6 Siswa SMAN 1 Sebatik Tengah Lolos OSN Tingkat Provinsi Kaltara, Terbanyak di Kabupaten Nunukan
Junisah July 07, 2026 09:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. 

SMAN 1 Sebatik Tengah menjadi sekolah dengan jumlah siswa terbanyak yang lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Kaltara 2026 dari Kabupaten Nunukan.

Sebanyak enam siswa sekolah yang berada di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, itu berhasil melewati seleksi OSN tingkat kabupaten dan akan melanjutkan perjuangan di tingkat provinsi. 

Nama-nama mereka juga tercantum dalam daftar hasil seleksi OSN-K 2026.

Enam siswa tersebut yakni Alfan Syahrial Qodri dan Muhammad Aiman pada bidang Kebumian, Annaura Khusnul F.A pada bidang Biologi, Muhammad Raizh Muhaimin pada bidang Fisika, Adinda Nurul Maswin pada bidang Astronomi, serta Nur Asyilah pada bidang Ekonomi.

Baca juga: OSN Tahun 2026 Diikuti 385 Pelajar, Disdikbud Tana Tidung Seleksi Siswa Terbaik ke Tingkat Provinsi

Keberhasilan para siswa tersebut disambut penuh rasa syukur oleh Kepala SMAN 1 Sebatik Tengah, Rusia. Menurutnya, pencapaian itu bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kolaborasi seluruh warga sekolah.

"Kalau disebut rahasia, sebenarnya tidak ada rahasia yang istimewa. Prestasi ini bukan hasil kerja satu atau dua orang. Ini adalah buah kerja sama siswa yang gigih belajar, guru yang dengan sabar membimbing, dukungan orang tua, serta doa dari banyak pihak," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (7/7/2026).

Rusia mengatakan, sekolah memang selalu berharap peserta didiknya mampu memberikan hasil terbaik. Namun, pihaknya tidak pernah membebani siswa dengan target jumlah yang harus lolos.

"Yang paling kami harapkan adalah setiap siswa mampu memberikan usaha terbaiknya. Ketika akhirnya banyak yang lolos hingga menjadi yang terbanyak di Kabupaten Nunukan, itu benar-benar menjadi kebahagiaan dan rasa syukur bagi kami semua," katanya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa letak geografis bukanlah hambatan untuk meraih prestasi.

"Kami selalu mengatakan kepada anak-anak bahwa mereka mungkin berada di perbatasan, tetapi mimpi mereka tidak boleh memiliki batas. Sekolah berusaha memberikan pendampingan yang terbaik, guru-guru bekerja dengan penuh dedikasi, dan siswa belajar dengan tekun. Hari ini mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang jika memiliki semangat, kerja keras, dan keyakinan untuk terus maju," ungkap Rusia.

Baca juga: Sempat Tertunda, Disdikbud Kaltara Serahkan Hadiah OSN Kaltara Tingkat SD ke Juara Asal Tana Tidung

Meski demikian, ia mengakui tantangan yang akan dihadapi para siswa di tingkat provinsi jauh lebih berat karena akan bersaing dengan peserta terbaik dari seluruh Kalimantan Utara.

Karena itu, sekolah kini fokus memberikan pembinaan lanjutan melalui pendampingan yang lebih intensif, latihan soal-soal berstandar OSN provinsi, hingga penguatan mental para peserta.

"Kami tidak ingin membebani mereka dengan target yang berlebihan. Yang terpenting mereka berangkat dengan persiapan yang matang, mental yang kuat, dan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing. Jika mereka memberikan yang terbaik, apa pun hasilnya akan menjadi prestasi yang patut kami syukuri," ucapnya.

Salah satu peserta yang lolos, Alfan Syahrial Qodri, mengaku sempat tidak percaya ketika mengetahui dirinya berhasil melaju ke tingkat Provinsi Kaltara.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang. Awalnya sempat tidak menyangka bisa lolos ke tingkat provinsi. Saya juga bangga bisa ikut mengharumkan nama SMAN 1 Sebatik Tengah sebagai sekolah dengan peserta OSN terbanyak di Kabupaten Nunukan," katanya.

Alfan mengaku pernah merasa minder saat membandingkan kemampuannya dengan peserta lain. Namun, dukungan keluarga, guru, dan sekolah membuatnya bangkit.

"Ada saat-saat saya merasa kemampuan saya masih kurang dibanding peserta lain. Tapi saya memilih untuk terus belajar, memperbaiki kekurangan, dan mengingat tujuan saya untuk membanggakan mama, guru, dan sekolah. Dukungan dari mereka membuat saya kembali semangat," tuturnya.

Ia mengaku rutin belajar satu hingga dua jam setiap hari. Baginya, yang paling penting bukan lamanya waktu belajar, tetapi konsistensi dan memahami konsep materi.

"Target saya tentu memberikan hasil yang terbaik dan berusaha lolos ke tingkat nasional. Saya ingin membawa nama Kabupaten Nunukan dan SMAN 1 Sebatik Tengah ke tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.

Alfan mengatakan, orang pertama yang ingin ia beri kabar apabila kembali meraih prestasi adalah kedua orang tuanya.

"Beliau selalu mendukung, mendoakan dan menjadi alasan terbesar saya untuk terus berjuang. Saya ingin membuat beliau bangga atas semua usaha yang sudah saya lakukan," katanya.

Siswa SMAN 1 Sebatik Tengah lolos OSN Kaltara 02 07072026
PRESTASI OSN - Suasana pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN). Sekolah di wilayah perbatasan ini meloloskan enam siswa ke tingkat provinsi, terbanyak di Kabupaten Nunukan.

Guru Pembina Utamakan Pemahaman Konsep

Guru pembina bidang Fisika, Andi Arfan, mengatakan keberhasilan enam siswa menembus tingkat provinsi tidak diraih secara instan.

Menurutnya, sekolah melakukan pemetaan potensi siswa sejak awal, kemudian memberikan pembinaan secara bertahap melalui latihan rutin, diskusi, hingga evaluasi berkala.

"Kuncinya bukan hanya pada kemampuan akademik, tetapi pada semangat belajar siswa. Kami melakukan seleksi sejak dini, memetakan potensi setiap siswa, kemudian memberikan pembinaan secara rutin dengan materi yang bertahap, latihan soal, diskusi, serta evaluasi berkala," jelasnya.

Ia menambahkan, metode pembinaan lebih menitikberatkan pada pemahaman konsep dibanding menghafal materi.

"Siswa dibiasakan mengerjakan soal-soal bertipe analisis dan HOTS, berdiskusi untuk memecahkan masalah, serta melakukan refleksi terhadap kesalahan yang mereka buat," katanya.

Bagi Andi Arfan, momen paling membanggakan bukan hanya ketika para siswa dinyatakan lolos, tetapi saat melihat perubahan karakter mereka selama mengikuti pembinaan.

"Momen yang paling membanggakan adalah ketika melihat siswa yang awalnya kurang percaya diri akhirnya mampu membuktikan kemampuannya dan lolos ke tingkat provinsi. Keberhasilan itu bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang perubahan karakter, semangat pantang menyerah, dan rasa percaya diri," ujarnya.

Ia optimistis seluruh siswa memiliki peluang yang sama untuk kembali berprestasi di tingkat provinsi, meski persaingan dipastikan semakin ketat.

"Persaingan tahun ini terasa semakin ketat karena kualitas peserta terus meningkat dan soal-soal yang diujikan semakin menuntut kemampuan analisis, penalaran, serta pemecahan masalah. Namun kami yakin mereka mampu bersaing jika terus menjaga semangat belajar dan disiplin selama masa persiapan," pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.