TRIBUNJATENG.COM - Aksi sekelompok remaja yang diduga merupakan anggota geng motor memicu kepanikan di Jalan Pemuda, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (5/7/2026) malam.
Diduga gagal menemukan kelompok yang menjadi target, para pelaku disebut menyerang warga hingga seorang pria terluka akibat busur panah.
Polisi kini telah mengamankan delapan remaja untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut terjadi tidak jauh dari Markas Polres Maros. Lokasi kejadian hanya berjarak sekitar 350 meter dari kantor kepolisian.
Berdasarkan informasi awal, kelompok yang diduga melakukan penyerangan datang ke Jalan Pemuda dengan tujuan mencari kelompok lain.
Namun, karena target yang dicari tidak ditemukan, aksi mereka diduga beralih kepada warga yang berada di sekitar lokasi.
Baca juga: Tawuran Berujung Maut, Remaja di Salatiga Meninggal Disiram Air Keras
Seorang warga berinisial R (27) menjadi korban setelah terkena busur pada bagian kaki dan segera mendapatkan penanganan medis.
Di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Maros, aksi kejahatan menggunakan busur panah rakitan masih kerap terjadi.
Senjata tersebut umumnya menggunakan ketapel sebagai pelontar dengan anak panah yang dibuat dari potongan besi.
Insiden tersebut memicu kemarahan warga sekitar. Massa kemudian mengejar para pelaku dan berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.
Selain itu, dua unit sepeda motor yang diduga digunakan kelompok tersebut dibakar warga di lokasi kejadian.
Kanit Tindak Pidana Umum (Tipidum) Polres Maros, Ipda Ahmad Muhajir, menjelaskan hasil penyelidikan sementara menunjukkan kelompok yang diduga terlibat datang untuk mencari kelompok lawan.
“Jadi cerita awalnya, geng motor bernama Lampu Merah diduga akan melakukan penyerangan ke Jalan Pemuda karena ada salah satu geng motor yang akan mereka serang. Tetapi saat tiba di lokasi, mereka tidak menemukan kelompok tersebut,” katanya, Senin (6/7/2026).
Menurut Muhajir, karena kelompok yang dicari tidak ditemukan, para pelaku diduga menyerang warga yang berada di sekitar lokasi.
“Sehingga mereka melakukan penyerangan terhadap warga yang berada di Jalan Pemuda,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, seorang warga mengalami luka pada bagian kaki akibat terkena busur panah.
Muhajir juga membenarkan adanya aksi pemukulan terhadap beberapa terduga pelaku oleh warga sebelum akhirnya diamankan polisi.
“Memang sempat terjadi pemukulan terhadap mereka oleh warga,” kata Muhajir.
Ia juga mengonfirmasi dua sepeda motor dibakar warga.
“Benar, ada dua unit motor yang dibakar warga,” tambahnya.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa empat unit sepeda motor, dua anak busur panah, dan satu ketapel.
Penyelidikan kemudian dikembangkan oleh tim gabungan Polres Maros.
Kasi Humas Polres Maros, AKP Ahmad, mengatakan jumlah terduga pelaku yang diamankan bertambah menjadi delapan orang.
“Total ada delapan remaja yang telah diamankan terkait dugaan pengrusakan dan pembusuran yang terjadi di wilayah hukum Polsek Turikale. Penangkapan dilakukan secara bertahap setelah dilakukan pengembangan oleh tim Resmob,” ujar AKP Ahmad.
Ia menjelaskan dua remaja lebih dulu diamankan pada Minggu malam sekitar pukul 20.51 Wita. Selanjutnya, enam orang lainnya ditangkap pada Senin dini hari sekitar pukul 04.00 Wita.
Dalam pengembangan kasus, polisi juga menyita empat unit telepon genggam, satu bilah samurai, satu pistol mainan, satu celurit, satu parang, serta satu mata busur.
“Seluruh terduga pelaku saat ini diamankan di Polsek Turikale untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih terus mendalami peran masing-masing dan kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat,” kata AKP Ahmad.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari.
Sementara itu, korban pembusuran telah mendapatkan penanganan medis, sedangkan aparat kepolisian masih memburu anggota kelompok lain yang diduga melarikan diri saat kejadian.