Tim Dewan Pertahanan Nasional Tinjau Dua Perusahaan Migas di SBT, Kaji Potensi Energi Maluku
Ode Alfin Risanto July 07, 2026 08:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Tim Kedeputian Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melakukan kunjungan kerja ke dua perusahan Minyak dan Gas (Migas) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Selasa (7/7/2026).

Yakni PT Kalrez Petroleum Seram Limited dan PT Citic Seram Ltd.

Kunjungan tersebut untuk mengetahui kondisi operasional perusahaan, potensi energi yang dimiliki, serta berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Baca juga: Imigrasi Maluku Siap Dukung Program SALAWAKU Berantas Kejahatan Keuangan

Baca juga: Indomaret Peduli dan Yonif Raider 733 Masariku Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Tim Kedeputian Geostrategi DPN, Mayjen TNI Nur Wahyu Widodo, bersama tiga anggota tim, yakni Kolonel Infanteri Dody Zulkarnain, Kolonel Laut Rudy Hartono, dan Kolonel Infanteri Defi Deflijun.

Mayjen TNI Nur Wahyu Widodo selaku Ketua Tim, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPN dalam menyusun rekomendasi kebijakan strategis terkait penguatan kedaulatan energi di Provinsi Maluku.

"Kunjungan kerja ke wilayah Kodim 1502/Masohi di Kabupaten Seram Bagian Timur bertujuan untuk melakukan peninjauan lapangan serta mengumpulkan data dan masukan dalam rangka penyusunan rekomendasi kebijakan strategis mengenai kedaulatan energi di Provinsi Maluku," ujarnya.

Ia mengakui, Maluku merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi sumber daya energi cukup besar sehingga perlu mendapat perhatian dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola secara optimal melalui kebijakan yang tepat agar mampu memberikan manfaat bagi negara maupun masyarakat di daerah.

"Maluku memiliki potensi sumber daya energi yang besar dan perlu dikelola secara optimal demi mendukung ketahanan energi nasional. Karena itu kami ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi di lapangan, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi," jelasnya.

Pihaknya meminta agar pihak perusahaan bisa menyampaikan berbagai kendala yang masih menghambat operasional industri migas tersebut.

Informasi tersebut dinilai penting agar pihaknya memperoleh gambaran utuh mengenai persoalan yang dihadapi sektor energi di Maluku sebelum menyusun rekomendasi kebijakan kepada pemerintah.

"Penting bagi kami untuk mengetahui secara jelas berbagai permasalahan yang menghambat operasional perusahaan agar dapat menjadi bahan kajian dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang tepat," tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan penyusunan rekomendasi sangat bergantung pada keterbukaan informasi dari pemerintah daerah, perusahaan, maupun seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, ia berharap semua pihak dapat memberikan data dan masukan secara terbuka sehingga rekomendasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan informasi dan masukan secara terbuka sehingga potensi energi di Maluku dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kedaulatan energi nasional," tandasnya.

Usai melakukan peninjauan di PT Kalrez, rombongan melanjutkan kunjungan ke PT Citic Seram Ltd untuk melihat aktivitas industri migas lainnya.

Termasuk meninjau sumur minyak yang masih beroperasi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.