Trans Padang Antre Biosolar Berjam-jam Sejak Subuh, Dirut PSM Desak Pemerintah Segera Beri Solusi
Rahmadi July 07, 2026 09:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kelangkaan BBM biosolar di Padang membuat para sopir Trans Padang harus mengantre hingga berjam-jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kondisi sulitnya mendapatkan BBM biosolar di Padang ini mengganggu jam operasional angkutan umum andalan warga kota tersebut.

Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Padang Sejahtera Mandiri (PSM), Alvino Martha, mengatakan kondisi BBM saat ini membuat berbagai layanan umum terdampak.

Tidak hanya angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), jam operasional Trans Padang menjadi terganggu.

"Sangat berdampak dengan kondisi BBM yang susah didapat ini," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).

Baca juga: Pemprov Sumbar Borong Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, KNEKS Dukung Sukuk Daerah

Ia menyebut, para sopir Tans Padang harus antre sejak subuh hingga pagi hari, hanya untuk mendapatkan BBM biosolar.

Akan tetapi, Alvino mengatakan sebagai tantangan, pihaknya harus memutar otak agar penumpang bisa menikmati layanan Trans Padang.

"Ini tantangan juga bagi kita, di saat kendaraan harus antre berjam-jam untuk mendapatkan solar," jelasnya.

Langkah Antisipasi

Ia mengaku, jam operasional atau rute keberangkatan Trans Padang tidak berubah, meski banyak waktu dihabiskan untuk antre bisolar.

Pihaknya mengantisipasi dengan meminta para sopir bus untuk mengisi BBM pada malam hari.

Dengan begitu, saat pagi hari, jam operasional tidak terganggu dan tetap berjalan seperti biasa.

"Namun terkadang, saat mengisi solar malam hari, habis pula, tapi beberapa sopir ada juga yang dapat, meski tidak semuanya," tuturnya.

Baca juga: Menjaga Kumpulan Kertas Ilmu, Kisah Pedagang Buku Padang Teater Bertahan di Tengah Gempuran Gawai

Terdampak Namun Tidak Signifikan

Di sisi lain, ia menuturkan bahwa pemasukan dari penumpang juga berkurang selama antrean panjang BBM.

Sebab, antrean berjam-jam dapat menyebabkan keterlambatan bagi penumpang saat berangkat kerja.

"Kalau dikatakan berkurang pemasukan, iya berkurang, karena penumpang kita takut antre berjam-jam," sebutnya.

Hanya saja kata Alvino, dampaknya belum signifikan, namun sudah terasa saat terjadi antrean panjang mendapatkan bisolar.

"Kalau secara signifikan belum" tegasnya.

Baca juga: Cerita Warga Padang Rela Membeli Emas saat Harga Naik, Sari Amankan Dana Sekolah Anak

Minta Solusi Pemerintah

Alvino meminta pemerintah dapat mengatasi permasalahan BBM biosolar yang sulit didapatkan oleh para pengendara, khususnya sopir Trans Padang.

Ia mengaku permasalahan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, sangat berdampak terhadap layanan angkutan umum.

"Semoga pemerintah dapat andik menyelesaikan kondisi ini, karena ini juga di luar kemapuan kita," tambahnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.