Pelatih kepala tim nasional Belgia, Rudi Garcia, memberikan pembelaan terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah pertemuan babak 16 besar Piala Dunia di Seattle. Persiapan menjelang laga tersebut banyak diwarnai kontroversi akibat keputusan FIFA yang sangat diperdebatkan untuk menangguhkan larangan bermain Balogun akibat kartu merah, yang memicu kritik luas sebelum Belgia memastikan kemenangan 4-1.
Kontroversi kartu merah Balogun
Pemberitaan seputar keterlibatan Balogun mendominasi media setelah FIFA secara mengejutkan menangguhkan hukuman satu pertandingan yang diterimanya akibat kartu merah melawan Bosnia dan Herzegovina. Keputusan ini memicu protes keras dari federasi sepak bola Belgia dan para pengamat internasional, yang menilai langkah tersebut berpotensi menciptakan preseden berbahaya dan tidak adil dalam turnamen. Meskipun akhirnya Balogun dimainkan sejak awal, kehadirannya tidak mampu menyelamatkan tim tuan rumah dari kekalahan telak.
Garcia bela penyerang lawan
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Garcia menegaskan bahwa ia tidak memiliki rasa kesal terhadap Balogun dan memuji kedewasaan sang penyerang asal Amerika Serikat. Ia mengatakan: "Balogun datang berbicara kepada saya, dan saya menghargai hal itu. Ini bukan salahnya, dia tidak bisa disalahkan. Saya sudah memberitahunya hal itu. Saya menghargai bahwa dia mau datang untuk berbicara dengan saya."
Lebih lanjut, Garcia membantah bahwa isu eksternal terkait penyerang lawan itu menjadi pemicu motivasi tambahan bagi skuadnya. Ia menambahkan: "Itu tidak diperlukan sebagai motivasi. Yang paling penting bagi kami adalah rencana permainan kami sendiri. Kami ingin tampil dominan; tim Amerika Serikat punya energi dan dinamika kuat. Kami tidak membutuhkan Kevin [De Bruyne], kami tetap bisa mencetak gol."
‘Tidak terlalu mengejutkan bagi saya’
Sementara itu, Balogun akhirnya angkat bicara mengenai situasi sulit yang mengganggu persiapan prapertandingannya. Penyerang andalan tim nasional Amerika Serikat itu menegaskan bahwa tugasnya sebagai pemain hanyalah menjalankan tanggung jawab di lapangan.
Setelah pertandingan, ia mengatakan: "Ketika kamu mendapat kartu merah, biasanya protokolnya kamu tidak bermain di laga berikutnya. Jadi ketika keputusan itu dibatalkan, tentu saja akan menimbulkan kontroversi. Jadi saya tidak terlalu terkejut dengan itu. Tapi sebagai pemain, tugas saya adalah turun ke lapangan dan fokus menjalankan peran saya. Saya kecewa kami tidak bisa menang hari ini."
Ia menambahkan: "Saya menerima keputusan saat saya diberi kartu merah, dan saya juga menerima keputusan ketika saya diberitahu bahwa saya bisa bermain. Tidak banyak yang bisa saya katakan lebih jauh tentang hal ini. Meski begitu, Belgia memang tim yang lebih baik hari ini. Mereka bermain jauh lebih baik daripada kami."
Spanyol menanti Belgia di perempat final
Kemenangan meyakinkan di Seattle ini memastikan langkah Belgia ke babak perempat final, di mana mereka akan menghadapi juara Eropa, Spanyol, di Los Angeles pada Jumat, 10 Juli. Performa tajam dari Charles De Ketelaere yang mencetak dua gol serta kembalinya Romelu Lukaku ke daftar pencetak gol memberikan dorongan penting bagi skuad asuhan Garcia. Tim berjuluk The Red Devils itu kini harus mempertahankan performa dominan mereka untuk meredam ancaman serangan La Roja dan mengamankan tempat di babak semifinal.


