'Tak Ada Gunanya' - Roberto Martinez Tegaskan Dirinya Tinggalkan Jabatan Pelatih Portugal Setelah Tersingkir di Piala Dunia, Mantan Pelatih Cristiano Ronaldo Jadi Kandidat Kuat Pengganti
Hendra Wijaya July 07, 2026 11:14 PM

JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA


'Tak ada gunanya' - Roberto Martinez menegaskan dirinya telah meninggalkan jabatan pelatih kepala Portugal setelah tim bertabur bintang itu tersingkir dengan kekalahan 1-0 dari Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia. Mantan manajer Everton tersebut menyatakan tidak ada alasan untuk melanjutkan pekerjaannya setelah gagal mencapai target turnamen, membuka jalan bagi Jorge Jesus untuk menggantikannya.


Ekspektasi tinggi berakhir datar


Perjalanan Portugal di Piala Dunia berakhir lebih cepat dari yang diharapkan setelah gol telat dari Mikel Merino memastikan kemenangan 1-0 bagi Spanyol di babak 16 besar. Meskipun memiliki lini tengah kelas dunia yang diperkuat oleh Bruno Fernandes, Joao Neves, dan Vitinha, performa Selecao di bawah asuhan Martinez dianggap tidak meyakinkan sepanjang turnamen. Kegagalan besar untuk memenuhi target utama membawa pulang trofi membuat pelatih asal Spanyol itu segera mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi.


Pernyataan resmi dari Martinez


Berbicara dalam konferensi pers setelah pertandingan di Dallas, mantan pelatih tim nasional Belgia itu menegaskan bahwa keputusannya untuk mengakhiri masa jabatannya yang dimulai pada Januari 2023 bersifat final.


Martinez mengatakan: "Saya datang ke Portugal untuk memenangkan Piala Dunia, dan saya pikir tanpa memenangkannya, tidak ada gunanya melanjutkan. Dewan dan presiden sekarang memiliki kesempatan untuk memilih pelatih baru… kontrak saya berakhir hari ini."


"Tidak banyak lagi yang bisa dikatakan. Saya sangat bangga… Saya merasa diterima seperti orang Portugal lainnya dengan sambutan yang hangat. Ini telah menjadi sebuah kehormatan, sumber kebanggaan, dan tanggung jawab besar."


Generasi emas dalam sorotan


Kepergian Martinez memicu perdebatan luas di media sepak bola internasional mengenai rekam jejaknya dalam menangani skuad bertalenta. Sebelum gagal memaksimalkan potensi generasi emas Portugal saat ini, pelatih berusia 52 tahun itu juga banyak dikritik karena gagal mempersembahkan trofi bagi 'generasi emas' Belgia.


Menurut laporan dari surat kabar Portugal, A Bola, federasi kini menargetkan mantan pelatih Al-Nassr, Jorge Jesus, sebagai kandidat utama untuk memimpin proyek jangka panjang berikutnya.


Era baru di bawah Jesus?


Pelatih veteran berusia 71 tahun itu dijadwalkan bertemu dengan presiden FPF, Pedro Proenca, untuk menandatangani kontrak resmi segera setelah tim kembali ke Lisboa. Tugas berat menanti Jesus, yang akan memikul tanggung jawab besar membangun kembali mentalitas skuad menjelang siklus Euro 2028, sementara masa depan internasional Cristiano Ronaldo masih belum pasti. Dalam jangka panjang, fokusnya akan tertuju pada pembentukan fondasi kuat untuk Piala Dunia 2030, di mana Portugal akan menjadi tuan rumah bersama Spanyol dan Maroko.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.