Pemkot Surabaya Salurkan Beasiswa Pemuda Tangguh kepada 7.380 Siswa SMA Sederajat, Nominal Naik
Cak Sur July 08, 2026 01:50 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Jawa Timur (Jatim) resmi menyalurkan program Beasiswa Pemuda Tangguh jenjang SMA/SMK/MA sederajat untuk tahun ajaran 2026/2027.

Sebanyak 7.380 siswa dinyatakan lolos seleksi dan mulai menerima bantuan pada awal tahun ajaran baru ini.

Meskipun kewenangan pengelolaan SMA sederajat berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), Pemkot Surabaya berkomitmen mendukung program wajib belajar 12 tahun di Kota Pahlawan melalui bantuan sosial ini.

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Pemkot Surabaya, Arief Boediarto, menegaskan bahwa verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan keadilan sosial.

"Kami memastikan penerima bantuan merupakan warga yang benar-benar berhak, yaitu dari keluarga miskin, pramiskin, serta anak yatim dan piatu. Seluruh pendaftar sudah diverifikasi melalui sistem sehingga bantuan ini tepat sasaran," ujar Arief saat dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya pada Rabu (8/7/2026).

Sebelum penyaringan ketat ini, Bapemkesra mencatat total pendaftar awal mencapai 8.469 siswa. Program ini diharapkan dapat menekan angka putus sekolah, dan meringankan beban finansial keluarga rentan di Surabaya.

Mekanisme Baru Penyaluran Dana Beasiswa

Ada perubahan signifikan pada mekanisme penyaluran dana beasiswa tahun ini.

Ketua Tim Kerja Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bapemkesra Pemkot Surabaya, Efi Zuliati, menjelaskan bahwa dana bantuan kini dikirim langsung melalui sekolah penerima, bukan lagi ke rekening pribadi siswa.

Langkah ini diambil setelah melalui proses evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan penyaluran bantuan di tahun sebelumnya.

"Masih ditemukan bantuan yang sudah diterima siswa, tetapi belum digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran di sekolah. Karena itu, tahun ini dana disalurkan melalui sekolah agar benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan," jelas Efi.

Kenaikan Nominal Bantuan dan Fasilitas Seragam

Kabar baiknya, nominal bantuan bulanan mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp320.000 menjadi Rp350.000 per bulan.

Bantuan biaya pendidikan bulanan ini dialokasikan khusus bagi siswa yang menempuh pendidikan di sekolah swasta untuk membantu membayar SPP, Lembar Kerja Siswa (LKS), hingga biaya praktikum.

Sementara itu, untuk siswa di sekolah negeri tidak mendapatkan bantuan uang bulanan karena sudah bebas biaya SPP. Namun, seluruh penerima manfaat baru, baik dari sekolah negeri maupun swasta tetap berhak mendapatkan paket perlengkapan sekolah gratis yang meliputi:

  • Seragam putih abu-abu
  • Seragam pramuka
  • Sepatu sekolah
  • Kaus kaki hitam dan putih

Bantuan perlengkapan ini akan dibagikan satu kali pada awal diterimanya program beasiswa.

Upaya Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Penyaluran beasiswa ini, juga menjadi pilar strategis Pemkot Surabaya untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tercatat berada di angka 85,65 pada tahun 2025.

Pemerintah kota terus fokus meningkatkan angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS).

Pada tahun 2025, RLS Kota Surabaya mencapai 11,15 tahun, naik 2,3 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini setara dengan penyelesaian pendidikan hingga awal kelas XII SMA.

Sementara itu, HLS Surabaya kini menyentuh 14,88 tahun atau setara dengan tingkat Diploma III.

Kendati tumbuh positif, capaian RLS dan HLS Surabaya masih terus dipacu agar bisa bersaing ketat dengan daerah lain di Jawa Timur, seperti Kota Malang dengan HLS tertinggi (15,80 tahun) dan Kota Madiun dengan RLS tertinggi (12,12 tahun).

Penyebab Gugur Seleksi dan Agenda Daftar Ulang

Efi Zuliati menambahkan bahwa ketatnya proses seleksi menyebabkan 1.089 pendaftar gugur.

Beberapa faktor utama kegagalan verifikasi antara lain:

  1. Terdeteksi sebagai penerima bantuan serupa dari instansi lain.
  2. Status kesiswaan yang sudah tidak aktif.
  3. Tidak masuk dalam desil kemiskinan yang diprioritaskan.
  4. Berkas administrasi tidak lengkap atau tidak valid.
  5. Berdomisili di luar wilayah administratif Kota Surabaya.

Bagi siswa yang lolos verifikasi, proses daftar ulang berlangsung mulai tanggal 6 hingga 10 Juli 2026. Guna mengantisipasi penumpukan, Bapemkesra membagi pelayanan menjadi dua sesi per hari dengan kapasitas melayani sekitar 1.300 hingga 1.400 peserta setiap harinya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.