Lansia 72 Tahun di Purbalingga Hilang Sepekan di Hutan, Anjing Pelacak Hingga Drone Dikerahkan
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Upaya pencarian seorang lansia yang hilang selama sepekan di kawasan hutan Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, terus ditingkatkan.
Selain melibatkan tim SAR gabungan, Polres Purbalingga menerjunkan Unit Satwa (K9) dengan anjing pelacak menyisir pemukiman hingga kawasan hutan yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.
Lansia yang dicari diketahui bernama Museni (72), warga Desa Tunjungmuli.
Ia dilaporkan hilang sejak Rabu (1/7/2026) setelah terakhir kali terlihat berjalan menuju area perkebunan di sebelah utara lapangan desa.
Baca juga: Kisah 2 Keluarga di Wonosobo Menanti Apin dan Idin, 2 Sahabat yang Sudah 6 Hari Hilang di Gunung
Berdasarkan keterangan keluarga, Museni mengalami kepikunan sehingga diduga tersesat hingga masuk ke kawasan hutan.
Kasat Samapta Polres Purbalingga, AKP Tri Haryanto mengatakan pihaknya mengerahkan personel Unit Satwa bersama anjing pelacak untuk memperkuat pencarian yang dilakukan tim gabungan.
"Kami menerjunkan Unit K9 untuk mendukung pencarian menggunakan anjing pelacak, untuk menyisir pemukiman dan hutan desa setempat guna mendeteksi jejak keberadaan lansia yang dilaporkan hilang," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (8/7/2026).
Dalam operasi pencarian tersebut, Unit K9 Polres Purbalingga bergabung bersama tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Purbalingga, Basarnas Cilacap, Polsek Karangmoncol, Koramil Karangmoncol, relawan, serta masyarakat setempat.
Tim gabungan menyisir sejumlah titik yang diduga dilalui korban, mulai dari area permukiman warga hingga kawasan hutan dengan vegetasi yang cukup lebat.
Namun keberadaan Museni masih belum berhasil ditemukan.
"Hasil pencarian hingga hari ini, lansia yang dilaporkan hilang belum ditemukan.
Kami memastikan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh potensi yang ada," kata AKP Tri Haryanto.
Ia menjelaskan, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Selain vegetasi hutan yang rapat, tim juga harus melewati jalur yang terjal dan minim petunjuk karena sedikitnya saksi mata yang mengetahui keberadaan korban.
Untuk memperluas area pencarian, tim bahkan telah menerbangkan drone guna memantau jalur-jalur yang sulit dijangkau dari darat.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
"Pencarian masih akan dilakukan tim gabungan dengan harapan lansia tersebut bisa segera ditemukan," tambahnya. (jti)