Jurus Gubernur Pramono Berantas Rayap Besi di Jakarta: Cabut KJP dan Bansos
Jaisy Rahman Tohir July 07, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan langkah tegas untuk memberantas maraknya aksi pencurian besi di berbagai fasilitas umum di Ibu Kota.

Tak hanya diproses secara hukum, pelaku, yang dikenal dengan sebutan rayap besi, juga terancam kehilangan berbagai fasilitas dari pemerintah, mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP) hingga bantuan sosial (bansos).

Pramono menegaskan, sanksi tersebut akan diberlakukan apabila pelaku terbukti sebagai penerima program bantuan Pemprov DKI Jakarta.

"Saya sudah menyampaikan di internal, bagi siapa pun yang melakukan itu, kalau dia pelajar, maka KJP-nya pasti akan kami cabut. Kalau dia penerima bansos, bansosnya tidak kita berikan," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026), dikutip dari Kompas.com.

Menurut Pramono, Jakarta sebagai kota metropolitan tidak mungkin sepenuhnya terbebas dari tindak kriminal. Meski demikian, pemerintah tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku yang merusak maupun mencuri aset publik.

Belakangan, Pemprov DKI menerima sejumlah laporan mengenai hilangnya besi pada fasilitas umum, termasuk railing dan pagar besi di beberapa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

"Jakarta ini sebagai kota yang terbuka tentunya tidak bisa 100 persen tidak terjadi apa-apa. Saya sudah mengecek dan juga mendapatkan laporan mengenai adanya pencurian besi-besi di beberapa JPO," katanya.

Untuk mempercepat pengungkapan kasus, Pramono mengatakan hampir seluruh JPO di Jakarta kini telah dilengkapi kamera pengawas (CCTV).

Ia pun meminta aparat segera menelusuri rekaman CCTV guna mengidentifikasi sekaligus menangkap para pelaku pencurian.

"Sekarang ini hampir semua JPO sudah dipasang CCTV. Saya sudah minta didalami dan ditindaklanjuti untuk para pelakunya, mudah-mudahan bisa kita tangkap," ucapnya.

Pernyataan Pramono muncul setelah warga mengeluhkan maraknya pencurian besi pagar pembatas di kawasan Waduk Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara, serta di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Ketua RT 06/RW 10 Semper Timur, Dede Soraya, mengatakan aksi pencurian terjadi berulang kali.

Awalnya, besi pagar di sisi selatan waduk hilang. Tak lama berselang, pagar besi di sisi utara sepanjang sekitar 10 meter juga raib.

"Saya ngontrol pukul 21.00 WIB karena setiap malam bersama Linmas dan FKDM kami patroli. Pas malam saya lihat sudah mulai hilang lagi yang sebelah utara," ujar Dede.

Menurut Dede, warga berharap Gubernur Pramono turun langsung meninjau Waduk Rawa Malang agar kawasan tersebut bisa ditata lebih baik sekaligus mendapatkan pengamanan yang lebih maksimal.

Warga menilai waduk tersebut memiliki potensi menjadi ruang publik yang nyaman. Namun, kondisi itu sulit terwujud apabila aksi pencurian fasilitas umum terus berulang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.