Mahasiswa STIPER Amuntai HSU Raih Prestasi, Olah Ubi Ungu Alabio Jadi Beras Analog
Irfani Rahman July 08, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI- Tiga mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai menorehkan prestasi dengan meraih juara dua pada lomba Esai Nasional Terapung Himagrotek 2026.

Mawarni sebagai ketua tim, serta Nayla Maulidah dan Syifa sebagai anggota dari program studi agribisnis memilih inovasi dalam pemanfaatan ubi dari Kecamatan Sungai Pandan, Alabio, Hulu Sungai Utara (HSU).

Esai mengangkat judul Strategi Diversifikasi Pangan Berbasis Ubi Alabio Ungu dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Wilayah Lahan Basah dengan subtema Teknologi dan Inovasi.

Lomba diikuti oleh 27 peserta secara nasional dengan melalui beberapa tahapan sejak 22 Juni 2026 dan presentasi lima besar dilaksanakan pada 6 Juli 2026.

Bagi ketiga mahasiswi ini potensi ubi ungu di Kecamatan Sungai Pandan mampu dimanfaatkan untuk membantu ketahanan pangan melalui potensi lokal.

Baca juga: Duit Warga Kalsel Rp112 Miliar Raib Digondol Penipu Online 

Baca juga: Relawan Damkar Balangan Meninggal pada Tugas Kemanusiaan, Syarif Sempat Berikan Senyum Terakhir

“Kami tertarik mengangkat judul ini karena pemanfaatan ubi Alabio ungu masih belum maksimal. Komoditas ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari diversifikasi pangan, terutama di daerah lahan basah seperti Kabupaten HSU. Namun, kami juga menyadari bahwa masih diperlukan penelitian lanjutan agar pengembangannya dapat dilakukan secara lebih tepat,” ujar Nayla Maulida, Sealsa (7/7).

Nayla menjelaskan ubi ungu Alabio dapat dikembangkan menjadi beras analog yaitu produk yang menyerupai beras namun dibuat dari bahan nonberas.

Proses pembuatannya pun diterangkan dalam lomba yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini.

Ubi ungu dengan kualitas yang baik dicuci dan masuk dalam proses pencucian serta pengukusan. Kemudian diolah menjadi pasta atau tepung. Lanjut ke proses pencampuran bahan dan pencetakan, tahap akhir pengeringan dan pengemasan.

Melalui karya tersebut, tim menawarkan gagasan mengenai pemanfaatan ubi Alabio ungu sebagai salah satu komoditas lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Komoditas tersebut dinilai memiliki peluang dalam mendukung diversifikasi pangan, khususnya di wilayah lahan basah Kabupaten HSU.

Gagasan tersebut muncul karena tim melihat pemanfaatan ubi Alabio ungu di masyarakat masih belum maksimal.

Menurutnya, komoditas lokal tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari diversifikasi pangan, tetapi tetap perlu didukung dengan kajian yang lebih lanjut.

“Ubi Alabio ini secara jumlah melimpah di Kecamatan Sungai Pandan Atau Alabio, dengan bibit yang sama bahkan hasilnya tidak sebaik saat ditanam di daerah Alabio dengan ukuran yang lebih besar,” ujar Nayla.

Esai ini juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan pangan lokal agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui gagasan tersebut, tim berharap ubi Alabio ungu dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus memperkuat potensi pangan lokal daerah.

Prestasi ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa STIPER Amuntai dalam menghadirkan ide dan solusi di bidang pertanian.

Capaian tersebut juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berpartisipasi dalam berbagai ajang akademik, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dengan meraih juara 2 ketiga mahasiswa ini optimis pemanfaatan komoditas pangan lokal di HSU bisa menjadi meningkat.

 “Selanjutnya kami akan melanjutkan lomba ke tingkat nasional dan akan memperdalam penelitian dalam pengolahan secara langsung,” tambahnya.(Reni Kurniawati)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.