TRIBUNPALU.COM, TOLITOLI - Tim gabungan Satreskrim Polres Buol dan Polres Tolitoli menyiduk dua tersangka pencurian disertai kekerasan yang menewaskan Umar T Pikona (55), warga Desa Suraya, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol.
Kedua tersangka diciduk di kabupaten berbeda.
Peristiwa yang melibatkan kedua tersangka terjadi Selasa (7/7/2026) dini hari.
Korban meninggal dunia setelah diduga kuat menjadi korban perampokan.
Baca juga: Satresnarkoba Polres Tolitoli Tangkap Pria Diduga Edarkan Sabu, 6 Paket Seberat 11,95 Gram Diamankan
Kapolres Buol AKBP Irwan melalui Kasat Reskrim AKP Jordan Randy Zethdan Pellokila menyebutkan, satu tersangka dibekuk personelnya di Kabupaten Buol dan satu lainnya di Kabupaten Tolitoli.
"Satunya itu ditangkap di Desa Galumpang, Kabupaten Tolitoli," ujar AKP Jordan.
Penangkapan tersangka di Desa Galumpang, Kecamatan Dakopemean, Kabupaten Tolitoli, berlangsung menegangkan.
Saat disergap aparat gabungan, pelaku yang menyadari kehadiran petugas langsung memacu kendaraannya dan mencoba melarikan diri dari hadangan.
Baca juga: Pemilik Kios di Buol Ditikam Pencuri hingga Tewas, Anaknya Ikut Jadi Korban
Pelarian pelaku terhenti setelah petugas melumpuhkannya.
Saat ini, kedua terduga pelaku telah dibawa dan diamankan di Mapolres Buol.
Polisi melakukan pemeriksaan intensif guna mendalami motif tersembunyi, memetakan peran masing-masing pelaku, serta merampungkan berkas penyidikan sebelum kasus ini dilimpahkan ke meja hijau.
Sebelumnya, Umar T Pikona (55) tahun meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk.
Sementara putrinya yang masih berusia 15 tahun, Siska, turut menjadi korban setelah mengalami luka tusuk di bagian dada kiri saat berusaha menyaksikan kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya terbangun setelah mendengar suara mencurigakan dari arah kios yang berada di rumahnya.
Saat melakukan pengecekan, ia mendapati dua orang laki-laki tak dikenal berada di dalam kios.
Korban kemudian berusaha menghadapi kedua pelaku hingga terjadi perkelahian.
Siska lalu membuka pintu depan rumah dan berteriak meminta pertolongan warga.(*)