‘FIFA Tak Lagi Menyembunyikannya’: Fans Bereaksi Setelah Tim Wasit Asal Argentina Ditunjuk untuk Laga Perempat Final Prancis vs Maroko
Aurora Nightingale July 08, 2026 12:01 PM

FIFA telah mengonfirmasi penunjukan wasit untuk laga perempat final Piala Dunia FIFA 2026 antara Prancis dan Maroko, dengan keputusan tersebut langsung menarik perhatian karena seluruh tim wasit di lapangan berasal dari Argentina. Pertandingan perempat final yang akan digelar di Boston ini menjadi laga pertama dalam turnamen tersebut yang melibatkan lima ofisial lapangan dari negara yang sama, sebuah keputusan yang memicu diskusi luas di kalangan penggemar meskipun FIFA menegaskan bahwa pola penunjukan ini telah diterapkan sepanjang kompetisi.

Laga besar ini, yang merupakan ulangan semifinal Piala Dunia 2022, dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli di Stadion Boston dengan kick-off pukul 01.30 waktu India (IST). Pemenang pertandingan ini akan melangkah lebih dekat menuju final Piala Dunia.

FIFA konfirmasi tim wasit Argentina lengkap

Pada hari Selasa, FIFA mengumumkan bahwa wasit asal Argentina, Facundo Tello, akan memimpin pertandingan perempat final antara Prancis dan Maroko.

Tello akan dibantu oleh dua asisten asal Argentina, Juan Pablo Belatti dan Gabriel Chade. Sementara itu, Darío Herrera ditunjuk sebagai ofisial keempat dan Christian Navarro akan berperan sebagai asisten cadangan.

Susunan lengkap tim ofisial lapangan adalah sebagai berikut:

  • Wasit: Facundo Tello (Argentina)
  • Asisten Wasit 1: Juan Pablo Belatti (Argentina)
  • Asisten Wasit 2: Gabriel Chade (Argentina)
  • Ofisial Keempat: Darío Herrera (Argentina)
  • Asisten Wasit Cadangan: Christian Navarro (Argentina)

Penunjukan untuk Video Assistant Referee (VAR) belum diumumkan saat FIFA merilis daftar ofisial pertandingan tersebut.

Penetapan ini berarti seluruh ofisial lapangan untuk laga tersebut berasal dari Argentina, menjadikannya pertama kalinya hal itu terjadi selama Piala Dunia 2026.

Penunjukan bersejarah sesuai pola FIFA sebelumnya

Meski sejumlah pendukung mempertanyakan keputusan FIFA, badan sepak bola dunia itu secara konsisten menunjuk wasit dan asisten dari negara yang sama sepanjang turnamen ini. Sebagai contoh, kemenangan dramatis Inggris 3-2 atas Meksiko di babak 16 besar dipimpin oleh trio wasit asal Australia, sementara ofisial asal Maroko bertugas sebagai ofisial keempat dan asisten cadangan.

Demikian pula, kemenangan Argentina 3-2 atas Mesir di babak 16 besar dipimpin oleh wasit asal Prancis, François Letexier, bersama dua asisten Prancis lainnya, dengan dua ofisial tambahan dari Prancis yang juga terlibat dalam operasi VAR.

FIFA membuat penunjukan untuk laga Prancis versus Maroko pada hari Senin, sebelum kemenangan Argentina atas Mesir, yang berarti keputusan tersebut sudah final sebelum munculnya kontroversi terbaru terkait wasit asal Prancis.

Fans mempertanyakan keputusan FIFA di tengah kontroversi wasit terbaru

Meski pola penunjukan ini sudah dikenal, keputusan untuk menugaskan seluruh tim wasit asal Argentina untuk laga Prancis memicu reaksi cepat di media sosial, terutama mengingat rivalitas yang masih terasa antara Prancis dan Argentina sejak final Piala Dunia 2022.

Seorang penggemar menulis: “Semua wasit dari Argentina untuk pertandingan Prancis, FIFA benar-benar berusaha mengatur Piala Dunia untuk Argentina lagi.”

Penggemar lain menambahkan: “FIFA sudah tidak berusaha menutupinya lagi. Semua orang Argentina, kenapa tidak sekalian bawa Messi untuk memeriksa VAR juga.”

Komentar lain berbunyi: “FIFA benar-benar organisasi yang menyedihkan dan korup.”

Seorang penggemar lainnya menulis: “Penipuan kalian ini jelas disengaja.”

Namun, kritik tersebut mengabaikan fakta bahwa Prancis juga mendapat keuntungan ketika tim wasit asal Prancis bertugas dalam kemenangan Argentina atas Mesir di babak 16 besar.

Pertandingan itu sempat menjadi kontroversi setelah gol kedua Mesir dianulir melalui intervensi VAR sebelum mereka mencetak gol lagi, sementara Mohamed Salah juga ditolak permintaan penalti di menit akhir sebelum Enzo Fernández mencetak gol kemenangan Argentina di masa tambahan waktu.

Penyerang Mesir, Mostafa Zico, mengkritik kinerja wasit usai pertandingan dengan mengatakan kepada wartawan: “Wasitnya tidak bagus. Dia tidak adil. Ketidakadilannya jelas terlihat. Dia menekan kami sejak awal pertandingan. Dia tidak ingin kami menang.”

Perempat final kembali hidupkan rivalitas semifinal 2022

Terlepas dari perdebatan soal wasit, pertandingan ini memiliki makna historis tersendiri. Prancis mengalahkan Maroko 2-0 di semifinal Piala Dunia 2022 sebelum akhirnya kalah dari Argentina melalui adu penalti dalam salah satu final paling berkesan dalam sejarah turnamen tersebut.

Pertemuan tahun ini terjadi setelah Prancis menyingkirkan Paraguay 1-0 dalam laga keras dan penuh ketegangan di babak 16 besar, di mana Kylian Mbappé menjadi sasaran pelanggaran berulang kali. Sementara itu, Maroko melaju setelah menang adu penalti melawan Belanda usai bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.

Perhatian kini juga tertuju pada siapa yang akan memimpin laga final Piala Dunia. FIFA biasanya menunggu hingga finalis dipastikan sebelum menunjuk wasit, karena ofisial tidak diperbolehkan memimpin pertandingan yang melibatkan negaranya sendiri.

Beberapa nama kandidat teratas termasuk Szymon Marciniak dari Polandia, yang memimpin final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis, serta Danny Makkelie dari Belanda setelah negaranya tersingkir lebih awal di turnamen ini.

Kandidat lain adalah Raphael Claus dari Brasil, salah satu dari 12 wasit CONMEBOL di turnamen ini. Claus sebelumnya sudah terlibat dalam kontroversi Piala Dunia setelah mengeluarkan kartu merah untuk striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, dalam laga melawan Bosnia dan Herzegovina, sebelum FIFA kemudian menangguhkan larangan satu pertandingan tersebut berdasarkan Pasal 27 Kode Disipliner FIFA.

Keputusan itu menuai kritik luas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meninjau insiden tersebut sebelum Balogun akhirnya diizinkan bermain melawan Belgia. Amerika Serikat akhirnya tersingkir setelah kalah 4-1.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.