SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) bergerak cepat memperkuat mitigasi bencana di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pembukaan program Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (TOF SPAB) 2026 bagi guru SMA/sederajat se-Jawa Timur di The Southern Hotel, Surabaya, Selasa (7/7/2026).
Pelatihan yang diikuti oleh 50 peserta ini merupakan wujud kolaborasi taktis antara BPBD Jatim, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, serta Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Program ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya sekolah-sekolah yang tangguh menghadapi ancaman bencana alam.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menegaskan bahwa kebutuhan penguatan kapasitas sekolah di bidang kebencanaan saat ini sudah sangat mendesak. Hal ini didorong oleh data riil, bahwa sebagian besar wilayah sekolah di Jawa Timur berisiko tinggi diterjang bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga cuaca ekstrem.
"Data BPBD Jatim menunjukkan, dari total 4.088 SMA sederajat yang ada di Jawa Timur, sebanyak 3.645 sekolah atau sekitar 89,2 persen berada dalam kategori rawan bencana tinggi," jelas Gatot.
Namun, dari ribuan sekolah yang berada di zona merah tersebut, baru sekitar 95 sekolah atau hanya dua persen yang telah tersentuh pelatihan SPAB resmi.
Kondisi timpang tersebut, menjadi tantangan besar sekaligus pekerjaan rumah bersama bagi seluruh pihak untuk mempercepat edukasi kebencanaan.
Gatot menambahkan, bahwa sekolah tidak boleh hanya unggul dalam fasilitas akademik saja, melainkan wajib memiliki kesiapsiagaan darurat yang matang demi menjamin keselamatan siswa dan guru.
Melalui TOF SPAB, BPBD Jatim berupaya menjadikan guru sebagai pionir keselamatan.
"Dengan peningkatan kapasitas guru, percepatan ketangguhan sekolah diharapkan dapat dilakukan lebih luas dan berkelanjutan. Harapannya para peserta tidak berhenti pada pelatihan ini saja, tetapi menjadi penggerak yang menularkan pengetahuan kebencanaan," tambahnya.
Senada dengan hal itu, Ketua IGI Jawa Timur, Sukari, mengapresiasi konsistensi BPBD Jatim yang rutin melibatkan tenaga pendidik dalam program tahunan ini.
Menurutnya, guru adalah ujung tombak terbaik dalam mentransfer kesadaran bencana kepada para murid.
"Dengan bekal materi kebencanaan yang diberikan, saya yakin ini akan turut mewujudkan percepatan ketangguhan sekolah untuk menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman," tutur Sukari.
Selama pelatihan intensif ini, para peserta dibekali dengan berbagai kurikulum kebencanaan yang komprehensif, meliputi:
Pada hari kedua pelaksanaan, para guru juga dijadwalkan mengunjungi Taman Edukasi Bencana milik BPBD Jawa Timur. Di sana, peserta akan mempraktikkan langsung penggunaan fasilitas keselamatan, serta menyusun program rencana tindak lanjut (RTL) yang konkret untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Secara keseluruhan, program TOF SPAB 2026 menjadi pilar penting BPBD Jawa Timur dalam membangun ketahanan bencana di sektor pendidikan, demi melindungi aset masa depan bangsa.