Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Geng Pelajar di Jogja: Pelaku Peragakan 21 Adegan
Hari Susmayanti July 07, 2026 02:08 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 21 adegan rekonstruksi diperagakan para tersangka anggota geng sekolah yang melakukan penganiayaan disertai pembacokan terhadap AA (17), seorang pelajar yang merupakan anggota geng sekolah lain.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, pada Minggu dini hari (17/5/2026).

Fakta rekonstruksi mengungkap AA tewas akibat bacokan senjata tajam (sajam) yang dilakukan tersangka Lutfi (Lupek)

PS Kanit 3 Satreskrim Polresta Yogyakarta, Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba, mengatakan tersangka yang dihadirkan pada rekonstruksi dua orang yakni Muhammad Yusuf (MY) dan Lutfi (L).

Satu tersangka lagi yakni AF anak berhadapan hukum (ABH) tidak dihadirkan serta beberapa tersangka DPO yang diperagakan pemeran pengganti.

“Semua proses dapat kami lalui dengan baik, ada beberapa yang masih DPO kami gantikan dengan pemeran pengganti,” katanya, seusai rekonstruksi di halaman Mapolresta Yogyakarta, Selasa (7/7/2026).

Gara mengatakan rekontruksi ini menggambarkan proses korban dan pelaku bertemu di Jalan Megelang hingga ke titik TKP di Jalan Yos Sudarso, tepatnya depan SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Totalnya ada 19 adegan yang diperagakan oleh para pelaku.

Kemudian dua adegan tambahan lagi yakni ketika korban terjatuh di depan Gereja HKBP Jogja, serta dibawa menggunakan ambulans menuju RS Panti Rapih.

“Dalam adegan tadi dapat kita lihat bersama jelas bahwa korban itu menerima bacokan satu kali tepat pada dada atas bagian kanan, sehingga ketika proses korban dibawa ke rumah sakit di perjalanan, korban terjatuh,” ungkapnya.

Baca juga: Pekerja Wisata Karst Tubing Bantul Temukan Granat Nanas Aktif, Diduga Peninggalan Perang

Kronologi

Dalam rekontruksi ulang ini juga menggambarkan kronologi pembacokan yang dilakukan oleh para pelaku terhadap korban.

Pembacokan itu bermula ketika para tersangka bertemu dengan korban di simpang Borobudur Plaza. Di sana para tersangka memepet korban sembari bertanya kepada korban.

“Sekolah ngendi kowe? (sekolah mana kamu),” ungkap tersangka MY.

Korban pada saat itu tetap bergeming dan tancap gas. 

Sesampainya di Simpang Pingit, tersangka kembali bertanya kepada korban.

“Sekolah ngendi kowe?,” kata tersangka.

Lalu korban menjawab dengan kalimat “Kepo,” sambil menancap gas ke arah bundaran Ditlantas Polda DIY.

Korban kemudian tancap gas menuju Jalan Yos Sudarso sembari berkata “Ndene,” (ke sini).

Ketika sampai di Jalan Yos Sudarso, penganiayaan pun terjadi. Motor korban ditendang oleh tersangka.

Kemudian para tersangka melakukan penganiayaan dan pembacokan kepada korban.

Gara mengatakan, fakta rekonstruksi juga memperlihatkan ketika korban ditolong oleh petugas ambulan salah satu gereja, dalam perjalanan menuju rumah sakit, AA sudah menunggal dunia.

Proses Penyidikan Berlanjut

Gara menyebut saat ini tersangka yang diamankan sebanyak 4 orang. Terdiri dari tiga tersangka utama dan satu tersangka yang memberi fasilitas kabur ke Cilacap.

Pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para DPO yang saat ini telah dikantongi identitasnya.

“Untuk proses penyidikan 3 orang ini, jika kalau nanti 3 orang DPO ini belum ketemu sampai proses tahap 2 maka berkasnya akan kami split nanti, yang 3 orang tersangka ini akan kami dahulukan untuk proses penyidikan, pelimpahan ke kejaksaan,” jelasnya. 

Dalam rekonstruksi kali ini turut dihadiri para jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Yogyakarta juga para tim penasihat hukum.

Pihak keluarga korban juga turut hadir menyaksikan jalannya rekonstruksi. 

Salah satu anggota keluarga terlihat menangis histeris ketika menyaksikan proses rekonstruksi.

Seusai rekonstruksi, pihak keluarga belum berkenan untuk diwawancara. (hda)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.