TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bebek Sakti Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), membuka outlet keenam di Jalan Boulevard, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga.
Grand opening outlet tersebut diresmikan oleh Staf Ahli Wali Kota Kendari Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Aldakesutan Lapae, Rabu (7/7/2026).
Sebelumnya, Bebek Sakti telah memiliki lima outlet, di antaranya dekat RSUD Kota Kendari, di Jalan Malaka, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia.
Kemudian, di Kawasan Kali Kadia, Jalan Antero Hamra, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.
Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua atau depan Polresta Kendari, serta Jalan Martandu, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu.
Baca juga: 8 Ribu Pelaku UMKM Sulawesi Tenggara Sudah Kantongi Label Halal, BPJPH Terbitkan 10 Ribu Sertifikat
Owner Bebek Sakti Kendari, Heriyanto, mengatakan usaha tersebut berawal dari pengalamannya saat tidak mampu membeli seporsi makanan karena harganya yang cukup mahal.
Pengalaman itu kemudian mendorongnya membuka rumah makan dengan harga terjangkau agar dapat dinikmati semua kalangan.
“Saya pernah ingin membeli seporsi makanan, tetapi uang yang saya bawa tidak cukup. Dari situ saya berpikir, kalau suatu saat punya rumah makan, saya ingin menjual makanan dengan harga yang terjangkau," jelas Heriyanto kepada awak media.
"Tujuannya bukan untuk menjatuhkan kompetitor atau usaha lain, tetapi memberikan pilihan bagi masyarakat,” katanya menambahkan.
Heriyanto menyampaikan outlet di Jalan Boulevard memiliki konsep yang sama dengan cabang lainnya.
Baca juga: Cara Ajukan Sertifikasi Halal Bagi Pelaku UMKM Sulawesi Tenggara, Ada Kuota Gratis dari BPJPH
Perbedaannya, outlet tersebut dilengkapi musala dan area outdoor yang akan dikembangkan menjadi coffee shop.
Ia berharap Bebek Sakti dapat terus berkembang hingga membuka cabang di berbagai daerah di Indonesia.
“Target kami bisa membuka cabang dari Sabang sampai Merauke. Mohon doa dan dukungannya,” ujarnya.
Saat ini, rumah makan tersebut mempekerjakan lebih dari 100 karyawan yang seluruhnya merupakan warga Kota Kendari.
Menurut Heriyanto, perekrutan tenaga kerja lokal menjadi salah satu bentuk kontribusi usahanya dalam membuka lapangan pekerjaan di daerah.
Baca juga: Mekanisme Pengajuan Sertifikasi SNI Produk ke BSN Disampaikan kepada 80 Pelaku UMKM Kendari Sultra
Adapun dari hasil usaha tersebut, ia mengaku telah memberangkatkan istri dan keluarganya menunaikan ibadah haji.
“Modal awal usaha ini hanya Rp1,3 juta. Alhamdulillah, dari hasil penjualan saya bisa memberangkatkan istri dan keluarga naik haji,” tuturnya.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Kendari Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Aldakesutan Lapae, mengapresiasi perkembangan Bebek Sakti yang kini telah memiliki enam outlet di Kota Kendari.
Menurutnya, bertambahnya jumlah cabang menunjukkan usaha di Kota Kendari terus berkembang sehingga pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada para pelaku usaha.
“Kalau usahanya sudah berkembang hingga memiliki enam outlet, berarti ada kemajuan. Pemerintah Kota Kendari wajib memberikan pelayanan terbaik kepada para pelaku usaha agar mereka terus berkembang,” katanya.
Baca juga: Pengusaha Hotel di Kendari Diminta Promosikan Produk UMKM Lokal, Makanan hingga Kerajinan Tangan
Aldakesutan menyebut, pajak yang dibayarkan pelaku usaha akan kembali dimanfaatkan untuk pembangunan daerah.
Adapun sektor kuliner menjadi salah satu penggerak ekonomi Kota Kendari sebagai kota jasa.
“Berdasarkan data pemerintah, saat ini terdapat sekitar 24 ribu pelaku usaha di Kota Kendari, mulai dari usaha mikro hingga usaha berskala besar,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)