Luis de la Fuente mengakui bahwa ia lebih memilih untuk tidak melihat Cristiano Ronaldo berada di lapangan saat Spanyol menghadapi Portugal dalam laga besar babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pelatih La Roja tersebut menilai pemain berusia 41 tahun itu masih menjadi ancaman yang mampu menentukan hasil pertandingan meski sudah berstatus veteran, dalam duel yang diperkirakan akan menjadi derby Iberia yang sarat gengsi.
Rasa hormat tertinggi untuk sang legenda
De la Fuente menyampaikan rasa kagumnya yang besar terhadap kapten Portugal itu, meski di sisi lain berharap sang megabintang tidak tampil dalam pertandingan sistem gugur tersebut. Berbicara jelang laga di Stadion AT&T di Arlington, pelatih Spanyol itu menyoroti ancaman nyata yang masih dimiliki bintang Al-Nassr tersebut di level tertinggi.
"Saya mengagumi Cristiano dan orang-orang seperti dia, yang memiliki karakter dan ambisi. Ia adalah contoh bagi semua orang," ujar De la Fuente kepada wartawan. "Dengan bakat dan kelas yang dimilikinya, ia bisa mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Saya lebih suka jika dia tidak bermain, tetapi saya yakin dia akan bermain, dan kita akan menyaksikan salah satu pemain terbaik dalam sejarah. Kami akan berusaha untuk tampil lebih baik darinya dan dari tim mereka."
Menghadapi narasi seputar Ronaldo
Meski sudah berusia lanjut, Ronaldo tetap menjadi pusat serangan Portugal sekaligus topik hangat di kalangan penggemar dan pengamat. Beberapa pihak menilai kehadirannya memperlambat permainan tim asuhan Roberto Martinez, namun kubu Spanyol menolak pandangan tersebut. Bintang muda Barcelona, Gavi, termasuk yang meyakini bahwa penyerang veteran Portugal itu masih berbahaya apa pun yang dikatakan orang.
De la Fuente sependapat dengan pandangan itu, memperingatkan bahwa timnya tidak boleh lengah sedetik pun jika ingin mencapai perempat final. "Dengan Cristiano, kamu tidak bisa bersikap santai," tegasnya. "Kamu tidak boleh memberi kelonggaran kepada pemain sepak bola brilian seperti dia, tetapi saya percaya pada lini pertahanan kami. Kita akan lihat siapa yang lebih kuat dalam pertarungan ini; saya yakin kami bisa mengendalikan semua situasi tersebut."
Tarian terakhir Ronaldo
Menambah lapisan emosional dalam laga ini adalah kenyataan bahwa turnamen ini menandai akhir dari sebuah era bagi mantan ikon Real Madrid dan Manchester United tersebut. Pemain berusia 41 tahun itu telah mengonfirmasi bahwa ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya, menjadikan setiap laga sistem gugur sebagai potensi penampilan perpisahan.
Sang kapten Portugal menegaskan perannya dalam tim, dengan mengatakan: "Apakah saya bermain atau tidak, saya akan selalu memiliki peran penting di tim nasional ini. Saya akan berhenti ketika saya menginginkannya, bukan ketika kalian menginginkannya." Bagi Spanyol, tantangannya adalah untuk mengabaikan sorotan seputar tarian terakhir Ronaldo dan fokus pada rintangan besar di depan mereka.
Final tanpa ruang untuk kesalahan
De la Fuente dengan cepat mengingatkan para pemainnya bahwa masa untuk bereksperimen seperti di fase grup telah berakhir, dan kini saatnya menampilkan performa terbaik setelah kemenangan di babak 32 besar melawan Austria. "Ini bukan sekadar pertandingan biasa, besok adalah final dan bisa saja menjadi laga terakhir," tegas pelatih asal Spanyol itu. "Ini adalah turnamen di mana kamu harus melangkah tahap demi tahap, tetapi taruhannya langsung terasa. Kami masih memiliki ruang untuk berkembang dan ingin tampil sedikit lebih baik di pertandingan berikutnya."