Mendagri Pastikan Pembangunan Jalan & Jembatan di Bener Meriah Utamakan Keselamatan
Content Writer July 07, 2026 10:23 PM

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memastikan pembangunan jalan dan jembatan terdampak bencana di Bener Meriah memperhatikan keselamatan masyarakat. Ia mengapresiasi upaya swadaya masyarakat yang membangun Jembatan Enang-Enang untuk mendukung mobilitas.

Namun, berdasarkan hasil pembahasan bersama, kondisi Jembatan Enang-Enang masih dinilai belum cukup aman, khususnya bagi kendaraan berat. Karena itu, pemerintah akan memperkuat struktur jembatan tersebut sehingga dapat dilalui oleh semua kendaraan.

“Jembatan Enang-Enang ini tetap difungsikan tapi nanti akan diperkuat dan dipelajari strukturnya teknis itu oleh Balai PU (Pekerjaan Umum),” ujarnya usai meninjau Jembatan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, untuk sementara Jembatan Enang-Enang dapat digunakan oleh kendaraan roda dua dan kendaraan ringan. Adapun izin melintas untuk kendaraan bertonase besar menunggu hasil kajian teknis Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh. Pemerintah juga akan memasang portal untuk menghalau kendaraan berat melintas.

Baca juga: Kolaborasi Kementerian PU dan Masyarakat Percepat Pemulihan Akses Bener Meriah–Dataran Tinggi Gayo

Menurut Tito, kebijakan tersebut merupakan jalan tengah yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus aspek keselamatan. Pemerintah tidak ingin aktivitas warga terganggu, namun juga tidak ingin mengambil risiko apabila kondisi jembatan belum sepenuhnya dinyatakan aman.

“Kita enggak ingin juga kalau ada kecelakaan kemudian roboh,” tegasnya.

Tito memahami aspirasi masyarakat yang berharap Jembatan Enang-Enang tetap dapat dimanfaatkan. Pasalnya, jembatan tersebut menjadi akses utama menuju sekolah, pusat aktivitas ekonomi, dan berbagai layanan masyarakat. Jika harus memutar melalui jalur lain, warga harus menempuh perjalanan yang lebih jauh dengan biaya transportasi yang lebih besar.

Dalam peninjauan tersebut, Tito didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah,  Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Zulkarnaini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bener Meriah, serta pejabat terkait lainnya.

Baca juga: Pemerintah dan Masyarakat Sepakat Pemulihan Akses Jalan di Bener Meriah Dipercepat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.