Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Kelompok Wanita Tani (KWT) Serumpun Indah di Desa Melao, Kabupaten Bengkulu Selatan, mengeluhkan pupuk subsidi yang hingga kini masih sulit diperoleh.
Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap produktivitas pertanian.
Ketua KWT Serumpun Indah, Atik, mengatakan untuk memperoleh pupuk subsidi, petani harus mengajukan usulan lahan yang dimiliki kepada penyuluh pertanian.
Selanjutnya, usulan tersebut dimasukkan ke dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sesuai dengan luas lahan yang diajukan.
“Untuk kemarin kami mengusulkan lahan jagung sekitar seperempat hektare per orang. Usulan ini masih khusus untuk komoditas jagung,” ujar Atik saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (7/7/2026).
Penyaluran Pupuk
Atik menjelaskan, penyaluran pupuk dari tambahan kuota subsidi baru mencakup pupuk jenis urea. Sementara itu, pupuk jenis TSP masih belum diterima karena stoknya belum tersedia.
“Pupuk urea yang sudah kami terima kemarin jumlahnya berbeda-beda, ada yang mendapat dua sak dan ada yang tiga sak, tergantung luas lahan yang diusulkan. Harganya Rp90 ribu per sak ukuran 50 kilogram karena merupakan pupuk bersubsidi,” ungkap Atik.
Harapan Stok Bertambah
Atik berharap pemerintah dapat memperlancar penyaluran pupuk subsidi agar kebutuhan petani dapat terpenuhi.
Menurutnya, keterbatasan pupuk menjadi kendala utama dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Karena kami kelompok tani ini masih kekurangan pupuk. Bagaimana hasil panen mau memuaskan kalau pupuknya kurang. Kondisi ini tentu sangat berdampak bagi kami sebagai petani,” pungkas Atik.
Kelompok tani berharap pemerintah dapat segera menambah ketersediaan pupuk subsidi dan memastikan distribusinya berjalan lancar sehingga seluruh petani yang telah terdaftar dalam RDKK dapat memperoleh pupuk sesuai kebutuhan dan waktu tanam.