Wells Motor Cars telah memperbarui mobil sport perdananya, Vertige, dengan menghadirkan mesin yang lebih besar sebagai standar serta menjanjikan kenyamanan lebih bagi pengemudi bertubuh tinggi.
Vertige Seri 2 kini beralih dari mesin Ford Duratec empat silinder 2.0 liter yang digunakan sebelumnya ke versi 2.5 liter. Mesin baru ini memberikan peningkatan torsi yang signifikan, dengan Wells mengklaim peningkatan performa yang jauh lebih baik di setiap gigi transmisi.
Uji jalan Autocar pada bulan Maret terhadap Vertige R bermesin 2.0 liter mencatat adanya “sedikit jeda di bawah 2000 rpm saat throttle terbuka penuh”.
Dalam wawancara dengan Autocar, pendiri Wells, Robin Wells, menjanjikan respons yang lebih spontan, merujuk pada karakter mesin turbo dan elektrifikasi yang kini umum digunakan. Ia mengatakan kini pengemudi bisa “melaju santai dengan gigi tiga” di dalam Vertige.
Peningkatan kapasitas mesin ini juga menaikkan tenaga output standar Vertige dari 205 bhp menjadi 225 bhp.
Model puncak Vertige R tidak lagi ditawarkan. Wells menjelaskan bahwa model tersebut sejak awal dirancang sebagai paket peningkatan edisi terbatas dengan fokus pada performa lintasan, awalnya ditawarkan kepada pemilik yang juga memiliki supercar atau gemar mengemudi di sirkuit. Namun, ia mengalami “dilema moral” karena tidak melibatkan semua pemilik, sehingga akhirnya seluruh unit Vertige R terjual habis. Wells menambahkan bahwa ia awalnya berniat menjadikannya opsi spesial, dan terkejut karena sebagian besar pemilik memilih paket tersebut.
Ia menegaskan bahwa sasis Vertige “selalu cukup baik dan mampu” menangani tenaga lebih besar dari versi standar sebelumnya. Peralihan ke mesin Duratec 2.5 liter juga memastikan ketersediaan pasokan yang lebih konsisten dalam jangka panjang.
Wells menyoroti bahwa ia tidak ingin “menjadikan pelanggan sebagai penguji” untuk pengembangan baru Vertige. Mesin baru ini telah digunakan pada mobil pengembangan perusahaan yang dikendarainya setiap hari sejak awal 2025, dan ia yakin terhadap performa serta karakter mesin tersebut dibandingkan unit 2.0 liter sebelumnya.
Vertige kini juga memiliki opsi diferensial selip terbatas Quaife ATB. Menurut Wells, meskipun penggunaan di lintasan bukanlah tujuan utama Vertige, fitur ini memberikan traksi tambahan pada kondisi tersebut maupun saat berkendara agresif di jalan raya. “Ini akan membuka cara baru dalam menikmati Vertige,” ujarnya.
Struktur bodi Vertige juga telah dimodifikasi untuk memberikan tambahan ruang 70 mm guna meningkatkan kenyamanan bagi pengemudi bertubuh tinggi. Wells menjelaskan bahwa dimensi eksterior mobil tidak berubah: dinding depan digeser sedikit ke belakang untuk menambah ruang kaki sekitar 20–30 mm, sementara dinding belakang dibuat lebih melengkung guna meningkatkan ruang kepala dalam kabin.
Mobil ini juga mendapat layar sentuh sistem infotainment baru yang menggantikan unit Sony dari versi sebelumnya. Layar baru tersebut berukuran lebih besar dan kini terpasang rata dengan dasbor.
Wells menambahkan bahwa perusahaan kini “berfokus pada peningkatan kualitas material secara keseluruhan” dan memperluas pilihan kustomisasi, termasuk penggunaan kulit Connolly sebagai opsi baru.
Meski telah mengalami sejumlah pembaruan, berat kering Vertige tetap 860 kg, menjadikannya jauh lebih ringan dibandingkan para pesaing utamanya: Alpine A110 dengan bobot 1103 kg, Porsche 718 Cayman 1335 kg, dan Lotus Emira V6 1446 kg.
Produksi Vertige generasi pertama akan segera berakhir, dengan perakitan Vertige Seri 2 dijadwalkan dimulai tahun depan. Harga kini dimulai dari £84.995.
Wells menyebut perusahaan memiliki kapasitas produksi hingga 25 unit per tahun, dan setiap mobil dibuat sesuai pesanan pelanggan. Lima konsumen telah melakukan pemesanan untuk Vertige Seri 2 – menyisakan 20 slot produksi untuk tahun 2027.
Membahas posisinya sebagai produsen mobil sport baru di Inggris, Wells mengatakan: “Saya sangat menyadari bahwa apa yang saya coba lakukan sudah sering dicoba dan gagal berkali-kali, dan tidak ada jaminan kami akan sukses, tetapi tidak ada jaminan juga kami akan gagal. Kami telah mencapai semua target yang kami tetapkan, dan mobil pelanggan kini sudah berada di jalan.”
Ia menambahkan bahwa perusahaan “tahu persis ke mana kami ingin melangkah”.
Bagian utama dari ambisi Wells adalah membangun komunitas di antara para pemilik Vertige. Ia telah mengadakan makan malam Natal klub pemilik untuk ketiga kalinya pada Desember lalu dan baru saja menyelesaikan tur pertama klub tersebut, di mana delapan pemilik mengendarai Vertige mereka berkeliling Peak District. “Semua peserta sangat menikmati, dan kami berencana untuk menghadirkan 12 hingga 15 mobil tahun depan,” ujarnya.