TRIBUNJOGJA.COM - Bahasa Indonesia hadir sebagai alat komunikasi sesama bangsa Indonesia, entah dalam bentuk lisan atau tulisan.
Menulis dalam bahasa Indonesia tampak seperti aktivitas yang mudah karena sering dilakukan.
Namun, tanpa disadari, masih banyak orang yang melakukan kesalahan ejaan, mulai dari kesalahan tanda baca hingga kesalahan pengejaan kata.
Kesalahan-kesalahan itu sering dianggap sepele, seperti angin lalu.
Padahal, kesalahan yang dianggap sepele itu dapat memengaruhi kejelasan pesan sekaligus mencerminkan ketelitian penulis.
Memahami kaidah ejaan yang benar merupakan basic skill untuk berkomunikasi secara tertulis, baik di dunia pendidikan, pekerjaan, maupun sosial.
Lantas, kesalahan ejaan apa saja yang masih sering dilakukan?
Berikut adalah beberapa kesalahan sekaligus penulisan yang sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD V):
Kesalahan ini paling sering ditemui di akhir kalimat.
Spasi tidak boleh ditaruh sebelum tanda baca yang lain.
Menurut EYD V, tanda baca ditempelkan langsung dengan kata terakhir.
| Penulisan yang Salah | Penulisan yang Benar |
| Aku di rumah . | Aku di rumah. |
| Halo , dengan siapa ? | Halo, dengan siapa? |
| Nyalakan lampu ! | Nyalakan lampu! |
Kesalahan ini sering ditemui ketika seseorang menonaktifkan fitur auto capitalise (kapitalisasi otomatis) di keyboard gawainya.
Padahal, setiap kalimat harus diawali dengan huruf kapital jika merujuk pada kaidah ejaan yang berlaku.
| Penulisan yang Salah | Penulisan yang Benar |
| mama, aku pergi bersama adik. kunci rumah ada di dekat pintu. | Mama, aku pergi bersama adik. Kunci rumah ada di dekat pintu. |
Kesalahan ini sering dijumpai ketika menulis kata dalam bahasa asing yang sudah terasa seperti kata dalam bahasa Indonesia, saking seringnya kata tersebut digunakan.
| Penulisan yang Salah | Penulisan yang Benar |
| Pesankan aku lemon tea. | Pesankan aku lemon tea. |
| Aku mau ice cream. | Aku mau ice cream. |
| Besok aku ada meeting. | Besok aku ada meeting. |
Kesalahan ini sangat sering dijumpai, sampai yang membaca pun lelah mengingatkan penulisnya.
Imbuhan di- merupakan prefiks pembentuk verba yang menunjukkan bahwa sebuah nomina dikenai suatu tindakan.
Sedangkan, kata depan di digunakan untuk menunjukkan tempat.
Namun, banyak orang masih kesulitan membedakannya.
| Penulisan yang Salah | Penulisan yang Benar |
| Aku belajar dikampus. | Aku belajar di kampus. |
| Mama sedang di pijat oleh adik. | Mama sedang dipijat oleh adik. |
Kesalahan ini juga sangat sering dijumpai, sampai yang membaca pun lelah mengingatkan penulisnya.
Imbuhan ke- digunakan untuk menunjukkan beberapa hal, seperti:
- orang yang mempunyai sifat atau ciri tertentu (misalnya ketua),
- kejadian tertentu yang menimpa nomina secara tiba-tiba (misalnya ketabrak),
- sifat dapat dilakukan (misalnya kebaca, kelihatan),
- tingkat atau urutan (misalnya kedua).
Sedangkan, kata depan ke digunakan untuk menunjukkan tempat.
Namun, banyak orang masih kesulitan membedakannya.
| Penulisan yang Salah | Penulisan yang Benar |
| Aku ke temu teman lama kemarin. | Aku ketemu teman lama kemarin. |
| Aku pergi kesekolah. | Aku pergi ke sekolah. |
Kalimat lengkap merupakan kalimat yang maknanya selesai atau tidak rumpang.
Kalimat lengkap setidaknya terdiri atas subjek dan predikat.
Banyak orang yang masih keliru mengakhiri kalimat lengkap dengan tanda baca selain titik (.), seperti tanda koma (,) atau tanda elipsis (...).
| Contoh Kalimat | |
|
Aku pulang ke rumah, |
Berakhiran koma, tidak sesuai kaidah. |
|
Aku pulang ke rumah … |
Berakhiran elipsis, tidak sesuai kaidah. |
|
Aku pulang ke rumah. |
Berakhiran titik, sesuai kaidah. |
Tanda elipsis merupakan tanda berupa tiga titik yang diapit oleh spasi (...).
Tanda ini digunakan untuk menggambarkan kalimat yang terputus-putus.
Selain itu, tanda ini juga digunakan untuk menunjukkan bahwa ada bagian yang dihilangkan dalam suatu kalimat.
Banyak orang yang masih keliru menggunakan tanda elipsis dengan membubuhkan lebih dari tiga titik.
Contoh:
Kalimat "Penyebab ….. akan diteliti lebih lanjut." yang memiliki bagian yang dihilangkan, ditandai dengan lima titik (bukan elipsis) tidak sesuai dengan kaidah.
Tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan unsur kata yang terpisah oleh pergantian baris, memisahkan bentuk ulang, dan menggabungkan unsur bentuk majemuk.
Sementara itu, tanda pisah (—) digunakan untuk menunjukkan “sampai dengan” atau “sampai ke” di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat.
Masih banyak orang yang keliru menunjukkan “sampai dengan” atau “sampai ke” dengan tanda hubung.
| Penulisan yang Salah | Penulisan yang Benar | |
| Anak—anak | Anak-anak | |
| Senin-Jumat | Senin—Jumat |
Menurut kaidah, singkatan gelar akademik ditulis dalam huruf kapital yang dipisahkan oleh tanda titik.
Tanda koma juga dibubuhkan di antara nama pemilik gelar dan gelar akademik.
| Contoh penulisan: | |
| Hasna S.Tr.Li. | Tidak sesuai, nama dan gelar tidak dipisahkan dengan koma. |
| Hasna, S. Tr. Li. | Tidak sesuai, ada spasi di singkatan gelar. |
| Hasna, S.Tr.Li. | Sesuai. |
Menurut kaidah, angka dan satuan dipisahkan dengan spasi.
Namun, terkhusus tanda persen ( persen), angka ditempelkan langsung dengan tanda persen.
| Penulisan yang Salah | Penulisan yang Benar |
| 10kg | 10 kg |
| 10 persen | 10 persen |
Menurut kaidah bahasa Indonesia, berikut merupakan cara menuliskan uang:
1. Lambang rupiah (Rp) ditulis tanpa titik.
2. Lambang rupiah langsung diikuti angka tanpa spasi.
3. Memisahkan ribuan dengan tanda titik, sedangkan desimal dengan tanda koma.
Beberapa contoh penulisan yang salah:
Penulisan yang benar adalah Rp10.000,00.
Nah, itu dia beberapa kesalahan ejaan yang masih sering dijumpai berikut dengan ejaan yang benar.
Tribunners jangan sampai keliru lagi, ya!
(MG Hasna Aulia Syafitri)