.  

Dalam dunia masa kini banyak orang menderita karena terjerat kebisuan dalam perjuangan kemanusiaan. Para pejuang kemanusiaan yang hanya segelintir, terpaksa menjadi korban.

Penderitaan yang dialami banyak umat dalam hidupnya, bagi Tuhan adalah panenan besar dalam dunia yang terabaikan. Panenan banyak, pekerja sedikit. Siapkah kita menjadi kurir Tuhan, bawa berkat-Nya bagi sesama yang sangat membutuhkannya?

Nabi Hosea menyentil ketidaktaan bangsa terpilih dalam cara hidup berhala. Patung emas dan perak buatan tangannya sendiri itulah yang disembah.

Sebagai kurir Allah, Hosea dipanggil untuk menghantar mereka kembali ke jalan yang benar. Mereka mesti sadar untuk melakukan segala sesuatu dalam nama Tuhan. Kemauan manusiawi mereka harus ditaklukkan demi kemuliaan nama Tuhan.

Berhala memuliakan perbuatannya sendiri yang tidak menyelamatkan. Tuhan bersabda, "Aku menolak anak lembumu." (Hos. 8:5). Berhala: menabur angin, menuai puting beliung dan kebinasaan.

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Allah kita di Surga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! Berhala-hala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia." (Mzm. 115:3-4).

Alasan utama beriman pada Allah, menuji dan memuliakan nama-Nya karena segala sesuatu yang kita terima dalam hidup ini berasal dari kemurahan-Nya. 

Mengabdi, melayani tanpa pamrih dalam hidup ini adalah ciri khas kita sebagai murid Tuhan. Walau dihina, dicemooh, diancam bahkan nyawa menjadi taruhannya, tetap komit dan dengan rendah menembus tantangan untuk tetap setia menjadi kuris Tuhan, bawa rahmat dan berkat Tuhan bagi sesama yang membutuhkan di masa kini. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa/Pekan Biasa XIV/A/II, 070726)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.