Argentina tampak seperti akan tersingkir dengan waktu tersisa 15 menit melawan Mesir. Tertinggal 2-0 pada babak 16 besar, sang juara bertahan menghadapi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Namun segalanya berubah secara drastis. Cristian Romero memulai kebangkitan, Lionel Messi menyamakan kedudukan, dan Enzo Fernandez menuntaskan kebangkitan luar biasa 3-2 yang membawa Argentina melaju ke perempat final. Akhir yang menakjubkan itu langsung menjadi salah satu momen paling ikonik di Piala Dunia 2026, dengan para penggemar dan tokoh olahraga membandingkannya dengan beberapa kebangkitan terbesar sepanjang masa, termasuk kemenangan legendaris New England Patriots di Super Bowl LI.
Mengapa para penggemar membandingkan Lionel Messi dan Argentina dengan Patriots-nya Tom Brady?
Skala kebangkitan Argentina dengan cepat membuat pembicaraan melampaui dunia sepak bola. Di berbagai media sosial, banyak yang menarik kesamaan dengan kebangkitan legendaris New England Patriots yang bangkit dari ketertinggalan 28-3 melawan Atlanta Falcons di Super Bowl LI. Kemenangan itu menjadi simbol kejayaan dinasti Patriots yang dipimpin oleh Tom Brady dan Bill Belichick. Kini, kebangkitan dramatis Argentina masuk dalam perbincangan yang sama.
Peran Messi menjadi pusat dari kebangkitan tersebut. Ketika upaya Argentina mempertahankan gelar Piala Dunia nyaris pupus, sang kapten kembali menunjukkan kelasnya, membantu mengubah momentum sebelum Enzo Fernandez menyelesaikan kebangkitan. Bagi banyak pendukung, ini menjadi pengingat lain mengapa posisi Messi di antara para legenda sepak bola terus menguat.
Pendiri Barstool Sports, Dave Portnoy, termasuk di antara mereka yang melihat kesamaan antara kedua tim tersebut.
“Luar biasa. Argentina seolah menekan tombol ajaib. Kehebatan sejati,” ujar Portnoy. “Ini pasti mengingatkan banyak orang pada tim-tim hebat New England Patriots di masa kejayaan mereka.”
“Mereka seperti bermain-main dengan lawan hingga saatnya menyerang. Kehebatan mengenali kehebatan.”
Salah satu tokoh Barstool lainnya bahkan melangkah lebih jauh, membandingkan secara langsung kebangkitan Argentina dengan kebangkitan bersejarah Patriots di Super Bowl LI. Perbedaan yang jelas adalah bahwa New England langsung mengangkat trofi setelah comeback tersebut, sementara Argentina masih harus berjuang lebih jauh sebelum bisa mempertahankan mahkota Piala Dunia mereka.
Apakah Tom Brady menganggap kebangkitan Argentina bahkan lebih hebat daripada kebangkitan 28-3 Patriots?
Perbandingan ini mencapai tingkat baru ketika Brady sendiri memberikan tanggapan. Diakui secara luas sebagai quarterback terbaik dalam sejarah NFL, Brady mengakui betapa luar biasanya kebangkitan Argentina setelah menyaksikan sang juara bertahan menyelamatkan turnamen mereka.
Responsnya mengejutkan banyak orang.
“Ya, mungkin itu lebih hebat dari 28-3.”
Komentar itu memiliki bobot besar, mengingat datang dari pemain yang memimpin comeback terbesar dalam sejarah Super Bowl. Patriots-nya Brady bangkit dari defisit 25 poin di panggung terbesar sepak bola Amerika. Kebangkitan Argentina memang terjadi pada babak sistem gugur, bukan di final Piala Dunia, namun tekanannya sama beratnya. Satu gol tambahan dari Mesir akan mengakhiri turnamen Messi.
Namun, Argentina justru menemukan ketenangan di saat kepanikan tampak tak terelakkan. Gol Romero menyalakan kembali harapan, Messi tampil menentukan ketika timnya sangat membutuhkannya, dan Fernandez menutup pertandingan dengan sempurna. Kebangkitan ini belum memastikan gelar Piala Dunia berikutnya, tetapi sudah menjadi salah satu laga paling menentukan di turnamen tersebut dan menambah satu lagi babak bersejarah dalam karier internasional Messi yang luar biasa.