Warga Batam Curhat Terjebak di Kamboja, Pemprov Kepri Segera Koordinasi Dengan Pihak Terkait
Eko Setiawan July 07, 2026 10:30 PM

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Seorang warga Batam, Kepulauan Riau, bernama Riko Hutagalung mengaku terlantar di Kamboja dan memohon bantuan pemerintah agar dapat dipulangkan ke Indonesia.

Permohonan itu disampaikan Riko melalui media sosial pada Selasa (7/7/2026). Dalam unggahannya, ia mengaku sudah tidak sanggup bertahan setelah berbulan-bulan berada di Kamboja tanpa kepastian.

"Selamat pagi pak, mohon bantuannya. Saat ini saya sudah terdesak dan terdampar di negara Kamboja, tolong saya pak," tulis Riko.

Riko mengaku telah berada di Kamboja selama sekitar tujuh bulan. Namun, selama bekerja di negara tersebut, ia belum memperoleh haknya sehingga tidak memiliki biaya untuk kembali ke Tanah Air.

"Saya terkendala tidak bisa beli tiket. Saya kerja di Kamboja baru satu bulan dan belum pernah mendapatkan gaji," ungkapnya.

Ia juga mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh seorang agen perekrutan di Batam.

"Kami sudah tidak makan," tulisnya lagi.

Menurut Riko, dirinya tidak sendiri. Saat ini ia bersama tiga rekannya berada di wilayah Bavet, Kamboja.

Mereka juga mengaku belum dapat mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) karena terkendala biaya transportasi.

"Kami sekarang di Bavet, tidak bisa ke KBRI karena kendala ongkos juga. Mohon didengar rakyat kecilmu ini pak. Terima kasih," tulisnya.

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau, Doli Boniara Siregar, mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

"Terima kasih infonya, saya baru tahu, akan saya informasikan ke pihak terkait," kata Doli.

Pihak keluarga dan masyarakat pun berharap Riko bersama tiga rekannya dapat segera memperoleh bantuan serta dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan selamat. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.