Asal-usul Nama Desa Tirtomarto Cawas Klaten, Berawal dari Gedangan hingga Bermakna Air Kehidupan
Hanang Yuwono July 08, 2026 12:16 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Setiap daerah memiliki cerita sejarah yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya. Salah satunya adalah Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Desa yang kini dikenal sebagai wilayah pertanian sekaligus memiliki destinasi wisata keluarga ini ternyata menyimpan kisah panjang mengenai perubahan namanya.

Sebelum bernama Tirtomarto, wilayah tersebut dahulu dikenal dengan sebutan Desa Gedangan.

Baca juga: Asal-usul Nama Desa Ngasinan di Bulu Sukoharjo, Berawal dari Tempat Bersantai di Bawah Pohon Rindang

Nama Tirtomarto bukan sekadar nama administratif, tetapi memiliki makna filosofis yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Lokasi Desa Tirtomarto ini berjarak 30 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 1 jam kendaraan pribadi.

Dari Desa Gedangan yang Dipenuhi Pohon Pisang

Berdasarkan cerita yang berkembang dari para sesepuh desa, nama Gedangan berasal dari kata gedang yang berarti pisang dalam bahasa Jawa.

Pada masa lampau, sebagian besar wilayah permukiman yang kini menjadi Desa Tirtomarto banyak ditumbuhi pohon pisang. Kondisi tersebut membuat masyarakat kemudian mengenalnya sebagai Desa Gedangan.

Seiring berjalannya waktu, wilayah tersebut mengalami berbagai peristiwa sejarah yang turut membentuk identitas desa.

Salah satunya terjadi pada masa penjajahan Belanda.

Baca juga: Asal-usul Nama Desa Gatak di Klaten : Ada Legenda Raden Ronggo yang Dikenal Kharismatik

Dalam perjalanan di wilayah tersebut, seorang warga Belanda pernah singgah di salah satu dukuh di Desa Gedangan.

Setelah beberapa tahun tinggal di tempat itu, orang tersebut jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

Warga kemudian memberi nama lokasi persinggahannya sebagai Dukuh Mampir.

Tempat pemakamannya kemudian dikenal sebagai cikal bakal makam leluhur Joyo Rejo, yang hingga kini berkembang menjadi tempat pemakaman masyarakat Tirtomarto.

WISATA KLATEN - Lokamerta di Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menawarkan wahana kereta api yang berjalan melintasi lahan persawahan.Berikut rekomendasi wisata ramah anak di Klaten. (Instagram/@lokamerta_tirtomarto)
WISATA KLATEN - Lokamerta di Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menawarkan wahana kereta api yang berjalan melintasi lahan persawahan. (TribunSolo.com/Instagram/@lokamerta_tirtomarto)

Perubahan Nama Menjadi Tirtomarto

Perubahan nama Desa Gedangan menjadi Tirtomarto terjadi setelah adanya peristiwa terkait kebutuhan irigasi masyarakat.

Pada masa pemerintahan kepala desa ketiga, yaitu Wignyo Soedarso, terjadi perselisihan mengenai irigasi dengan Desa Tlingsing.

Persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan dan dimenangkan oleh pihak Desa Gedangan.

Keberhasilan mendapatkan akses irigasi menjadi hal penting bagi masyarakat karena sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Sebagai bentuk rasa syukur, nama Desa Gedangan kemudian diubah menjadi Desa Tirtomarto.

Nama tersebut berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu:

  • Tirto yang berarti air
  • Marto yang berarti hidup

Sehingga Tirtomarto memiliki makna “Banyu Panguripan” atau “Air Kehidupan”.

Nama itu menggambarkan harapan agar air menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat desa.

Baca juga: Asal-usul Nama Desa Nepen di Teras, Boyolali : Dulu jadi Tempat Orang untuk Menepi atau Bertapa

Jejak Sejarah Perjuangan Kemerdekaan

Selain memiliki kisah perubahan nama, Tirtomarto juga memiliki cerita yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Indonesia.

Pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948, ketika situasi keamanan Jakarta memburuk dan ibu kota pemerintahan Republik Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta, sejumlah tokoh pemerintahan sempat mencari tempat aman.

Dalam catatan sejarah desa, beberapa menteri pemerintah Indonesia disebut pernah sampai ke wilayah Tirtomarto, di antaranya Menteri Kesejahteraan Rakyat Y. Kasino dan Menteri Keuangan R. Panji Soeroso.

Peristiwa tersebut menjadi bagian dari cerita sejarah yang masih dikenang masyarakat setempat.

Perkembangan Pemerintahan Desa

Setelah berubah nama menjadi Tirtomarto, desa ini terus mengalami perkembangan melalui kepemimpinan sejumlah kepala desa.

Beberapa tokoh yang pernah memimpin Tirtomarto antara lain:

  1. Kyai Prawiro Tani sebagai kepala desa pertama
  2. Kyai Wignyo Tani sebagai kepala desa kedua
  3. Kyai Wignyo Soedarso sebagai kepala desa ketiga
  4. Soetadi
  5. Prawiro Atmojo
  6. Drs. Wahyadi
  7. Wahyono sebagai pelaksana tugas
  8. Giyono
  9. Supojo, S.Pd
  10. Nahrowi
  11. Purwono sebagai pelaksana tugas
  12. Agung Nugroho yang menjabat sebagai Kepala Desa Tirtomarto sejak 2019

Saat ini Desa Tirtomarto memiliki luas wilayah sekitar 157,78 hektare dan terbagi menjadi 10 dusun, 9 RW, serta 19 RT.

Secara geografis, desa ini berada sekitar 4 kilometer dari pusat Kecamatan Cawas dan sekitar 18 kilometer dari pusat Kota Klaten.

Lokamerta, Wisata Hits di Tirtomarto

Selain memiliki sejarah panjang, Desa Tirtomarto kini juga dikenal dengan destinasi wisata keluarga Lokamerta atau Bumi Tirtomarto Park.

Tempat wisata yang berada di Dusun Jetis ini menawarkan pengalaman menaiki kereta mini yang melintas di tengah hamparan sawah.

Daya tarik utamanya adalah suasana pedesaan yang asri. Saat cuaca cerah, pengunjung bahkan dapat menikmati panorama tiga gunung sekaligus, yakni Gunung Merapi, Merbabu, dan Lawu.

Kereta sawah di Lokamerta memiliki kapasitas sekitar 13 penumpang dan menjadi aktivitas favorit bagi keluarga yang datang bersama anak-anak.

Di sekitar lokasi juga terdapat sejumlah pedagang makanan tradisional yang membuat pengalaman berwisata semakin lengkap.

Lokamerta berjarak sekitar 29 kilometer atau sekitar 50 menit perjalanan dari pusat Kota Solo.

Tempat ini buka:

  • Senin–Jumat pukul 09.00–18.00 WIB
  • Sabtu–Minggu pukul 07.00–18.00 WIB

Harga tiketnya pun cukup terjangkau, yakni sekitar Rp10.000 untuk dua kali putaran kereta.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.