Scaloni Tegaskan Selalu Yakin Argentina Bisa Membalikkan Keadaan Saat Lawan Mesir
Hendra Wijaya July 08, 2026 12:44 PM

Lionel Scaloni menegaskan bahwa ia tidak pernah kehilangan keyakinan bahwa Argentina mampu membalikkan keadaan, meskipun sempat tertinggal 0-2 dengan waktu kurang dari 15 menit tersisa saat menghadapi Mesir.

Perjalanan Argentina di babak gugur Piala Dunia tahun ini memang tidak pernah mudah, dan hal itu kembali terbukti pada laga hari Selasa tersebut.

Setelah sebelumnya membutuhkan gol di masa perpanjangan waktu dari Cristian Romero untuk menyingkirkan Tanjung Verde, Argentina kali ini harus melakukan kebangkitan luar biasa di menit-menit akhir untuk menang 3-2 atas Mesir.

“Saat melawan Tanjung Verde, kondisinya bahkan lebih buruk; kami benar-benar dalam masalah. Hari ini, bahkan ketika tertinggal 0-2, saya merasa bahwa pada suatu saat kami akan mendapat peluang dan bisa membalikkan keadaan,” ujar Scaloni. “Hari ini kami bermain dengan gaya sepak bola yang benar-benar berbeda.”

“Saya selalu merasa pertandingan ini berada di sisi kami. Terlepas dari hasilnya, saya tidak berpikir tim bermain buruk. Kami memiliki beberapa peluang,” lanjutnya.

Scaloni juga memberikan pujian khusus kepada Lionel Messi, yang gagal mengeksekusi penalti di babak pertama, namun kemudian mencetak gol penyeimbang di penghujung laga.

“Saya yakin dia bermain sepak bola untuk momen seperti ini... Bagi dirinya, merasakan emosi seperti ini di tahap kariernya sekarang sulit dijelaskan,” kata Scaloni.

“Itu adalah momen yang tak terlupakan, salah satu yang terbaik,” tambah sang pelatih. “Apa pun yang terjadi setelah ini, tim ini memberi saya keyakinan bahwa mereka tidak akan pernah berhenti percaya, bahkan ketika segalanya berjalan melawan mereka.”

Scaloni terlihat meneteskan air mata setelah kemenangan tersebut. Ia kemudian menjelaskan bagaimana perasaannya memenangkan pertandingan dengan cara seperti itu.

“Saya selalu mudah tersentuh. Kadang air mata itu keluar begitu saja,” ujar Scaloni kepada para wartawan. “Air mata juga keluar di ruang ganti. Para pemain bahkan memanggil saya ‘si cengeng’, tapi saya tidak peduli.”

“Bagi kami yang telah bermain sepak bola selama 20 tahun, bisa merasakan lagi emosi seperti hari ini sungguh luar biasa. Saya pikir sebagian besar pelatih yang dulu pemain sepak bola memilih menjadi pelatih karena hari-hari seperti ini, karena emosi dan adrenalin yang menyertainya,” tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.