SURYA.CO.ID, SURABAYA - Satreskrim Polrestabes Surabaya tengah menyelidiki secara intensif dua kasus dugaan pembunuhan tragis yang menimpa dua wanita di kawasan Lakarsantri dan Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Peristiwa maut pertama menimpa Wasijati (69), seorang nenek yang ditemukan tewas tidak wajar di kediamannya, Jalan Candi Lontar III, Kecamatan Lakarsantri pada Selasa (23/6/2026).
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anaknya sendiri dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
Selang dua hari kemudian, kasus kedua menggemparkan warga Jalan Putat Jaya Gang Lebar A, Kecamatan Sawahan pada Kamis (25/6/2026). Korban berinisial SN (51), seorang wanita paruh baya, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar kosnya dengan kondisi penuh luka sayatan dan lebam di sekujur tubuh.
Baca juga: Breaking News: Nenek di Surabaya Ditemukan Meninggal Tak Wajar dalam Rumah
Menanggapi dua kejadian tragis tersebut, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menegaskan bahwa jajarannya sedang bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam demi mengungkap identitas terduga pelaku.
"Kami terus mengumpulkan berbagai alat bukti," ujar AKBP Edy saat dikonfirmasi SURYA.co.id melalui aplikasi pesan singkat pada Selasa (7/7/2026).
Selain mengamankan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP), penyidik juga mendalami keterangan dari para saksi guna menemukan titik terang terkait motif dan pelaku di balik kedua perkara tersebut.
Baca juga: Sosok Mbak Har, Perempuan Korban Dugaan Pembunuhan di Kos Putat Jaya Surabaya
Kasus kekerasan terhadap perempuan di ruang domestik maupun kos-kosan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Surabaya.
Polrestabes Surabaya berkomitmen untuk menuntaskan penyelidikan ini secara transparan, guna memberikan keadilan bagi keluarga korban serta menjaga kondusivitas keamanan kota.
Hingga saat ini, AKBP Edy belum dapat membeberkan perkembangan detail hasil penyelidikan, karena proses pengungkapan masih berlangsung sensitif.
Namun, pihak kepolisian memastikan akan terus menyampaikan perkembangan kasus pembunuhan di Putat Jaya dan Candi Lontar ini secara berkala kepada publik.