Syukuran Makan Ayam Lodo, Petani Trenggalek Sumringah Terima Belasan Alsintan dari Kementan
Sudarma Adi July 08, 2026 12:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Langkah nyata untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian terus digulirkan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Melalui alokasi dana pusat, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyalurkan belasan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) modern kepada kelompok tani (poktan) serta gabungan kelompok tani (gapoktan) di wilayahnya.

Prosesi penyerahan bantuan ini berlangsung khidmat di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Karangan pada Selasa (7/7/2026).

Sebelum membawa pulang mesin pertanian tersebut, jajaran Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek bersama puluhan penyuluh dan perwakilan petani terlebih dahulu menggelar doa bersama.

Suasana kebersamaan semakin hangat saat seluruh hadirin menyantap hidangan ingkung atau ayam lodo khas lokal di ruang aula BPP.

Baca juga: Arkeolog Ungkap Rahasia Prasasti Kamulan, Benteng Kemiliteran Kuno & Pusat Peradaban Maju Trenggalek

Tradisi kearifan lokal ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur yang mendalam, sekaligus harapan agar seluruh bantuan alat modern tersebut dapat memberikan manfaat optimal di atas lahan persawahan petani.

Kolaborasi Inisiasi Daerah dan Program Swasembada Kementan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Imam Nurhadi, menerangkan bahwa seluruh unit alsintan yang dibagikan hari ini merupakan stimulus dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui Kementerian Pertanian.

Bantuan ini tidak turun secara acak, melainkan buah dari keaktifan dinas terkait di daerah dalam mengajukan usulan sarana prasarana penunjang ke pusat.

"Hari ini kita bagikan bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Jadi, APBN anggarannya. (Alsintan) Ini pengusulan dari Dinas Pertanian ke kementerian. Jadi, memang hari ini Kementerian Pertanian memang optimal dalam rangka mencapai swasembada pangan itu," ungkap Imam Nurhadi kepada TribunJatim.com, Selasa (7/7/2026).

Secara rinci, belasan alsintan yang diserahterimakan meliputi 3 unit combine harvester berukuran besar yang berfungsi sebagai alat pemanen mekanis. Kemudian, terdapat 1 unit traktor roda empat, 2 unit traktor tipe crawler, serta 7 unit mesin perontok padi (power thresher).

Strategi Jitu Pangkas Angka Losses Hasil Panen Padi

Lebih lanjut, Nurhadi membeberkan bahwa penyaluran alat modern ini membawa misi penting, yaitu menekan angka kehilangan hasil pertanian atau losses pada saat masa panen tiba. Selama ini, pola panen tradisional kerap menyisakan kendala berupa banyaknya butiran padi yang tercecer dan terbuang sia-sia di area persawahan.

"Jadi ini dimaksudkan dalam rangka mengurangi losses hasil panen. Supaya hasil panen yang tercecer dan hilang itu bisa kita optimalkan. Jadi kemungkinan produksi kita bisa meningkat dengan mengurangi losses hasil itu," imbuh Nurhadi menjelaskan orientasi target ketahanan pangan daerah.

Kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajah para petani penerima manfaat. Sumarlan (65), perwakilan dari Gapoktan Bendorejo, Kecamatan Pogalan, tidak dapat menyembunyikan rasa puasnya (marem) ketika berkesempatan langsung menjajal kemudi traktor roda empat baru tersebut.

"Perasaannya ya marem (senang), semua petani merasa senang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Semoga yang memberikan bantuan ini diberikan kelancaran, rezeki yang melimpah," pungkas Sumarlan sembari berharap modernisasi alat ini menjadi pembuka pintu rezeki yang lebih luas bagi keluarganya dan sesama petani di Trenggalek.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.