'Rasa sakitnya luar biasa' - Carlo Ancelotti berjanji tetap melatih Brasil meski tersingkir pahit dari Piala Dunia
Budi Santoso July 07, 2026 09:34 PM

Carlo Ancelotti menegaskan komitmennya untuk tetap bersama tim nasional Brasil meskipun mengalami kekalahan menyakitkan 2-1 dari Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia. Pelatih asal Italia yang berpengalaman itu, bersama dengan Konfederasi Sepak Bola Brasil, menegaskan bahwa proyek jangka panjang mereka tetap berjalan meskipun mencatatkan hasil terburuk di turnamen sejak tahun 1966.

Runtuhnya Selecao di New Jersey

Harapan Brasil untuk meraih gelar juara dunia keenam berakhir tragis di babak 16 besar setelah dua gol Erling Haaland membawa Norwegia melangkah ke perempat final. Kegagalan penalti Bruno Guimaraes di babak pertama dan penyelesaian akhir yang buruk dari lini depan semakin memperparah penderitaan Selecao dalam malam yang mengecewakan di New Jersey. Kekalahan memilukan ini menandai penampilan terburuk sang juara dunia lima kali di turnamen besar sejak tersingkir di fase grup enam dekade lalu.

Ancelotti tegaskan komitmen penuh

Meski menghadapi tekanan publik yang meningkat setelah tersingkir lebih awal, pelatih berusia 67 tahun itu segera menyampaikan pernyataan di media sosial untuk membantah spekulasi terkait masa depannya dan menegaskan tekadnya untuk bertahan. Ancelotti menulis di X: "Hari ini rasa sakitnya besar. Namun kepercayaan terhadap apa yang sedang kami bangun tidak berubah. Kami akan terus bekerja untuk Tim Nasional kami. Selalu bersama. Selalu Brasil!"

Sikap tersebut mendapat dukungan penuh dari koordinator tim nasional, Rodrigo Caetano, yang menyerukan ketenangan demi menjaga stabilitas skuad. Ia mengatakan: "Sekarang tugas kami adalah menekankan perlunya siklus yang berjalan secara normal, dengan sedikit lebih tenang; melanjutkan kerja sama kami dengan pelatih hingga Piala Dunia 2030 sambil melakukan penyesuaian yang diperlukan. Semoga kami memiliki ketenangan minimal untuk melangkah maju dan mempersiapkan diri menuju Piala Dunia berikutnya."

Ia menambahkan: "Tentu saja, kami masih berusaha bangkit. Semua orang sangat sedih, frustrasi, dan kecewa — para pemain, staf, dan jajaran pelatih. Namun di sisi lain, kami tidak boleh menyepelekan waktu yang telah kami habiskan bersama. Terutama selama 38 hari di mana para pemain, kami semua, dan kalian semua dapat menyaksikan tingkat komitmen serta profesionalisme mereka — dari hari pertama hingga hari terakhir."

Federasi menatap masa depan

Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) memutuskan untuk tidak larut dalam kekecewaan yang dialami di Amerika Serikat, tetap mempercayakan kontrak Ancelotti hingga 2030, dan memandang kegagalan menyakitkan ini sebagai langkah penting menuju masa depan yang lebih baik.

Dalam pesan yang diposting di X, CBF menulis: "Kisah Tim Nasional Brasil adalah kisah penuh pencapaian besar, tetapi juga momen-momen yang memperkuat perjalanan kami. Hari ini kami mengucapkan selamat tinggal pada Piala Dunia, dengan keyakinan bahwa kami akan kembali lebih kuat. Terima kasih, para penggemar Brasil."

Siklus internasional yang menantang menanti

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Selecao, yang kini telah mengalami tujuh kekalahan beruntun di fase gugur Piala Dunia melawan tim-tim Eropa. Staf pelatih kini menghadapi tugas berat untuk memperbaiki mentalitas kompetitif tim menjelang dimulainya kembali siklus kualifikasi internasional yang padat. Ancelotti mendapat tanggung jawab untuk segera mengintegrasikan talenta muda seperti Endrick agar dapat mengakhiri masa paceklik trofi terpanjang dalam sejarah sepak bola modern Brasil.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.