Kenapa Baterai Ponsel Lebih Cepat Rusak Kalau Sering Diisi Sampai 100 Persen?
Joko Widiyarso July 07, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Tribunners, banyak dari kita terbiasa mengisi daya ponsel sebelum tidur agar saat bangun baterainya sudah terisi penuh 100 persen. 

Di sisi lain, tak sedikit pula yang khawatir karena sering mendengar anggapan bahwa kebiasaan mengecas semalaman bisa memperpendek umur baterai. 

Lalu, benarkah anggapan tersebut? Apakah mengecas ponsel semalaman memang berbahaya? Mari kita bahas fakta-faktanya. 

Baterai Lithium-ion Tidak Suka "Penuh" atau "Kosong"

Hampir semua ponsel modern memakai baterai jenis lithium-ion, yang bekerja lewat pergerakan ion di antara dua elektroda saat proses pengisian dan pemakaian daya.

Masalahnya, baterai jenis ini justru paling nyaman berada di kondisi tegangan menengah, bukan di titik ekstrem penuh atau benar-benar kosong.

Saat baterai berada di kondisi 100 persen dalam waktu lama, tegangan sel tetap berada pada level tinggi. 

Kondisi ini memicu reaksi kimia yang secara perlahan mempercepat degradasi material di dalam baterai. 

Efek serupa juga bisa terjadi jika baterai terlalu sering dibiarkan habis hingga 0 persen.

Kenapa Ngecas Semalaman Jadi Kebiasaan Buruk?

Kebiasaan mengisi daya semalaman sebenarnya bermasalah bukan hanya karena baterai mencapai 100 persen, tetapi karena baterai tertahan di kondisi penuh selama berjam-jam sebelum akhirnya dicabut saat bangun tidur.

Memang, ponsel modern umumnya sudah memiliki sistem yang menghentikan pengisian utama saat baterai penuh. 

Namun, baterai tetap akan mengalami pengisian kecil secara berkala untuk mempertahankan level mendekati 100 persen. 

Akibatnya, baterai lebih lama berada pada kondisi tegangan tinggi.

Kondisi inilah yang dalam jangka panjang paling banyak berkontribusi terhadap penurunan kapasitas baterai, sehingga daya tahannya perlahan berkurang meski pola pemakaian tidak berubah.

Angka Ideal yang Disarankan

Banyak produsen ponsel dan peneliti baterai menyarankan menjaga level baterai di kisaran 20 hingga 80 persen untuk penggunaan sehari-hari, terutama jika tidak membutuhkan kapasitas penuh. 

Tujuannya agar sel baterai tidak terlalu sering berada di titik ekstrem.

Beberapa ponsel modern bahkan sudah memiliki fitur bawaan untuk membatasi pengisian daya maksimal di angka tertentu, atau fitur pengisian optimal yang secara otomatis menyesuaikan waktu dan kecepatan pengisian berdasarkan kebiasaan pengguna.

Sesekali Masih Aman

Meski begitu, bukan berarti baterai tidak boleh sesekali diisi hingga 100 persen. 

Misalnya saat akan bepergian jauh dan membutuhkan daya maksimal, mengisi baterai sampai penuh tetap wajar dilakukan.

Yang sebaiknya dihindari adalah kebiasaan membiarkan baterai berada di kondisi penuh atau kosong dalam waktu lama setiap hari, karena kebiasaan itulah yang paling berpengaruh terhadap penurunan usia pakai baterai dalam jangka panjang. 

(MG Farhatiy Rijal)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.