TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Satu pohon mangga berukuran besar tumbang dan menghantam rumah warga di RT 3, Kelurahan Karang Balik, Tarakan, Kalimantan Utara hari ini, Selasa (7/7/2026) pagi.
Peristiwa pohon tumbang terjadi sekitar pukul 08.00 Wita, menyebabkan rumah milik Juwariah mengalami kerusakan berat mencapai 100 persen.
Saat pohon tumbang, rumah yang terbuat dari bahan kayu dan dinding papan ini dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Ketua RT 3 Kelurahan Karang Balik, Endro Yunianto, mengatakan dirinya menerima laporan pohon tumbang pada pagi hari.
"Jadi pada pagi ini sekitar jam 08.00 Wita lewat sedikit ada terjadi pohon tumbang di RT 3 Karang Balik, Jalan Suwarga menimpa satu rumah dan hancur rumahnya," ucap Endro kepada TribunKaltara.com yang diwawancarai di lokasi TKP pohon tumbang.
Baca juga: Pasca Hujan Deras dan Angin Kencang, BPBD Tarakan Laporkan Terjadi Longsor dan 2 Pohon Tumbang
Endro menjelaskan, rumah yang hancur ketimpa pohon tumbang tersebut merupakan milik Juwariah yang tinggal di wilayah Juwata. Setahu dirinya, sejak dibeli rumah tersebut belum pernah dihuni.
"Itu setahu saya dari dia beli memang belum pernah dihuni," katanya.
Menurutnya rumah milik Juwariah tersebut bukan disewakan, melainkan sempat direncanakan untuk diperbaiki.
"Enggak sih, setahu saya dulu itu rencananya mau direhab," ucapnya.
Rumah yang berdiri sejak puluhan tahun lalu itu berada di kawasan perbukitan, tepatnya di bagian atas gunung. Lokasi tersebut memang dikenal memiliki kontur tanah yang cukup tinggi dibanding wilayah sekitarnya.
Saat melihat langsung kondisi di lokasi, Endro memperkirakan bangunan mengalami kerusakan total akibat tertimpa batang pohon yang berukuran besar.
"Kalau saya lihat tadi 100 persen hancur," katanya.
Menurut Endro, kejadian pohon tumbang di RT 3 Karang Balik bukan yang pertama kali terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, wilayahnya sudah dua kali mengalami kejadian serupa.
"Pohon tumbang ada dua kali ya Pak. Dua-duanya sama-sama pohon mangga juga," ungkapnya.
Baca juga: Hendak ke Pasar, Warga Nunukan Meninggal Dunia usai Tabrak Pohon Tumbang
Ia menjelaskan, pohon tumbang pertama terjadi sekitar tiga bulan lalu. Namun saat itu kondisinya berbeda karena pohon sudah kering dan ukurannya tidak sebesar pohon yang tumbang kali ini.
"Cuma yang pertama itu pohonnya karena sudah kering ya. Dan juga bisa kita tangani, kerja bakti, gotong royong bersama warga. Alhamdulillah bisa teratasi," ujarnya.
Sementara pada kejadian terbaru, ukuran pohon jauh lebih besar sehingga warga tidak mampu menanganinya sendiri.
"Nah kalau ini saya enggak bisa karena pohonnya besar," lanjutnya.
Ia menambahkan, pohon tumbang sekitar tiga bulan lalu hanya mengenai bagian samping rumah warga sehingga dampaknya tidak separah kejadian kali ini.
Selain rawan pohon tumbang, kawasan RT 3 Karang Balik juga pernah mengalami pergerakan tanah pada Maret 2026.
"Longsor ada satu kasus tahun ini," katanya.
Meski tanah bergerak hingga menghantam rumah warga, saat itu bangunan tidak sampai roboh.
"Oh enggak, tapi tanah itu bergerak kan ngantam rumahnya. Tapi rumahnya alhamdulillah enggak hancur," jelas Endro.
Menghadapi kondisi cuaca yang mulai kembali memasuki musim hujan, Endro mengimbau seluruh warganya agar meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan perbukitan.
"Kalau dari saya selaku Ketua RT, kalau untuk keluarganya ya mohon lebih ditingkatkan kewaspadaannya dan sama-sama kita menjaga lingkungan," pesannya.
Usai menerima laporan, pihak RT langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait agar penanganan dapat segera dilakukan.
"Kalau yang ini tadi saya langsung konfirmasi ke pihak terkait ya. Pertama saya laporkan ke Kelurahan, bagian Kasi Trantib. Kemudian saya juga nembusin ke BPBD dan ke pihak PLN," tuturnya.
Koordinasi dengan PLN dilakukan karena terdapat kabel listrik yang ikut terdampak akibat tertimpa batang pohon.
"Karena kebetulan ada kabel TR atau SR milik PLN yang tertimpa juga," katanya.
Meski rumah mengalami kerusakan berat, akses menuju lokasi kejadian masih dapat dilalui.
Endro menyebut RT 3 Kelurahan Karang Balik saat ini dihuni sekitar 200 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 700 jiwa.
"Terakhir inbauan kepada seluruh warga tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang maupun pergerakan tanah selama intensitas hujan masih tinggi," tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah