TRIBUN-MEDAN.com - Kinerja Lapas Labuhanruku Batubara disorot masyarakat. Lapas ini diduga membiarkan perangkat ponsel dan narkoba masuk ke tahanan.
Kabar juga menyebutkan bahwa ada tahanan yang tewas dalam lapas.
Sejumlah orang melakukan unjuk rasa di depan Lapas Labuhanruku Batubara, Selasa (7/7/2026).
Kedatangan ratusan orang ini untuk meminta Kepala Lapas Labuhanruku mengklarifikasi informasi yang sudah meresahkan tersebut.
"Terkait adanya tahanan yang meninggal dunia kemarin, kami sudah pastikan bahwa memang meninggal karena sakit, dan pihak keluarga membenarkan hal tersebut," katanya.
Baca juga: RESPONS Kasatpol PP Sumut Moettaqien Hasrimi Saat Diungkap Terima Fee Proyek Rp 600 Juta di PN Medan
Baca juga: Tangis Pilu Fatmawati, Ibunda Fadly Simanjuntak: Putranya Ditembak, Dipijak, Ditendang, Tulang Patah
Lanjutnya, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukannya eksumasi terhadap jasad tahanan yang meninggal dunia.
"Kami sudah menyarankan untuk dieksumasi agar terang dan jelas. Pihak keluarga tidak mau untuk dilakukan eksumasi dan menerimanya," ungkapnya.
Sedangkan tudingan terhadap maraknya peredaran narkotika dan ponsel pintar di dalam Lapas, pihaknya juga membantah.
"Tidak ada, saya berani jamin tidak ada. Karena kami bekerjasama dengan pihak kepolisian, BNN, untuk merazia hunian," katanya.
Ia berharap masyarakat tidak memakan mentah-mentah informasi yang tidak jelas.
Baca juga: MA Batalkan SK Pelepasan Hutan 4.773 Hektare di Asahan, Kuasa Hukum PT CSIL: HGU Tetap Berlaku
Baca juga: Disebut Terima Uang Korupsi Rp 600 Juta, Kasatpol Sumut Moettaqien Pilih Kabur
(*/tribun-medan.com)