TRIBUNMANADO.CO.ID - Euforia Piala Dunia 2026 ikut membakar semangat para pendukung Tim Nasional Spanyol di Sulawesi Utara (Sulut).
Komunitas LaFuriaRoja Espanola Sulut menggelar konvoi kemenangan sebagai bentuk dukungan setelah Tim Matador memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia, Selasa 7 Juli 2026 pagi.
Tim Matador adalah julukan untuk Tim Nasional Sepak Bola Spanyol.
Julukan ini berasal dari kata matador, yaitu sebutan bagi petarung dalam tradisi adu banteng (corrida de toros) di Spanyol.
Dalam budaya Spanyol, matador dikenal sebagai sosok yang memiliki keberanian, ketenangan, teknik, dan kemampuan membaca situasi saat menghadapi lawan.
Karakter tersebut kemudian diasosiasikan dengan Timnas Spanyol yang dikenal memiliki gaya bermain penuh strategi, penguasaan bola, serta teknik tinggi.
Selain disebut Tim Matador, Timnas Spanyol juga memiliki julukan populer lain, yaitu La Furia Roja yang berarti "Amukan Merah".
Julukan La Furia Roja yang berarti "Amukan Merah" merujuk pada warna merah yang menjadi seragam kebesaran Timnas Spanyol sekaligus menggambarkan semangat juang, keberanian, dan determinasi para pemain saat bertanding.
Semangat tersebut kembali terlihat ketika Spanyol menghadapi Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Dalam laga yang berlangsung ketat, Tim Matador harus menunggu hingga menit-menit akhir pertandingan untuk memastikan kemenangan 1-0 melalui gol Mikel Merino pada masa tambahan waktu.
Gol dramatis itu mengantarkan Spanyol melaju ke babak perempat final sekaligus menjaga harapan mereka untuk kembali meraih gelar juara dunia.
Bagi pendukung Spanyol di Sulut, kemenangan itu bukan soal skor pertandingan, tapi juga tentang kebersamaan dan kebanggaan terhadap tim yang dikenal dengan gaya permainan penuh teknik dan penguasaan bola.
Pantauan wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro, tampak kendaraan roda dua dan roda empat dari komunitas LaFuriaRoja Espanola Sulut turun ke jalan Kota Manado.
Mereka membawa atribut kebanggaan berupa bendera Spanyol raksasa berukuran sekitar 4,5 meter x 6 meter, yang menjadi simbol semangat para pendukung La Furia Roja di Bumi Nyiur Melambai.
Konvoi dimulai dari mabes pendukung Spanyol di kawasan Karombasan sekitar pukul 05.00 WITA.
Rombongan bergerak melewati sejumlah ruas jalan utama Kota Manado hingga finis di depan Megamall Manado yang berada di Jalan Piere Tendean Boulevard itu.
Reyboyo, anggota LaFuriaRoja Espanola Sulut, mengatakan kemenangan Spanyol atas Portugal membuat para pendukung sempat tegang karena pertandingan berjalan ketat hingga menit akhir.
"Nd sangka di menit akhir boleh babuah jadi 1-0, padahal so dagdigdug. Pemain terbaik menurut saya Pedri (Nggak nyangka di menit akhir baru berbuah jad 1-0, padaha; sudah dag-dig-dug," ujar Reyboyo.
Ia mengatakan, rombongan yang berangkat dari Karombasan merupakan kloter kedua dengan jumlah sekitar 30 kendaraan, terdiri dari mobil dan sepeda motor.
"Jam 5 pagi kami bergerak dari Karombasan. Namun rombongan kami itu terhitung kloter dua karena ada yang sudah lebih dulu start dari depan Hotel Lion di Boulevard," katanya.
Menurut Rey, rute konvoi yang digunakan merupakan jalur yang sudah sering dilalui masyarakat Manado ketika merayakan kemenangan besar.
Komunitas LaFuriaRoja Espanola Sulut berdiri sejak 24 Juni 2021.
Saat ini komunitas tersebut memiliki sekitar 149 anggota yang tidak hanya berasal dari Kota Manado, tetapi juga berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Komunitas ini hadir sebagai wadah berkumpulnya pencinta Timnas Spanyol di Sulut, sekaligus menjadi ruang kebersamaan untuk mendukung perjalanan La Furia Roja di berbagai turnamen internasional, termasuk Piala Dunia 2026.
Usai memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026, semangat para pendukung Spanyol di Sulawesi Utara pun semakin besar.
"Kami berharap perjalanan Spanyol terus berlanjut hingga pertandingan terakhir dan menang di Piala Dunia 2026 ini," pungkasnya.
Pembina: Indry Panigoro, Son Blancoos
Ketua: Aril Syahputra
Wakil Ketua: Rafly Doda
Sekretaris: Feychi Lengkong
Bendahara: Ikha Pranowo
Keamanan: Faandi. (Ind)