TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip) telah sukses melaksanakan kegiatan Panen Raya.
Acara ini merupakan puncak dari program "Pelaksanaan Fasilitasi Perluasan Uji Coba/Piloting Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) - Biochar" guna mendongkrak produktivitas pertanian padi.
Kegiatan strategis ini merupakan wujud nyata komitmen lintas institusi dalam mendukung transisi menuju pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim dan inklusif secara ekonomi.
Baca juga: Mortir Aktif yang Disimpan Puluhan Tahun Ditemukan Saat Pembongkaran Rumah di Banyumanik Semarang
Baca juga: Peluang Punya Rumah dan Lahan 2 Hektare, Pemkab Pekalongan Buka Program Transmigrasi ke Poso
Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc., menjelaskan bahwa implementasi teknologi CSA dengan intervensi biochar adalah solusi berbasis riset untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah secara signifikan.
Tim pelaksana riset beranggotakan jajaran akademisi Undip, yakni Muhammad Iqbal Fauzan, S.P., M.Si., Nani Kitti Sihaloho, M.P., Albertus Fajar Irawan, S.P., M.Agr., Ph.D., Anasrullah, S.P., M.S., Dinda Ayu Sekarnurani, S.P., M.Sc., dan Bagus Herwibawa, S.P., M.Sc., Ph.D.
"Penggunaan teknologi biochar dalam budidaya padi tidak hanya berfungsi mengikat karbon di dalam tanah demi keberlanjutan ekosistem, tetapi secara empiris mampu meningkatkan efisiensi pemupukan dan retensi air. Hal ini pada akhirnya bermuara pada peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani," ujar Prof. Florentina dalam rilisnya kepada tribunjateng.com, Selasa (7/7/2026).
Adapun panen raya tersebut diselenggarakan pada hari Jumat, 3 Juli 2026, di lahan percontohan Desa Sobo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Deputi Direktur Departemen Ekonomi-Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Mega Ramadhanty Chalid; Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Ditha Aditya Nugraha; Ketua LPPM Undip, Prof. Dr.-Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T., serta Dekan FPP Undip, Prof. Sugiharto, S.Pt., M.Sc., Ph.D.
Turut hadir secara langsung memberikan dukungan dari jajaran pemerintah daerah dan desa, yaitu Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan.; Perwakilan koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Grobogan, Angga Prasetya; serta Kepala Desa Sobo.
Puncak acara ditandai dengan prosesi panen raya secara simbolis di hamparan sawah yang dilakukan oleh perwakilan Bank Indonesia Pusat dan Jawa Tengah, Ketua LPPM Undip, Dekan FPP Undip, Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Kepala Desa Sobo, Perwakilan koordinator PPL Grobogan, ketua tim peneliti, dan perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Selain seremoni panen, peserta juga disuguhkan dengan demonstrasi teknis pengaplikasian teknologi biochar secara langsung di lapangan.
Edukasi praktis ini ditujukan untuk mengakselerasi transfer teknologi dari ranah riset akademis ke tingkat tapak guna memudahkan adopsi oleh petani.
Acara ini mendapat antusiasme tinggi dengan kehadiran belasan Gapoktan dari berbagai desa di wilayah Grobogan, di antaranya Gapoktan Ngudi Makmur, Subur Makmur, Bancar Tani Makmur, Sumber Urip, dan kelompok tani lainnya.
Kehadiran perwakilan dari PT WasteX dan Yayasan Bina Tani Sejahtera turut mempertegas dukungan kemitraan multipihak (pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat) dalam penguatan ekosistem pertanian berkelanjutan.
Melalui keberhasilan piloting ini, kolaborasi antara Bank Indonesia, LPPM Undip, dan FPP Undip diharapkan dapat menjadi model percontohan pertanian cerdas iklim yang dapat direplikasi secara luas, demi mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mewujudkan ekosistem ekonomi hijau yang tangguh. (*)