Pertegas Identitas dan Dongkrak Ekonomi, Alasan Pemkab Sukoharjo Gelar HUT ke-80 di Solo Baru
Delta Lidina July 07, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo memiliki alasan khusus di balik keputusan menggelar sebagian besar rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Sukoharjo di kawasan Solo Baru. 

Selain ingin menegaskan Solo Baru merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Sukoharjo, langkah tersebut juga ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan promosi kawasan sebagai pusat kegiatan bisnis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo, Abdul Haris Widodo, mengatakan konsep perayaan HUT ke-80 tahun ini memang dibuat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika biasanya seluruh kegiatan dipusatkan di kawasan Simpang Lima atau Proliman Sukoharjo Kota, kini rangkaian acara juga akan berlangsung di kawasan Sentra Niaga Solo Baru.

"Ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika selama ini kegiatan terpusat di Sukoharjo Kota, utamanya di Simpang Lima atau Proliman, kali ini acara juga akan digelar di kawasan Sentra Niaga Solo Baru," kata Haris, Selasa (7/7/2026).

Menurut Haris, pemilihan Solo Baru sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa pertimbangan. 

Pemerintah daerah ingin mempertegas kepada masyarakat, khususnya masyarakat dari luar daerah, Solo Baru secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Sukoharjo, bukan Kota Solo.

Ia mengakui hingga kini masih banyak masyarakat yang menganggap Solo Baru berada di wilayah Kota Solo. 

Karena itu, berbagai agenda Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo sengaja digelar di kawasan tersebut sebagai bentuk penegasan identitas daerah.

"Salah satu latar belakang digelar di Solo Baru adalah itu. Selain itu, kami ingin bersinergi dengan pelaku-pelaku ekonomi, khususnya PHRI, agar mengenalkan Solo Baru lebih luas lagi sehingga mampu menarik para pelaku bisnis menggelar kegiatan di Solo Baru," ujarnya.

Selain memperkuat identitas wilayah, penyelenggaraan kegiatan di Solo Baru diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi sektor perhotelan, restoran, pusat perbelanjaan, hingga pelaku usaha lainnya.

Meski demikian, Haris menegaskan prosesi utama Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo tetap dilaksanakan di pusat pemerintahan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah berdirinya kabupaten tersebut.

"Sejumlah agenda sakral, seperti Kirab Pataka Kabupaten Sukoharjo dan Upacara Peringatan Hari Jadi, tetap digelar di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo," terangnya.

Selain prosesi resmi, masyarakat juga akan disuguhkan hiburan rakyat dengan menghadirkan artis papan atas sebagai penutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo.

"Meski sebagian besar acara digelar di Solo Baru, namun ruh dari hari jadi tetap dilaksanakan di Sukoharjo Kota," imbuhnya.

Haris menambahkan, tema Sukoharjo Spektakuler yang diusung pada peringatan tahun ini merupakan implementasi dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurutnya, tema hari jadi akan terus diselaraskan dengan arah pembangunan daerah pada tahun-tahun mendatang.

"Tahun 2025 lalu temanya Juara dan tahun ini Spektakuler. Semua itu berasal dari visi misi bupati dan wakil bupati. Yang ingin kami sampaikan dan tegaskan adalah semangatnya," pungkas Haris. (TribunSolo.com, Anang Ma'ruf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.