WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Kasus perdagangan orang yang menjerat seorang remaja perempuan berinisial I (18) mengungkap sisi gelap hubungan asmara yang berujung pada eksploitasi seksual.
Selama dua tahun terakhir, I diduga menjadi korban perdagangan manusia yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri, IY.
Tragedi ini bermula saat I, yang merupakan mantan santriwati, dijemput oleh IY dan dibawa pergi dari lingkungannya di kawasan Cawang, Jakarta Timur.
Tanpa disadari, I telah terperangkap dalam jeratan manipulatif.
IY tidak hanya menguasai seluruh penghasilan I dari pekerjaannya di sebuah aplikasi belanja online, tetapi juga memaksa korban melayani pria hidung belang melalui ancaman penyebaran video asusila.
Baca juga: LPSK Lindungi ART Korban Terjun dari Rumah Majikan, Seret Dugaan TPPO
Kasus ini terbongkar setelah pihak keluarga menemukan kejanggalan dan melakukan investigasi mandiri.
Mereka berhasil memancing salah satu pelanggan I berinisial S di kawasan Rawajati, Jakarta Selatan, sebelum akhirnya menyerahkannya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Senin (6/7/2026).
Namun, harapan keluarga untuk mendapatkan keadilan justru kandas.
Kakak ipar korban, Dwiki Amirullah, mengungkapkan bahwa pihak Satres Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur menolak laporan mereka dengan alasan tempat kejadian perkara (TKP) yang berpindah-pindah.
Keluarga diminta untuk melapor ke Polda Metro Jaya, yang membuat pelanggan berinisial S akhirnya dilepaskan kembali.
"Kami dilempar sana-kemari. Padahal, pelaku memasarkan adik ipar saya di Jakarta Timur, sering di Pasar Jambul saat malam hari," ujar Dwiki dengan nada kecewa, Selasa (7/7/2026).
Dwiki menuturkan bahwa sang adik ipar hidup di bawah bayang-bayang ketakutan.
Ancaman IY bahkan meluas hingga ke para pelanggan, termasuk S yang ketakutan jika video hubungan badan mereka disebarkan kepada istri sahnya.
Hal ini membuat I semakin tak berdaya dan terus menjadi objek eksploitasi IY demi mendapatkan uang.
Keluarga kini mendesak aparat kepolisian untuk memberikan atensi khusus.
Mereka berharap pelaku utama, IY, segera ditangkap sebelum jatuh korban lebih banyak lagi.
Penolakan laporan ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang hanya ingin melindungi I dari jeratan keji kekasihnya.
Redaksi tengah berupaya mendapatkan konfirmasi dari Polres Jaktim.
Kasus ini menjadi alarm keras akan pentingnya perlindungan terhadap perempuan muda dari praktik perdagangan orang berkedok hubungan asmara.