'Tidak ada alasan untuk melanjutkan': Roberto Martinez mundur sebagai pelatih Portugal setelah tersingkir dari Piala Dunia
Aurora Nightingale July 07, 2026 10:58 AM

Roberto Martinez mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala tim nasional Portugal setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026, menandai berakhirnya masa kepemimpinannya selama tiga setengah tahun.

Perjalanan Portugal di turnamen tersebut berakhir setelah kalah 1-0 dari Spanyol pada babak 16 besar di Stadion Dallas. Gol penentu dicetak oleh Mikel Merino pada masa tambahan waktu, yang membawa Spanyol melaju ke perempat final dan menghentikan ambisi Portugal untuk meraih trofi Piala Dunia.

Berbicara setelah pertandingan, Martinez mengonfirmasi bahwa laga melawan Spanyol menjadi pertandingan terakhirnya sebagai pelatih Portugal dan menyatakan bahwa ia tidak melihat alasan untuk melanjutkan setelah gagal mencapai target utama tim.

“Saya datang ke Portugal untuk memenangkan Piala Dunia dan saya rasa, tanpa memenangkannya, tidak ada gunanya melanjutkan,” ujar Martinez kepada para wartawan. “Dewan dan presiden sekarang memiliki kesempatan untuk memilih pelatih baru... kontrak saya berakhir hari ini. Tidak banyak lagi yang bisa saya katakan.”

Mantan pelatih tim nasional Belgia itu, yang mulai menangani Portugal pada tahun 2023, menegaskan bahwa keputusan untuk mundur belum diambil sebelum turnamen dimulai. Selama masa kepemimpinannya, ia membawa Portugal mencapai perempat final UEFA EURO 2024 dan memenangkan gelar UEFA Nations League pada tahun 2025.

Menegaskan kepergiannya, Martinez mengenang masa baktinya bersama tim nasional dengan penuh kehangatan.

“Ya, ini adalah pertandingan terakhir saya bersama tim nasional,” katanya. “Saya sangat bangga... Saya merasa diterima seperti orang Portugis lainnya, dengan cara yang sangat hangat. Ini merupakan kehormatan, sumber kebanggaan, dan juga tanggung jawab.”

Kekalahan tersebut juga menandai akhir dari karier Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia. Pemain berusia 41 tahun itu sebelumnya telah memastikan bahwa turnamen tahun 2026 akan menjadi penampilan terakhirnya di panggung sepak bola terbesar dunia. Ronaldo menutup kariernya di Piala Dunia dengan torehan 11 gol dalam 27 pertandingan dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi turnamen yang berbeda.

Martinez memberikan penghormatan emosional kepada kaptennya itu, memuji profesionalisme dan dedikasi Ronaldo selama mereka bekerja sama.

“Tidak banyak pemain seperti Cristiano Ronaldo,” kata Martinez. “Mimpinya adalah memenangkan Piala Dunia, dan ia telah memberikan segalanya untuk mimpi itu. Ia menjadi teladan sebagai pesepak bola, sebagai kapten, dan sebagai manusia.”

Menanggapi kekalahan Portugal, Martinez merasa timnya mampu mengimbangi salah satu favorit turnamen tersebut untuk sebagian besar pertandingan, namun akhirnya kalah karena detail-detail kecil.

“Kami mengakhiri pertandingan dengan kesedihan. Ini bukan hasil yang kami inginkan. Lawan adalah salah satu favorit, tapi itu tidak menghentikan apa yang ingin kami lakukan. Kami bermain berani dalam bertahan, agresif, dan bertahan dengan sangat baik. Namun, dalam babak 16 besar Piala Dunia, detail-detail kecil sangat menentukan.”

Martinez kini meninggalkan Portugal setelah melalui periode yang cukup sukses, termasuk keberhasilan meraih gelar UEFA Nations League, meski trofi Piala Dunia yang menjadi target utama dirinya dan Federasi Sepak Bola Portugal tetap tidak tercapai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.