Sosok Nyimas Laula, Jurnalis Foto Internasional yang Viral Usai Insiden Teguran di Gym Bali
Kharisma Tri Saputra July 08, 2026 12:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Nama Nyimas Laula mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah video dirinya menegur keras seorang pria di sebuah pusat kebugaran (gym) di Bali viral di media sosial. 

Di balik kontroversi dan perdebatan yang terjadi, Nyimas ternyata bukan sosok sembarangan. Ia adalah seorang profesional dengan rekam jejak mentereng di kancah internasional.

Jurnalis Foto Kelas Dunia dan Sutradara Dokumenter

nyimas
MENDADAK VIRAL -- Nyimas menjadi viral usai menegur keras pria yang melintas di area platform angkat beban saat ia mencoba rekor maksimal. Nyimas menekankan hal itu berbahaya walau ia meminta maaf atas kata kasarnya.

Nyimas memulai berkiprah sebagai jurnalis foto profesional sejak tahun 2015. Fokus karyanya banyak mengangkat isu-isu berat seperti lingkungan, kemanusiaan, dan hak asasi manusia (HAM). 

Dedikasinya tersebut membawa karya-karya Nyimas dipercaya oleh deretan media dan organisasi internasional ternama, di antaranya:

  • The New York Times
  • Reuters
  • National Geographic
  • VICE
  • Greenpeace

Beberapa momen penting yang pernah didokumentasikannya antara lain kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh (2015), kebakaran hutan besar di Indonesia untuk Greenpeace, serta investigasi polusi plastik di Pulau Bali (2019). 

Tak hanya itu, karyanya mengenai dampak pandemi Covid-19 bahkan pernah dipamerkan dalam pameran kolektif UNDP di Brooklyn, New York, Amerika Serikat pada tahun 2020. 

Nyimas juga melebarkan sayapnya sebagai sutradara dokumenter dengan menggarap serial tentang komunitas petani gula kelapa di Jawa Tengah pada 2021.

Duduk Perkara Insiden Viral di Gym

Namanya mencuat ke permukaan publik secara luas bukan karena karyanya, melainkan akibat video Threads dirinya yang memarahi sesama member gym.

Berdasarkan klarifikasi Nyimas, insiden tersebut terjadi ketika ia tengah bersiap melakukan attempt 115 persen atau percobaan mengangkat beban maksimal untuk mencetak personal record (PR) di area platform khusus Olympic weightlifting. Di saat krusial tersebut, seorang pria melintas tepat di dekatnya.

"Gimana rasanya lagi mau attempt 115 persen ada orang tolol lewat-lewat. Jadi complexes kan tuh," tulis Nyimas dalam unggahan Threads-nya.

Ia menjelaskan bahwa pria tersebut sudah tiga kali bolak-balik melintas di dekat ujung barbelnya (berjarak hanya satu langkah), padahal masih ada jalur lain yang lebih aman. 

Nyimas menegaskan tindakannya menegur pria tersebut didasari oleh faktor keselamatan kerja (safety rules) di area angkat beban yang membutuhkan konsentrasi penuh demi menghindari cedera fatal.

Tanggapi Kritik Netizen dan Akui Kesalahan Kata Kasar

Aksi teguran keras Nyimas memicu pro-kontra dari warganet. Sebagian menilai pria tersebut tidak bersalah karena hanya berjalan di pinggir platform untuk mengambil dumbbell, serta menganggap Nyimas seharusnya menegur dengan cara mengedukasi tanpa amarah. Namun, Nyimas memberikan pembelaan menohok.

"Gw kan lagi mau ngangkat max (beban maksimal) yah? Kenapa gw yang harus edukasi dia, yg harusnya udah tau GYM RULES (aturan gym) saat lagi kelas begimana?" balas Nyimas.

Meski bersikeras pada prinsip keselamatan ruang gym, Nyimas akhirnya berlapang dada meminta maaf atas penyampaiannya yang emosional.

"Gw juga take accountability bahwa seharusnya gak mengeluarkan kata-kata kasar seperti yang di video. I will do better," ungkapnya.

Dampak dari viralnya kasus ini, tempat gym tersebut langsung melakukan penataan ulang tata letak (layout) alat demi keamanan bersama.

Akun Media Sosial Mendadak Lenyap

Buntut dari kontroversi yang memanas, akun Instagram pribadi dan akun Threads milik Nyimas Laula terpantau mendadak hilang dan tidak dapat diakses kembali oleh publik.

Hingga kini, penyebab hilangnya akun tersebut masih menjadi misteri. Di platform Threads, sempat beredar tangkapan layar massal dari warganet yang mengaku beramai-ramai melaporkan (report) profil Nyimas ke pihak Meta (Instagram).

Belum ada pernyataan resmi apakah akun tersebut sengaja dinonaktifkan secara mandiri oleh Nyimas untuk menenangkan diri, ataukah terkena pemblokiran akibat laporan massal netizen.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.