Kronologi Remaja Wanita di Bogor Dianiaya Mantan Pacar, Ibunya Nangis Ngadu Langsung ke Dedi Mulyadi
khairunnisa July 08, 2026 02:05 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dibuat terkejut dengan kedatangan seorang ibu asal Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Betapa tidak, ibu bernama Rubiatul Adawiyah langsung berurai air mata saat menemui Dedi Mulyadi di kediamannya, Selasa (7/7/2026).

Bukan tanpa alasan ibu Rubi menangis saat bertemu sang Gubernur.

Rubi merasa lega karena akhirnya bisa menceritakan peristiwa yang menghancurkan hatinya selama beberapa bulan.

Usut punya usut, Rubi sudah lama memviralkan kasus anak perempuannya dianiaya oleh mantan pacar.

Diungkap Rubi, putrinya yang merupakan remaja wanita kelas 3 SMA mengalami luka fisik dan psikis akibat penganiayaan dari mantan teman dekatnya.

"Anak perempuan saya di bawah umur dianiaya, (umur) 16 tahun," ungkap Rubi dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Dedi Mulyadi, Rabu (8/7/2026).

"Dianiaya sama siapa?" tanya Dedi Mulyadi.

"Sama teman dekatnya kemarin, laki-laki 21 tahun," kata Rubi.

"Teman dekat? udah pacar aja ngomongnya. Pacarannya lama?" ujar Dedi.

"Tadinya kita enggak tahu, tapi pada akhirnya dia (korban) ngomong kalau udah 1,5 tahun (pacaran)," pungkas Rubi.

Pemicu penganiayaan

Aksi penganiayaan itu dilakukan terduga pelaku di rumahnya.

Awalnya korban mendatangi rumah mantan pacarnya karena kesal selalu diganggu.

Korban dan terduga pelaku sudah putus hubungan sejak Desember 2025.

Namun pada Februari 2026, terduga pelaku masih meneror korban karena tahu korban sudah didekati pria lain.

Tak disangka, kedatangan anak Rubi ke rumah mantan pacarnya itu justru berbuah petaka.

"Anakku datang ke rumah pelaku jam 6 pagi (bilang) 'tolong jangan ganggu saya lagi', tapi ternyata rebutan handphone. Anakku pengin hapus nomornya (di hp mantan). Di pelaku tidak terima, anakku langsung dibenturkan kepalanya ke tembok, ditonjok berulang," imbuh Rubi sembari berurai air mata.

Bukan cuma dihajar, putri Rubi juga dicekik sampai hampir meninggal.

Hasil visum janggal

Lebih lanjut, Rubi mengungkap bentuk penganiayaan yang diterima sang putri.

Korban kepalanya dibenturkan ke tembok secara berulang kali lalu pipinya ditonjok.

Akibat kejadian tersebut, anak Rubi mengalami luka serius di bagian mulut yakni rahangnya bergeser.

"Anak ibu dianiaya gimana?" tanya Dedi.

"Kepalanya dibenturkan di tembok, kepalanya rembes darah. Pipinya ditonjok. Rahangnya sekarang masih geser," ungkap Rubi.

"Sudah dioperasi?" tanya Dedi.

"Belum," kata Rubi.

KASUS PENGANIAYAAN DI BOGOR: Terungkap kronologi remaja wanita di Bojonggede Bogor dianiaya mantan pacar. Sang ibu menangis lalu mengadukan langsung ke Dedi Mulyadi. (kolase Youtube)

Kejadian tersebut terjadi di pertengahan Februari 2026.

Setelah kejadian, Rubi pun melapor ke Polsek Bojonggede.

Namun kasus tersebut tak ditangani dengan baik.

"Sudah divisum?" tanya Dedi.

"Sudah. Tapi hasil visumnya berbeda dengan luka-luka anak saya," pungkas Rubi sembari menangis.

"Visumnya di mana?" tanya Dedi.

"Di RSUD Cibinong," ujar Rubi.

"Masa visum beda?" tanya Dedi heran.

"Kami punya foto-foto dan videonya. Tapi visum menyatakan bahwa anak saya tidak ada luka di kepala di pipi, cuma ada luka di kaki," jelas Rubi.

"RSUD visumnya? visum waktu itu kehendak sendiri atau?" tanya Dedi lagi.

"Rujukan dari Polsek," imbuh Rubi.

Baca juga: Sempat Mau Cerai Lalu Rujuk, Masa Lalu Ayah Tiri Terduga Pelaku Cabul di Cigudeg Bogor Terbongkar

Disuruh cabut laporan

Bukan cuma hasil visum yang janggal, Rubi juga bercerita bahwa terduga pelaku belum diperiksa oleh penyidik.

Yang membuat Rubi kian pilu adalah saat ia diminta oleh penyidik untuk mencabut laporan.

Mendengar cerita Rubi, Dedi Mulyadi gusar.

"Penyidik lama meminta saya untuk mencabut laporan," kata Rubi.

"Foto-foto waktu awal dianiaya?" tanya Dedi.

"Ada, fotonya lengkap," jawab Rubi.

"Apa yang menjadi hambatan proses ini sampai diminta cabut laporan?" tanya Dedi lagi.

"Penyidik pertama mengatakan ini kekerasan tindak pidana ringan jadi tidak perlu ditahan paling sehari dua hari, jadi enggak perlu dilanjut," ungkap Rubi.

"Oh enggak bisa, ini anak di bawah umur, yang menganiayanya dewasa," kata Dedi.

Mendengar cerita Rubi, Dedi Mulyadi langsung bertindak.

Gubernur yang karib disapa KDM itu mengaku akan menghubungi Wali Kota Depok hingga Kapolres Metro Depok agar kasus penganiayaan yang dialami putri Rubi segera ditangani.

Hal yang membuat Dedi kian kesal adalah saat mengetahui kondisi terkini korban.

Bukan cuma dapat luka fisik, Rubi bercerita bahwa anaknya kini mengalami gangguan psikologis hingga harus minum obat dari rumah sakit jiwa.

"Sekarang anaknya terganggu psikologisnya, harus minum obat dari rumah sakit jiwa," akui Rubi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.